muslimah syari

rasa malu karena memperlihatkan aurat, cahaya nya

Rindu si Akhwat Pendosa Akulah si akhwat pendosa, yang terjebak dalam kefanaan palsu Meninggalkan sholat setiap waktu Mengumbar aurat tanpa rasa malu Bahkan, berkhalwat tak mengenal waktu Dalam hening aku tergugu Bersama derai air mata  ku sampaikan rindu Rindu pada Engkau yang Maha Tahu Masihkah aku diberi waktu? Mereka bilang, Kau Maha Pengampun juga Penyayang Kau bahkan dekat, lebih dekat dari urat nadi Lantas, adakah jalan tuk perbaiki diri? Ya,