Artikel Islami Penyejuk Hati

Untuk Apa Membenci ?



Mungkin anda terheran-heran, kenapa saat ini hidup saya lebih simple dan enjoy ? Bukan dengan kegalauan saya karna meninggalkan anda para mantan.

Stop thingking about it, awalnya saya memang galau. Bahkan serasa tak ada semangat hidup. Hari terus berjalan, dunia terus berputar. Setiap orang selalu menyemangati saya.

Come on girls, you have time to change for better then, then, and then. Perubahan itu tidak mungkin dalam satu kedipan mata saja akan terjadi. Ada proses guys. Seperti pembentukan manusia, seperti perputaran bumi.

Semua butuh proses.

buat apa membenci

Dan saya akui sekarang saya sudah naik kelas, satu tingkat lebih diatas anda. Tidak percaya ? Silahkan saja. Toh hanya saya dan Allah yang tau. Simpel saja, ketika kita memang niat berubah untuk kebaikan. Tangan Allah akan membimbing kita dengan mudah. Asalakan itu niat ikhlas karenaNya.

Seperti yang saya katakan pada seseorang “Jika kamu mau berubah, berubahlah. Asalkan niatmu karna Allah biar berkah nantinya”

Dan saya merasakan itu sekarang. Benci ? Marah ? Dendam ? Memaki ? Menyumpah ?

Tidak akan saya lakukan, karna hanya akan membuat saya menata hidup menjadi lebih baik lagi akan terbebani.

Hati saya memang sakit, rasa sayang itu masih ada, namun tidak harus langkah saya terhenti kan ?

Ayoo lah, move up. Jangan jadi orang yang merugi karna waktumu sia-sia saja jika cuma stalk pada satu posisi 😀

(Dewi Wika)

Assalamu’alaikum Sahabat Shalihah
Klik tombol love untuk menyukai artikelnya

Dengan menyukai, kalian telah membantu kami untuk menunjukan mana artikel terbaik. Jazakumullah Khairan Katsiran 🙂

6 Responses

  1. Assalamu\’alaikum ukhti, saya mau nanya,bagaimana cara kita menjaga pandangan dengan yg bkan muhrimnya? atau bergaul dengan laki-laki itu wajarnya sperti apa? saya ingin sekali menjaga pandangan dan sikap serta memberi batas bergaul dengan laki2 yg blm muhrimnya,tapi saya bingung karena situasi sekolah saya yg ber notabene sekolah negeri. Mohon sarannya ukhti. Terima kasih:)

    1. Walaikumsalam ukhti, sekedar sharing pengalaman saja, dije rasa, yang perlu ukhti lakukan adalah tetap menjaga hati agar selalu bersih, berhubungan dengan lawan jenis yang bukan muhrim adalah ketika benar-benar perlu dan dengan tujuan yang jelas.

      ada kalanya kita kagum dengan seorang lawan jenis, panjatkan doa pada Allah. Bila ia memang jodoh, Allah akan berikan petunjuk. Lakukanlah juga puasa ketika ada hal hal dan perasaan yang sulit ukhti bendung. Semoga kita bisa selalu istiqomah. 🙂

      1. Lalu bagaimana hukumnya kalau saya sebagai murid harus salim dengan guru laki-laki? Teman saya pernah bilang itu dilarang,apakah benar? kan dia sebagai guru dan usianya jauh di atas kita? Mohon penjelasannya ukhti:)

        1. menurut saya karena kita dalam negara indonesia belum negara islam mungkin banyak yang beranggapan bahwa salam kepada orang yg lebih tua adalah biasa, sedangkan dalam hadist tidak boleh bersentuhan selain dengan muhrimnya, selama dengan niat menghormati guru.. insya allah tidak apa apa. (putriyuniesha-admin dije)

          1. ohh begitu yaa, terima kasih sudah mau berbagi 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *