puisi islami

Manusia yang benar-benar buta adalah mereka hidup, tanpa dapat melihat kematian dihadapan mereka

Sudah siapkah kita menerima kedatangannya nanti? Disaat kita terlalu sibuk mengejar mimpi Disaat kita telah dibutakan nafsu duniawi Disaat kita lupa bahwa mati adalah janji yang pasti. Sudah banyakkah amal yang akan menemani kita nanti? Ketika semua yang kau miliki tak bersamamu lagi Ketika rumah yang nyaman tak bisa kau tinggali lagi Ketika harta yang telah kau kumpulkan, tak ikut menemani Saat itu, hanya amal ibadahmu yang setia menemani.  

sholat tahajud, sholat, doa tahajud, cara tahajud, doa sholat

Assalamu’alaikum sobat Dj, kali ini aku akan menuliskan puisi islami. Puisi islami ini kutulis sebagai surat cinta ku. Kutuliskan puisi islami ini tulus dari dalam hatiku. Karena aku yakin, selain dengan do’a yang selalu ku panjatkan untuk menantimu, melalui puisi islami dengan judul Surat Cinta untuk Seseorang yang Dirahasiakan-Nya ini juga aku bisa menumpahkan semua perasaanku. Assalamu’alaikum kekasih rahasia… Sebuah nama tanpa cerita namun mengusik jiwa dalam penantian. Siapakah dia? Sebuah harapan

allah merubah hidupku, cinta dia, berkerudung, buat apa berjilbab

  Semoga kelak aku mendapatkan lelaki seperti ayah, menjadi tempatku berlindung, selalu menemani di kala bahagia selalu mengusap air mataku dikala ku menangis bahkan rela berkoban apapun demi aku anak nya ayah, ketika ku sakit kau datang dan menghibur, apa yang ku inginkan pasti ayah selalu usahakan agar aku lekas sembuh, agar senyumku tersirat kembali apakah kelak suamiku akan seperti itu ayah? ayah tak banyak harap ku, putri kecilmu ini

tak lagi mengumbar aurat, hijrah seorang fangirl, indahnya karunia

Ku lihat kau dari sudut keramaian Kau duduk manis dikursi pelaminan Bersama dia sang pujaan Dengan wajah berseri penuh kebahagiaan Ku lihat kau dari sisi yang tak diinginkan Ku duduk pilu dikursi tamu undangan Sendiri bersama bayangan Ku hanya bisa menyaksikan mu tersenyum dalam penuh harapan   Saat ku tersenyum melihatmu Kaupun membalas senyumku Tapi kau tak tau apa arti senyumku Pasti kau berfikir bahwa aku merasa sakit hati. Tentu

berani hijrah, sajadah cinta, Jalan Hijrahku, memaksa berhijab, remaja islam, shalawat, hidayah dan berhijrah, gaul dan syari, lebih baik, menjadi lebih baik

Sunyi malam melanda suasana Lirih lisan merajut sebait doa Telah melerai jiwa penuh hampa Hanya diatas sajadah ku mengiba Atas rindu yang merayap buai air mata Akan ku ungkapkan segalanya   Rasanya,hati meraung tak berdaya Kala telapak tangan mengadukan lara Merasakan tersayatnya luka. Ku coba tumpahkan segala rasa Hanya meminta pada yang Maha Kuasa Untuk merendamkan rindu yang melanda   Diatas sajadah ku titipkan segala rasa Derai cinta yang terpaut

tata cara ta'aruf dalam islam, wahai sahabatku, puisi, aku dan hijrahku, ditinggal pacaran, semanis imanmu

Dari semua puisi yg ku baca semuanya tampak indah dan menyentuh namun, aku tak tahu puisi itu untuk apa hingga pada akhirnya semua puisi itu menjadi tak begitu nyata. seharusnya di usiaku saat ini aku tak memikirkan apa ya belum saatnya aku pikirkan namun selalu ada bagaimana aku mengungkapkannya ya, hanya dengan puisi yg ku tuangkan dalam secarik kertas menulis adalah inspirasiku untuk sekedar bercerita, berpuisi dan mengungkapkan perasaanku cinta

istri yang romantis, cintaku di sepertiga malam

Awal ku mengenal mu aku takut akan timbul perasaan aku takut akan ada rasa cinta Setelah ku berjumpa denganmu yang aku takutkan kini terjadi Namun ku pasrahkan segalanya pada yang Maha Kuasa … Aku mencoba untuk diam, Hingga saat ini mulutku Enggan untuk berucap Aku hanya mampu mengatakan kepada Sang Pemilik Cinta, Dan menyibukkan diriku dengan segala aktifitasku.. Mencintaimu dalam doa ku Dalam sujud ku …

Cinta dan Rindu

Bismillah…   Terkadang rasa itu hadir tanpa sengaja menyentuh relung hati yang hambar menjadikan hambar terasa merindu   Entah kepada siapa ditujukan walau kadang ku hanyut terbawa perasaan yang sulit kumengerti   Hati menjerit seakan ia dekat namun ku tak tahu siapa dia menimbulkan berjuta beban tanya dalam benak   Kupejamkan mata berusaha mendengar bisikan hati kutanya siapa? namun tiada jawaban   Hari hari berlalu malam malam pun berlarut penasaran

khitbah

bertutur selembut lantunan ayat yang ia bacakan berjiwa sedamai kata yang ia ucapkan berniat sesuci ilmu hidup yang ia amalkan aku mengagumi dalam senja seperti ombak yang selalu bertasbih menyebut nama-Mu menghantarkan pelukan dalam goresan jingga aku mengagumi dalam senja beriringkan dzikir dan doa indah dan akan selalu begitu aku mengagumimu dalam senja dalam tiap-tiap pesan yang kau sampaikan dalam tiap-tiap senyum yang kau lukiskan dalam tiap-tiap ayat yang kau