Inspirasi Hijrah

Penyesalan Panjang



Penyesalan yang cukup panjang …

Sebagian orang tak ingin mengungkit bahkan mengingat masa lalunya yang suram, namun jika masa-masa ini bisa membawa perubahan bagi orang lain untuk bangkit berubah ke arah lebih baik, tak ada salahnya jika aku membaginya. cerita ini diceritakan oleh seorang sahabat yang tak ingin muslimah lain ikut terjerumus ke jurang yang sama, jurang dosa bernama “pacaran”.

Betapa beruntungnya aku. memiliki kedua orangtua yang paham agama. Di didik dengan penuh kasih sayang dan pengenalan agama sejak dini. sejak kecil aku sudah diajarkan untuk membiasakan diri shalat 5 waktu dan juga ibadah-ibadah lain. Bukan hanya itu, aku dan saudara-saudaraku juga memiliki prestasi akademik yang bagus di sekolah. kami tak pernah keluar dari peringkat 3 besar. Subhanallah, betapa besar nikmat yang diberikan Allah pada keluargaku. Sejak SMP aku sudah diajarkan menutup aurat. Walau belum sesuai syariat Islam. Hidupku terlihat indah sampai aku memasuki bangku SMA…

Aku mulai salah langkah. Berawal dari seorang kakak kelas yang menyatakan rasa suka padaku. Ia kelas 3 saat aku kelas 1. Aku pikir aku bisa memanfaatkannya untuk membantuku mengerjakan PR. Jadi saat itu aku menerimanya. Aku berpacaran dengannya…

Astagfirullahaladziim…

Walau memang hanya bertanya masalah pelajaran dan memintanya membantuku mengerjakan PR. Namun disituIah awal mula aku terjerumus. tak hanya sampai situ, aku juga melepas hijabku saat aku pergi ke acara-acara tertentu disekolah karena ingin mengikuti tren. hubungan itu tak bertahan lama. saat ia memutuskanku dengan alasan ingin fokus ujian nasional. Aku yang saat itu mulai menyukainya justru patah hati untuk pertama kalinya. Seorang temanku mengatakan padaku bahwa lelaki tak hanya ia saja. Sejak saat itu aku mulai bergonta ganti pacar. Hanya status saja mulai dari teman lama sampai teman satu kelas. Kami tak pernah jalan bersama, karena memang orangtuaku melarangku keluar bersama lelaki. Jadi kami hanya bertemu disekolah atau hanya SMS-an.

Sampai suatu hari seorang temanku di suatu perguruan ilmu bela diri menyatakan kalau ia juga menyukaiku. Sebut saja dia A. Entah kenapa aku menerimanya padahal saat itu aku juga telah memiliki pacar. Lama kelamaan perasaanku lain padanya. Aku benar-benar menyukainya. Pacarku yang lain ku putuskan karena aku ingin setia padanya. Si A mulai berani mengajakku jalan. Berhubung ayahku tugas diluar kota, akupun memberanikan diri menerima ajakannya. Tentu saja dengan cara berbohong pada ibuku mengatakan kalau aku ingin pergi ke rumah bibi dan minta dijemput si A di sana.

Seperti bangkai yang dikubur lama, akhirnya tercium juga bau busuknya. Keluargaku akhirnya mengetahui hubunganku ini dan sampai ke telinga kedua orangtuaku. Mereka marah. paman dan bibiku menasehatiku, bahkan sampai mengataiku anak bandel. Namun aku tak peduli.

Awalnya hanya jalan biasa, lama kelamaan ia mulai berani memegang tangan, dan lain-lain secara berlebihan walaupun tidak sampai merenggut keperawananku. Yang menyakitkan, ia tiba-tiba saja meninggalkanku. Saat itu hatiku sungguh hancur. Padahal aku sudah berharap padanya. dari sini Allah sudah menegurku, namun aku tak menyadarinya. Allah menunjukkan padaku bahwa ia bukan lelaki yang baik. namun hatiku tertutup dan menangisinya terus menerus.

Kegalauanku berangsur membaik saat seorang teman sekelasku (sebut saja si B) mulai mendekatiku. Awalnya kami selalu bertengkar dikelas gara-gara masalah pelajaran. Ia sok pintar dan aku sangat sebal. Namun akhirnya kami malah jadi teman baik. Lama kelamaan iapun menyatakan rasa sukanya padaku. aku terjerumus untuk kedua kalinya.

Assalamu’alaikum Sahabat Shalihah
Klik tombol love untuk menyukai artikelnya

Dengan menyukai, kalian telah membantu kami untuk menunjukan mana artikel terbaik. Jazakumullah Khairan Katsiran 🙂

Laman: 1 2 3 4

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *