Mencintai-Nya sebelum Mencintainya

Jangan katakan cinta sebelum kau mencintai-Nya. Dan jangan terima cintanya sebelum ia mencintai-Nya. Sebuah hal yang jarang terjadi. Ketika cinta bersemi diatas cinta akan pemilik cinta sesungguhnya. Jika mencintai-Nya sudah terpatri dan menancap dalam sanubari. Rasa sakit hati dan kecewa akan sirna bersama perasaan cinta kepada-Nya yang lebih besar. Namun menumbuhkannya membutuhkan kepercayaan sebagai makanan pokok yang musti ada dalam setiap perjalanan cinta itu. Baik ketika sendiri atau bersama hamba-hamba-Nya. Bukan hanya ada percaya ketika ada orang yang kita cintai di sisi kita tapi dalam kesendirian pun rasa mencintai yang tumbuh dari kepercayaan terhadap-Nya pun harus dipupuk dan disemai.

Dengan mencintai-Nya, rasa sendiri ketika tak berada disisi orang yang kita cinta akan sirna. Karena ada cinta yang lebih besar yang mendampingi kita. Ketika harus bersama memperjuangkan-Nya, hal itu tidak menjadi kepayahan yang berarti. Terlebih jika mengetahui ada jaminan dari-Nya akan dunia dan seisinya. Sungai-sungai jernih yang mengalir atas kehendak-Nya. Yang langsung bisa diteguk airnya untuk melepas dahaga.

Bagi para penegak dienul Islam, tak ada pilihan lain selain mencari pendamping yang mencintai Allah semata dalam hidupnya. Kemudian mencintaimu berdasarkan cinta kepada-Nya.  Dan semua itu sudah cukup menjadi hujjah dihari kemudian disaat tak ada naungan bagi para pecinta-Nya kecuali naungan-Nya yang penuh cinta

Mencintai-Nya sebelum Mencintainya
4.5 (90%) 8 votes

Profile Status
ACTIVE