Artikel Islami Penyejuk Hati

Seorang Akhwat yang Mengajak Seorang Ikhwan untuk Menikah



Halo selamat siang sobat dije semua^^, gimana nih sobat dije sehat selalu kan? Semoga di hari ini kita selalu diberi kesehatan, diberikan kesabaran, diberikan rezeki, dijadi menjadi pribadi yang lebih baik lagi oleh Allah SWT. Ana juga berharap semoga sobat dije semuanya selalu berada di jalan Allah, menjalani perintah yang diajarkan oleh Allah SWT dan juga menjauhkan diri dari segala larangan dari Allah SWT juga. Sobat dije, kali ini dije akan menceritakan sebuah kisah yang menurut ana luar biasa karena awalnya dilakukan oleh seorang akhwat. Kisah ini merupakan kisah dari seorang akhwat yang kini menjadi istri sholehah.

Seorang akhwat sholehah yang melamar seorang ikhwan. Kisah seorang akhwat sholehah ini menginspirasi kita supaya kita juga bisa memberanikan diri untuk mengajak seorang ikhwan tunangan jika sekiranya kita sudah mendapatkan seorang ikhwan yang memang baik dan sesuai dengan syariat islam tentunya juga merupakan seorang akhwat pria yang shaleh.

Dalam kisah seorang akhwat sholehah ini juga bisa menginspirasi kita sekaligus memotivasi kita mengenai bagaimana sepasang suami dan istri menjadi tim yang baik dalam membangun kebersamaan, kemandirian, dan kelanggengan didalam rumah tangga. Kisah istri sholehah ini juga menceritakan tentang ahlak baik seorang akhwat yang pada saat ia kehabisan uang, ia pun sangat sungkan untuk meminta kepada suaminya. Istri sholehah ini takut jika ia akan melukai hati suaminya tersebut. Kisah ini juga mengajarkan kita untuk bersikap taat kepada suami kita.

Bagaimana serunya kisah istri sholehah ini? Pasti pada kepo kan ya sama kisahnya kayak gimana, Hehehe…. Kalo gitu, yuk sobat dije semua, mari kita simak kisah nya dibawah ini.

Pada suatu waktu, istri sholehah ini mendatangi suaminya (yang dulu masih menjadi seorang teman di kampusnya) dan mengajaknya untuk menikah. Aneh nya istri sholehah ini lah yang menanyakan dan menawarkan diri untuk menikah. Ketika suaminya mendengar ajakan tersebut, suami dari istri sholehah itu langsung terdiam seribu bahasa hingga tidak dapat mengluarkan sepatah kata pun karena ia sangat terkejut ketika mendengar nya. Pada saat istri sholehah ini mengajak suaminya menikah, suaminya ini masih berkuliah dan sedang menempuh masa kuliah semeseter delapan. Lebih daridua menit dia masih terdiam, bengong, dan terkejut mengdengar ajakan si istri sholehah untuk khitbah dan juga menikah. Akhirnya setelah istri sholehah ini menunggu, akhirnya suaminya tersebut bertanya kepadanya, “Afwan ukhti, anti ingin mahar apa dari saya jika kita menikah?”. Dan istri sholehah itu pun menjawab pertanyaan suaminya tersebut, “Cukup hanya dengan antum bersedia untuk menikah dengan ana juga itu sudah lebih dari cukup untuk digunakan sebagai mahar”. Mendengar hal itu kembali suaminya menjadi sangat lemas seperti seorang pria yang habis mendaki dan mengelilingi gunung sambil berlari – lari.

Keesokan harinya datanglah nazhar, dan suaminya itu pun mengkhitbah si istri sholehah tersebut. Setelah prosesi khitbah selesai, suaminya itu pun mengumpulkan uang untuk menikah dengan cara menjual sepedah miliknya juga bersama dengan komputernya. Semua hasil dari penjualan tersebut pun akhirnya digunakan sebagai mahar pernikahan mereka. Selain itu istri sholehah ini juga membantu suaminya tersebut untuk mengumpulkan biaya pernikahan mereka. Dan mereka pun akhirnya mengumpulkan uang untuk pernikahan mereka bersama – sama.

Akhirnya setelah sebulan lamanya, mereka pun akhirnya resmi menikah dan sudah sah menjadi pasangan suami istri. Di awal pernikahan mereka sang suami belum memiliki pendapatan apa – apa. Dengan modal dari kantong pribadi masing – masing, akhirnya mereka pun memutuskan untuk membuka usaha jual beli mobil. Namun, selama menjalan kan usaha ini, istri sholehah ini tidak pernah menanyakan seberapa hasil dan pendapatan yang suaminya itu terima selama menjalankan usaha jual beli tersebut. Selama pernikaha mereka, si istri sholehah ini belum pernah meminta uang se sen pun kepada suaminya tersebut. Hingga kini pun si istri sholehah jika tidak diberi uang akan tetap diam dan tetap menghargai usaha suaminya tersebut.

Assalamu’alaikum Sahabat Shalihah
Klik tombol love untuk menyukai artikelnya

Dengan menyukai, kalian telah membantu kami untuk menunjukan mana artikel terbaik. Jazakumullah Khairan Katsiran 🙂

Laman: 1 2 3 4

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *