kisah hijrah

sinopsis buku kdkd duniajilbab, keputusanku untuk meninggalkannya

Baru ku sadari, bahwa jodoh tak hanya dalam mencari pasangan hidup, namun juga dalam mencari sahabatku. Walau bukan berasal dari keluarga kaya raya dan mewah, keluargaku dapat dibilang cukup mapan, tak pernah ku bedakan dengan siapa aku berkawan. Bukan dari rupanya, bukan dari hartanya, pun bukan dari asal-usul keluarganya. Bertahun-tahun aku memupuk jalinan per sahabatku dengan kawanku, sebut saja Nadia. Seseorang yang kutemui pada awal perkuliahan, hingga terjalin persahabatan 6

berani hijrah, sajadah cinta, Jalan Hijrahku, memaksa berhijab, remaja islam, shalawat, hidayah dan berhijrah, gaul dan syari, lebih baik, menjadi lebih baik

Inspirasi Hijrah Muslimah @Rifahk7 [email protected] hijrah… bisa saja sulit bukan karena cobaan dan ujiannya namun untuk mengistiqomahkannya hijrah… kebanyakan orang bilang,”kau yakin dengan perubahan seperti ini? kau yakin? kau takan dikenal orang lagi. tapi Allah lebih tau niatku, niat bukan karena manusia melainkan untuk-Nya. Allah sayang kepadaku dengan mengasihnya hidayah kepadaku lewat perantara yang Dia pilih. awal sebuah penghijrahan memang sulit, bisa dikatakan seperti itu. namun dengan niat dan keyakinan

allah merubah hidupku, cinta dia, berkerudung, buat apa berjilbab

  Assalamualaikum.Wr.Wb Ukhti tercinta , punyakah kau teman spesial? Atau bisa disebut pacar, adakah? Jika ada mari kita sedikit flashback. Ukht, apakah dia sosok yang baru kau kenal? Apakah kamu pernah berbagi cerita dengannya? Apakah dia pernah mengutarakan kenapa memilihmu untuk dijadikan kekasih? Setelah ukhti mengetahui semua jawaban pertanyaan di atas, menurut saya alasan para laki-laki untuk mendekati lawan jenisnya adalah hanya karena penasaaran atau kasihan. Mungkin sering kali terjadi

sinopsis buku kdkd duniajilbab, keputusanku untuk meninggalkannya

Hijrah Syari … Ini bagian dari kisah “AKU TEMUKAN DIA DALAM CINTA-NYA”, kali ini aku akan berbagi kisah ketika awal mula aku masuk Pondok Pesantren Al-Muttaqin. Di Al-muttqin lah tempat aku mengenal Islam lebih dekat.  Dimana aku mulai mengenal huruf hijaiyah, belajar shalat, membaca Al-Qur’an dan menghafalkan surat-surat pendek. Banyak pelajaran yang aku dapat disana, selain ilmu agama, aku juga belajar tentang hidup sederhana dan mandiri. Jauh dari kehidupanku sebelumnya

kisah taubat seorang pezina, saling mengingatkan ukhti, istanaku, hijrah dengan hati, wanita muslim, hidayahku, ridho

Akhir-akhir ini banyak sekali kita jumpai kaum wanita Muslimah, baik remaja maupun dewasa mengenakan pakaian Muslimah dengan berbagai warna, corak dan model. Jika kita cermati, tidak semua kaum Muslim memiliki pandangan yang jelas tentang pakaian Muslimah. Faktanya, banyak wanita muslim yang mengenakan kerudung hanya menutupi rambut saja, sedangkan leher dan sebagian lengan masih tampak. Ada juga yang berkerudung tetapi tetap memakai busana yang ketat, misalnya, sehingga lekuk tubuhnya tampak. Yang

allah merubah hidupku, cinta dia, berkerudung, buat apa berjilbab

Allah merubah hidupku … Awalnya aku hanya berteman dengannya, memang ada gosip aku berpacaran dengannya selama beberapa hari, awalnya aku tak menggubris gosip semacam itu, dan ternyata gosip itu muncul karena dia mencoba mendekatiku tanpa aku sadari, aku baru menyadarinya ketika nenekku meninggal dunia, saat itu aku tidak mempunyai kontak bbmnya sama sekali, tapi saudara ku bilang dia meminta kontakku darinya, dan “dddrrrrtttt” hpku bergetar ternyata ada bbm darinya yang

berani hijrah, sajadah cinta, Jalan Hijrahku, memaksa berhijab, remaja islam, shalawat, hidayah dan berhijrah, gaul dan syari, lebih baik, menjadi lebih baik

assalamualaikum semua ini Jalan Hijrahku … saya dresta, saya akan menceritakan kisah saya sendiri,mungkin ini aib, tapi saya tidak malu,karena ini adalah hidup yang harus saya jalani sebelumnya, saya tidak berjilbab,pakaian ketat,celana jeans ketat,bergaul dengan laki laki melebihi batas,sudah biasa bagiku dulu sampai akhirnya aku lulus sma dan kuliah baru aku memilih memakai jilbab. mungkin ini bukan jilbab, karena aku juga masih menggunakan celana ketat,walaupun pakaianku sudah longgar,jilbab yang aku pakai

berani hijrah, sajadah cinta, Jalan Hijrahku, memaksa berhijab, remaja islam, shalawat, hidayah dan berhijrah, gaul dan syari, lebih baik, menjadi lebih baik

Keimanan, di awal memang harus “dipaksa”. Gak pernah puasa tapi dipaksain puasa hingga akhirnya terbiasa. Gak pernah sholat dipaksa untuk sholat. Gak pernah bangun tengah malam utk tahajud tapi dipaksa bangun utk sholat. Jarang sedekah hingga akhirnya dipaksain utk rutin sedekah. Awalnya kita “paksa” diri ini. Namun setelah mendapat kenikmatan dari amalan-amalan tsb, keterpaksaan itu hilang menjadi kebiasaan hingga akhirnya menjadi keikhlasan. Saat masuk SMP, alhamdulillah ayah ibu “maksa” aku

allah merubah hidupku, cinta dia, berkerudung, buat apa berjilbab

Tepat 2012 tepat kelas 1 SMK alhamdulillah aku pergi meninggalkan rumah untuk belajar. Tekatku sempat goyah karena aku takut duniaku terkurung dalam masa yang kekang. Aku tinggal di Asrama Mamba`ul Falah yang masih dalam naungan pondok pesantren besar di mojosari. Mungkin hari pertama itu adalah hari yang sangat menyebalkan bahkan rasanya putus asa takut aku akan putus asa .. tapi berjalannya waktu membuatku mengerti bagaimama sebenarnya hidup meski di usiaku

istri yang romantis, cintaku di sepertiga malam

Assalamualikum, saya ingin coba untuk berbagi kisah ‘otw hijrah’ saya. Kenapa ot2 hijab agar terlihat serasi. Tapi setelah dicoba ternyata proses dan cara pemakaiannya masih tetap sama seperti hijab yg saya gunakan sebelumnya, waktu yg diperlukan tidak begitu lama. Yaa sekarang saya sudah mulai terbiasa dan bisa menggunakan hijab syari dg memanfaatkan hijab2 saya sebelumnya. akhirnya mulai terbiasa dan mulai ketagihan untuk berhijab dan berpakaian syari meskipun hal ini belum berlangsung lama. otw hijrah saya ini mulai dirasakan org2 rumah, dan alhamdulillah mereka sangat mendukung. Oh iya, ada satu cerita lagi.. ketika saya sudah mulai mencoba untuk berhijab syari ini suatu ketika saya bertemu dan berkumpul dg sahabat2 saya, yg sebelumnya kita berteman udh cuku lama dan cukup dekat baik teman laki laki maupun dg perempuan. Karena kebiasaan berjabatan tangan sebagai tanda menyapa, mereka (teman-teman yg laki2) tidak sungkan untuk berjabat tangan dengan saya meskipun saya sudah berhijab syari. disitu saya bingung, krna sudah merasa dekat jd dianggap biasa aja. Tapi hati kecil mulai menolak, hanya bingung harus bertindak bagaimana. Ada pula cerita dari teman perempuan saya, ketika saya berhijab syari saat bertemu dan bermain dg dia, dy melihat saya dengan ekspresi kaget dg spontannya dy berkata ‘subhanallah, buguru .. aduh jd g bisa bebas ajak main kalau ky gini mah”. Mungkin ini sebagian dr cerita hijrah saya. Doakan saya semoga saya bisa istiqomah ya ukhti. Ternyata dalam proses hijrah itu tidak mudah, semakin banyak godaan yg nampak. Niat harus lebih dikuatkan dan diluruskan .. minta agar allah terus membimbing kita. Sering sharing dg teman2 dan sahabat yg sholeh dan sholehah.. w, karena saya merasa belum sepenuhnya berhijrah, masih mencoba dan belajar sedikit demi sedikit untuk hijrah. mungkin saat ini lah kata hijrah ini makin terdengar kencang di hati dan telinga saya. Kalau dengar kata hijrah, yg saya pahmi itu perubahan positif secara keseluruhan tidak hanya salah satu bagian saja. Mungkin di antara bagian yg lain cerita ‘otw hijrah saya’ lebih menarik dr proses menggunakan hijab. Alhamdulillah, saya berhijab sudaj cukup lama, meskipun awalnya tidak langsung permanen. Tapi lama kelamaan justru merasa aneh kalau tidak berhijab. Selama ini cara saya berkerudung belumlah syar’i, masih ingin tampil gaya meskipun dg hijab. Tapi semakin kesini saya mulai tertarik dan kagum jika melihat wanita cantik berhijab syar’i sehingga terlihat lebih anggun, cantik, dan bernilai plus plus plus. Baru tertarik saja, tp blm bisa mengikutinya karena merasa belum siap. Sempat mengutarakan ketertarikan ini pada sahabat dekat dan dia berkata seperti ini “kamu mau berhijab syar’i makin aja cowo2 pada kabur. Ga pake hijab syari aja pada minder”. Sempat aku iyakan perkataannya. Tapi dalam hati “iya ya, mgkn nnti saja kalau sudah menikah”. Sesekali saya pernah menggunakan hijab yg hampir syar’i ketika bertemu dan bermain bersama sahabat, mereka semua shock tapi dengan nada becandaan mereka panggil saya ukhti,dan yg laki2 dg tingkah becandanya ga berjabatan tangan layaknya menyapa seperti sebelumnya. saya bilang kepada mereka jangan seperti itu, saya masih saya yg dulu ga ada yg berubah. Insya Allah ada keinginan seperti itu tapi masih otw. Hehe
Awalnya keinginan hijrah itu karena memang untuk memperbaiki diri, dan akhir2 ini semakin ditunjukkan kebesaran Allah tentang kematian. Disitu saya mulai resah, saya ingin belajar islam lebih banyak lg, tp kemana dan dg siapa? Tiba2 terlintas dlm hati saya, “saya harus memiliki suami yg bisa membimbing saya. Mungkin mulai dr diri saya sendiri memperbaiki diri agar bisa mendapatkan suami seperti apa yg saya harapkan”. Dan sedikit banyak perubahan ini karena masa lalu saya. Kemudian allah menuntun saya dengan menghadirkan teman2 yg sama2 ingin berhijrah itu yg membuat saya semakin termotivasi. Lagi lagi allah menuntun saya dengan memberikan saya rejeki dan kesempatan untuk mengajar di salah satu sekolah islam. Di sekolah tersebut menuntut saya untuk menyesuaikan diri, mulai dr pakaian yg harus syar’i, kegiatan tahfidz, melakukan sholat duha sebelum belajar, baca alquran sebelum belajar, dan sholat berjamaah. Syukur alhamdulillah, ‘otw hijrah’ saya tidak terlalu banyak menemukan kendala. Sedikit demi sedikit saya bisa menyesuaikan diri dan mulai terbiasa. hijab yg biasanya bisa hanya dg 1 hijab saja, skrg harus berlapis karena transfaran, dan yg biasanya dilipat panjang skrg harus dilipat pendek agar hijab menjulur menutupi tubuh. Awalnya aga sedikit repot karena harus berhijab syari dg hijab yg bukan syari, memadupadankan 2 hijab agar terlihat serasi. Tapi setelah dicoba ternyata proses dan cara pemakaiannya masih tetap sama seperti hijab yg saya gunakan sebelumnya, waktu yg diperlukan tidak begitu lama. Yaa sekarang saya sudah mulai terbiasa dan bisa menggunakan hijab syari dg memanfaatkan hijab2 saya sebelumnya. akhirnya mulai terbiasa dan mulai ketagihan untuk berhijab dan berpakaian syari meskipun hal ini belum berlangsung lama. otw hijrah saya ini mulai dirasakan org2 rumah, dan alhamdulillah mereka sangat mendukung. Oh iya, ada satu cerita lagi.. ketika saya sudah mulai mencoba untuk berhijab syari ini suatu ketika saya bertemu dan berkumpul dg sahabat2 saya, yg sebelumnya kita berteman udh cuku lama dan cukup dekat baik teman laki laki maupun dg perempuan. Karena kebiasaan berjabatan tangan sebagai tanda menyapa, mereka (teman-teman yg laki2) tidak sungkan untuk berjabat tangan dengan saya meskipun saya sudah berhijab syari. disitu saya bingung, krna sudah merasa dekat jd dianggap biasa aja. Tapi hati kecil mulai menolak, hanya bingung harus bertindak bagaimana. Ada pula cerita dari teman perempuan saya, ketika saya berhijab syari saat bertemu dan bermain dg dia, dy melihat saya dengan ekspresi kaget dg spontannya dy berkata ‘subhanallah, buguru .. aduh jd g bisa bebas ajak main kalau ky gini mah”. Mungkin ini sebagian dr cerita hijrah saya. Doakan saya semoga saya bisa ya ukhti. Ternyata dalam proses hijrah itu tidak mudah, semakin banyak godaan yg nampak. Niat harus lebih dikuatkan dan diluruskan .. minta agar allah terus membimbing kita. Sering sharing dg teman2 dan sahabat yg sholeh dan sholehah..