Taubatku di Hadapan Rasulullah

Ini merupakan kisah taubat seorang  pezina. Ia mengakui semua perbuatan yang ia lakukan dihadapan Rasulullah.

kisah taubat seorang pezina

Pandangannya tertunduk. Sorot matanya menyiratkan penyesalan yang mendalam. Perutnya tampak membesar.

“Wahai Rasulullah, aku telah berzina. Aku layak mendapat hukuman untuk di rajam. Maka tegakkanlah hukum untuk diriku,” kata wanita yang benar-benar ingin bertaubat. Ia memahami, dosa zina tidak mendapatkan ampunan secara sempurna kecuali dengan benar-benar bertaubat dan hukuman had ditegakkan. Ia meminta dirajam, dan ia tahu bahwa rajam akan merenggut nyawanya.

Mendengar kisah taubat seorang pezina ini, Rasulullah tidak langsung menjawab. Sebab dalam Islam, dosa zina yang tidak diketahui orang lain, pengadilan tak bisa menuntutnya. Dalam kisah taubat seorang pezina ini, dijelaskan bahwa secara Fiqih, hukuman had untuk zina ditegakkan apabila terdapat empat orang saksi yang melihat perbuatan tersebut. Tapi wanita ini datang sendiri mengakui.

“Janin dalam perut ini adalah buktinya ya Rasulullah,” lanjut wanita itu meyakinkan bahwa ia pantas dirajam.

“Pulanglah dan setelah bayimu lahir, engkau boleh kembali lagi ke sini,” demikian keputusan Rasulullah. Sungguh, beliau adalah Nabi yang selalu dibimbing wahyu. Beliau adalah hakim yang paling bijaksana sedunia. Kasih sayang adalah jiwa dari setiap keputusannya. Tidak mungkin bagi beliau menghukum seorang wanita yang tengah hamil. Bagaimana nasib kandungannya? Selain itu, menurut banyak ulama, Rasulullah juga memberikan kesempatan kepada wanita tersebut agar ia konsentrasi menjaga janinnya, menjaga bayinya dan terlupa dengan permintaan hukuman yang ia ajukan hari itu.

Hari demi hari berlalu dengan cepat. Beberapa bulan kemudian, wanita itu melahirkan. Lalu ia pun kembali menghadap Rasulullah. “Ya Rasulullah, aku wanita yang beberapa bulan lalu menghadapmu meminta ditegakkan had atasku. Maka rajamlah aku,” demikian kira-kira pinta wanita itu. Dan kembali Rasulullah menolak permintaan itu. Beliau menyuruhnya supaya merawat terlebih dulu anaknya, hingga masa menyusui selesai.

Ternyata wanita itu tidak lupa. Ia datang lagi setelah masa menyusui anaknya ia anggap cukup. “Ya Rasulullah, aku wanita yang dulu datang dan menghadapmu untuk memohon ditegakkan hukum had bagiku. Maka rajamlah aku.” Permintaan itu akhirnya dikabulkan Rasulullah. Beliau pun menegakkan hukum had atasnya. Hingga ia menghembuskan nafas terakhirnya.

Ketika Rasulullah menshalati jenazah wanita itu, Umar bin Khatab heran. “Wahai Rasulullah, apa yang Engkau lakukan? Mengapa Engkau menshalati wanita ini? Padahal wanita itu telah berbuat zina?”
Beliau lalu menjawab, “Wanita ini telah bertaubat dengan taubat yang seandainya taubatnya dibagikan kepada 70 orang dari penduduk di Madinah maka itu bisa mencukupi mereka. Apakah engkau pernah mendapati taubat yang lebih baik dari seseorang yang mengorbankan jiwanya dan hidupnya karena dan untuk Allah Ta’ala?”

Masya Allah… Dalam kisah taubat seorang pezina ini dapat kita lihat bahwa sungguh luar biasa wanita tersebut. Bahkan dia mendapat kedudukan yang laur biasa mulia di sisi Allah dan dalam pandangan Rasulullah. Taubatnya mencukupi untuk 70 orang dan taubatnya digolongkan sebagai taubat terbaik.

 

Melalui kisah taubat seorang pezina ini kita dapat melihat bahwa di dunia ini, tak ada orang yang bersih dari dosa dan kesalahan kecuali Nabi yang dijaga Allah (ma’shum). Dan seperti hadits Rasulullah, sebaik-baik orang yang bersalah ialah yang mengikutinya dengan taubat. Sebaik-baik orang yang berdosa ialah orang yang mau dan berniat untuk bertaubat dari dosanya. Kita semua pasti memiliki dosa, tetapi Allah akan selalu membukakan pintu taubat untuk kita para hamba yang memohon taubat kepada-Nya seperti dalam kisah taubat seorang pezina ini. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah kita mau bertaubat? Dan seperti apa kualitas taubat kita? Banyak sekali pelajaran yang dapat kita petik dari kisah taubat seorang pezina ini. Semoga dengan bacaan ini, kita bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Taubatku di Hadapan Rasulullah
5 (100%) 2 votes

Profile Status
ACTIVE