Browsing: kisah hijrah

Inspirasi Hijrah berani hijrah
0

Inspirasi Hijrah @Rifahk7 rifahkhodijah7@gmail.com hijrah… bisa saja sulit bukan karena cobaan dan ujiannya namun untuk…

Inspirasi Hijrah istri yang romantis
0

Assalamualikum, saya ingin coba untuk berbagi kisah ‘otw hijrah’ saya. Kenapa ot2 hijab agar terlihat serasi. Tapi setelah dicoba ternyata proses dan cara pemakaiannya masih tetap sama seperti hijab yg saya gunakan sebelumnya, waktu yg diperlukan tidak begitu lama. Yaa sekarang saya sudah mulai terbiasa dan bisa menggunakan hijab syari dg memanfaatkan hijab2 saya sebelumnya. akhirnya mulai terbiasa dan mulai ketagihan untuk berhijab dan berpakaian syari meskipun hal ini belum berlangsung lama. otw hijrah saya ini mulai dirasakan org2 rumah, dan alhamdulillah mereka sangat mendukung. Oh iya, ada satu cerita lagi.. ketika saya sudah mulai mencoba untuk berhijab syari ini suatu ketika saya bertemu dan berkumpul dg sahabat2 saya, yg sebelumnya kita berteman udh cuku lama dan cukup dekat baik teman laki laki maupun dg perempuan. Karena kebiasaan berjabatan tangan sebagai tanda menyapa, mereka (teman-teman yg laki2) tidak sungkan untuk berjabat tangan dengan saya meskipun saya sudah berhijab syari. disitu saya bingung, krna sudah merasa dekat jd dianggap biasa aja. Tapi hati kecil mulai menolak, hanya bingung harus bertindak bagaimana. Ada pula cerita dari teman perempuan saya, ketika saya berhijab syari saat bertemu dan bermain dg dia, dy melihat saya dengan ekspresi kaget dg spontannya dy berkata ‘subhanallah, buguru .. aduh jd g bisa bebas ajak main kalau ky gini mah”. Mungkin ini sebagian dr cerita hijrah saya. Doakan saya semoga saya bisa istiqomah ya ukhti. Ternyata dalam proses hijrah itu tidak mudah, semakin banyak godaan yg nampak. Niat harus lebih dikuatkan dan diluruskan .. minta agar allah terus membimbing kita. Sering sharing dg teman2 dan sahabat yg sholeh dan sholehah.. w, karena saya merasa belum sepenuhnya berhijrah, masih mencoba dan belajar sedikit demi sedikit untuk hijrah. mungkin saat ini lah kata hijrah ini makin terdengar kencang di hati dan telinga saya. Kalau dengar kata hijrah, yg saya pahmi itu perubahan positif secara keseluruhan tidak hanya salah satu bagian saja. Mungkin di antara bagian yg lain cerita ‘otw hijrah saya’ lebih menarik dr proses menggunakan hijab. Alhamdulillah, saya berhijab sudaj cukup lama, meskipun awalnya tidak langsung permanen. Tapi lama kelamaan justru merasa aneh kalau tidak berhijab. Selama ini cara saya berkerudung belumlah syar’i, masih ingin tampil gaya meskipun dg hijab. Tapi semakin kesini saya mulai tertarik dan kagum jika melihat wanita cantik berhijab syar’i sehingga terlihat lebih anggun, cantik, dan bernilai plus plus plus. Baru tertarik saja, tp blm bisa mengikutinya karena merasa belum siap. Sempat mengutarakan ketertarikan ini pada sahabat dekat dan dia berkata seperti ini “kamu mau berhijab syar’i makin aja cowo2 pada kabur. Ga pake hijab syari aja pada minder”. Sempat aku iyakan perkataannya. Tapi dalam hati “iya ya, mgkn nnti saja kalau sudah menikah”. Sesekali saya pernah menggunakan hijab yg hampir syar’i ketika bertemu dan bermain bersama sahabat, mereka semua shock tapi dengan nada becandaan mereka panggil saya ukhti,dan yg laki2 dg tingkah becandanya ga berjabatan tangan layaknya menyapa seperti sebelumnya. saya bilang kepada mereka jangan seperti itu, saya masih saya yg dulu ga ada yg berubah. Insya Allah ada keinginan seperti itu tapi masih otw. Hehe
Awalnya keinginan hijrah itu karena memang untuk memperbaiki diri, dan akhir2 ini semakin ditunjukkan kebesaran Allah tentang kematian. Disitu saya mulai resah, saya ingin belajar islam lebih banyak lg, tp kemana dan dg siapa? Tiba2 terlintas dlm hati saya, “saya harus memiliki suami yg bisa membimbing saya. Mungkin mulai dr diri saya sendiri memperbaiki diri agar bisa mendapatkan suami seperti apa yg saya harapkan”. Dan sedikit banyak perubahan ini karena masa lalu saya. Kemudian allah menuntun saya dengan menghadirkan teman2 yg sama2 ingin berhijrah itu yg membuat saya semakin termotivasi. Lagi lagi allah menuntun saya dengan memberikan saya rejeki dan kesempatan untuk mengajar di salah satu sekolah islam. Di sekolah tersebut menuntut saya untuk menyesuaikan diri, mulai dr pakaian yg harus syar’i, kegiatan tahfidz, melakukan sholat duha sebelum belajar, baca alquran sebelum belajar, dan sholat berjamaah. Syukur alhamdulillah, ‘otw hijrah’ saya tidak terlalu banyak menemukan kendala. Sedikit demi sedikit saya bisa menyesuaikan diri dan mulai terbiasa. hijab yg biasanya bisa hanya dg 1 hijab saja, skrg harus berlapis karena transfaran, dan yg biasanya dilipat panjang skrg harus dilipat pendek agar hijab menjulur menutupi tubuh. Awalnya aga sedikit repot karena harus berhijab syari dg hijab yg bukan syari, memadupadankan 2 hijab agar terlihat serasi. Tapi setelah dicoba ternyata proses dan cara pemakaiannya masih tetap sama seperti hijab yg saya gunakan sebelumnya, waktu yg diperlukan tidak begitu lama. Yaa sekarang saya sudah mulai terbiasa dan bisa menggunakan hijab syari dg memanfaatkan hijab2 saya sebelumnya. akhirnya mulai terbiasa dan mulai ketagihan untuk berhijab dan berpakaian syari meskipun hal ini belum berlangsung lama. otw hijrah saya ini mulai dirasakan org2 rumah, dan alhamdulillah mereka sangat mendukung. Oh iya, ada satu cerita lagi.. ketika saya sudah mulai mencoba untuk berhijab syari ini suatu ketika saya bertemu dan berkumpul dg sahabat2 saya, yg sebelumnya kita berteman udh cuku lama dan cukup dekat baik teman laki laki maupun dg perempuan. Karena kebiasaan berjabatan tangan sebagai tanda menyapa, mereka (teman-teman yg laki2) tidak sungkan untuk berjabat tangan dengan saya meskipun saya sudah berhijab syari. disitu saya bingung, krna sudah merasa dekat jd dianggap biasa aja. Tapi hati kecil mulai menolak, hanya bingung harus bertindak bagaimana. Ada pula cerita dari teman perempuan saya, ketika saya berhijab syari saat bertemu dan bermain dg dia, dy melihat saya dengan ekspresi kaget dg spontannya dy berkata ‘subhanallah, buguru .. aduh jd g bisa bebas ajak main kalau ky gini mah”. Mungkin ini sebagian dr cerita hijrah saya. Doakan saya semoga saya bisa ya ukhti. Ternyata dalam proses hijrah itu tidak mudah, semakin banyak godaan yg nampak. Niat harus lebih dikuatkan dan diluruskan .. minta agar allah terus membimbing kita. Sering sharing dg teman2 dan sahabat yg sholeh dan sholehah..

1 2 3 5