Cinta ini milikku

Semakin hari, yang ku rasakan semakin berbeda. Terkadang ada perasaan yang tidak bisa aku ungkapkan semenjak ada dirinya. Mungkin kah ini cinta? Cinta yang Allah titipkan kepada ku. Kedatangannya memang tidak pernah aku sangka selama ini, meskipun sudah lama aku mencarinya.

cinta ini milikku

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rasa ini bermula ketika aku duduk di bangku SMP. Awalnya perasaan ini biasa saja karena memang aku adalah tipe orang yang cuek terhadap lawan jenis yang ada disekitarku. Namun semua itu berubah ketika aku melihat wajah dari seorang laki-laki yang berbeda ketika itu. Wajah nya itu selalu aku perhatikan setiap waktu, ya memang dia itu sangat berbeda dengan laki-laki kebanyakan yang ada disekolahku. Dia adalah laki-laki yang pendiam dan tidak banyak tingkah seperti teman-teman laki-laki yang lainnya. Pernah terdengan rumor bahwa ia menyukai salah satu teman kami disekolah. Namun aku pada saat itu merasa biasa saja karena pada dasarnya memang kami tidak saling mengenal.

Waktu pun berlalu, berjalan dengan sangat cepat hingga aku pun tidak menyadarinya. Akhirnya laki-laki yang sering aku perhatikan itu pun lulus sekolah. Iya dia lulus duluan karena memang dia adalah kakak kelas ku. Aku pun turut bahagia dengan kelulusannya, namun hal itu juga sekaligus membautku sedih karena aku merasakan ada sesuatu yang terasa hilang dari pandanganku. Selama itu pula aku selalu mencari wajah itu, aku pun terkadang mulai merasa putus asa dan ingin menyudahi semua perasaan dan keinginanku yang begitu besa untuk berteman dengannya.

Akhirnya semua itu pun hanya tersimpan di dalam hatiku dan ku kubur dalam-dalam semua harapan ku dengannya serta angan-anganku untuk berteman dengannya. Aku pun kemudian melanjutkan hidupku, dan kehidupanku pun berjalan dengan normal seperti layak nya anak-anak SMP lainnya yang seumuran dengan ku. Akupun naik ke kelas 9 dan aku selalu berusaha untuk menepis semua perasaan yang sedang berperang di dalam hatiku. Perasaan cinta yang pernah Allah titipkan kepadaku untuknya. Ya, aku selalu berfikir mungkin itulah yang disebut dengan cinta. Ya, aku cinta dengan mahluk ciptaan Allah. Namun itu semua tetap tidak mengurangi sedikitpun rasa cintaku kepada Allah yang maha besar dan maha pencipta.

Waktu pun berlalu, tak sengaja aku melihatnya lagi… melihat lagi wajah yang sangat tidak asing lagi bagiku. Walaupun mungkin wajahku asing bagi dia, namun aku selalu melihat dia ketika dia berangkat SMP dulu karena setahuku rumahnya dekat dengan sekolah SMP yang dulu. Dia pun sudah SMA sekarang, ya itulah yang membuat aku dan dia semakin menjauh. Aku hanya selalu berharap kepada Allah agar semuanya bisa berjalan dengan baik-baik saja. Aku tau ya Allah mungkin ini adalah ujian darimu untuk mengetahui apakah aku lebih mencintai-Mu atau lebih mencintai ciptaan-Mu. Perasaan cinta ini kadang terasa membuat dadaku menjadi sesak.

Setelah aku SMA aku pun masih selalu mencari nya. Aku berusaha untuk menanyakan kabar nya kepada sahabat-sahabatku yang mengenalnya. Selain itu pun aku mencarinya melalui social-social media yang aku miliki pada saat itu. Namun tetap saja hasilnya nihil, tidak pernah aku menemukan tentangnya. Hingga akhirnya aku bisa berkomunikasi dengannya melalui sahabatku. Aku tidak tau mengapa mereka bisa saling mengenal, namun itu justru membuatku bahagia karena setelah sekian lama mencari keberadaannya secara diam-diam hingga kini akupun bisa berkomunikasi dengannya. Aku pun mengucapkan syukur kepada Allah atas segala doa yang Allah dengan dan juga Allah kabulkan. Terkadang itulah cara ku men cintai di dalam dia, selalu kusisipkan namanya di dalam doa-doaku sebelum aku pergi tidur. Namun komunikasi yang aku jalin bersama nya pun memang tidak berjalan dengan lama karena setelah berkomunikasi beberapa kali dengannya itu, ia pun menghilang bagaikan di telan bumi begitu saja. Tak banyak lagi yang bisa aku harapakan karena memang aku pun tidak berharap banyak dengannya walaupun aku selalu mendoakan kebahagiannya.

Aku mencoba dan terus mencoba untuk bersikap acuh, namun tetap saja perasaan itu tidak bisa bohong aku pun terus mencari-cari semua tentang dirinya meskipun tidak ada hasil yang aky dapatkan hingga aku lulus dari SMA. Saat itu pun aku memulai kehidupan baru ku dan melanjutkan pendidikan ku ke perguruan tinggi. Selama itu pula perlahan sedikit-sedikit rasa ingin tahu ku mulai berkurang, walaupun begitu aku tetap saja jika ada kesempatan masih mencari tahu tentang dirinya. Aku pun lulus dari bangku kuliah dan masih dengan hal yang sama aku pun belum menemukan informasi tentang dirinya sama sekali. Memang cinta itu jika dicari terkadang sulit sekali untuk di dapatkan. Setelah lulus kuliah akupun berharap agar aku bisa bekerja diluar kota karena yang aku tau dia juga pergi keluar kota entah untuk melanjutkan pendidikannya atau entah untuk bekerja, yang jelas aku juga ingin bekerja di luar kota.

Hingga akhirnya akupun kerja dan aku menjalani pekerjaanku dengan sangat bahagia. Dan yang lebih membuat ku bersyukur adalah karena setelah sekian lama aku menunggu akhirnya aku pun diberikan kesempatan untuk bekerja. Setelah beberapa bulan aku bekerja tanpa disangaka akupun menemukan hal yang menurutku istimewa. Ya, aku menemukan nya lwat media sosial. Pada saat itu pula perasaan ku sungguh bahagia, aku masih tak menyangka bisa menemukannya sekarang ini meskipun aku belum berkomunikasi lagi dengannya namun aku bahagia karena aku bisa menemukannya setelah sekian lama.

Akhirnya akupun memberanikan diri untuk menyapanya sampai akhirnya kita saling chat. Hubungan aku memang tidak ada yang spesial karena memang kita berjalan seadanya setiap hari aku selalu menunggu kabar ataupun cerita tentangnya. Aku mulai rindu dengan perhatiannya. Aku selalu mencari dan menunggu, Dia sering menghilang dan aku selalu berfikir negatif tentangnya namun dia selalu bilang “Maaf” karena memang urusan pekerjaan dan aku mulai belajar menghilangkan perasaan yang tak semestinya.

Terkadang aku ingin mencari kepastian darinya tentang semua hal tapi yang ada aku takut untuk terluka, aku takut kehilangan dia lagi hanya karena masalah perasaan. Aku berusaha mendekap perasaan ini dalam-dalam aku berusaha mengontrol sikapku, rasaku yang berhubungan dengannya. Aku mulai membiasakan diri untuk menjalani hari-hari tanpa dia meskipun sulit.

Cinta ini milikku memang aku yang memulai, aku menyebutmu dalam doaku,yang memilih kamu untuk tinggal dihatiku juga aku. Aku senang bermain kata, berlari agar bisa melangkah denganmu. Aku sendiri tak tahu akankah berakhir bahagia atau berakhir terluka yang pasti aku siap apapun itu. Tidak banyak yang aku harapkan darimu, kamu cukup duduk dengan tenang karena kamu sendiri tidak tahu keberadaanku. Karena yang ku tahu sikapmu pun terasa biasa-biasa saja bahkan ditengah-tengah percakapan kita bukan aku yang kamu harapkan. Aku hanya bisa menahan semuanya berharap Allah menguatkan aku, sedia untuk selalu menjadi pengaduanku dan selalu disampingku.

Dan untukmu ketahuilah aku menunggumu semenjak dahulu saat kita belum saling kenal.

Cinta ini milikku
4.4 (88%) 10 votes

Profile Status
ACTIVE