Inspirasi Hijrah

Ku Labuhkan Hatiku pada Sang Pemilik Hati



Assalamu’alaikum, ukhti…..

Aku seorang mahasiswi semester 3 di salah satu Universitas di Yogyakarta. Umurku 19 tahun. Aku terlahir dari keluarga yang sangat menyayangiku. Aku belum berjilbab sejak kecil, karena itu orang tuaku tidak pernah memaksaku berjilbab. Saat kecil, aku hanya berjilbab kalau ke tempat mengaji saja. Justru aku lebih sering memakai jilbab saat aku SMA, awalnya aku berjilbab karena SMA ku berbasis Islam dan mewajibkan siswinya untuk memakai jilbab.

Dari situlah aku mulai terbiasa keluar rumah memakai jilbab, lambat laun ibuku pun malu tidak memakai jilbab karena anaknya berjilbab. Tapi, selama ini jilbab yang aku pakai hanya sekedar “hijab  gaul” layaknya anak zaman sekarang. Hijabku masih sering terawang dan tidak menutup dada. Itupun masih suka lepas pakai. Bahkan jeans sangat sering menghiasi tubuhku. Tidak pernah terlintas dibenakku untuk mengenakan hijab syari. Malah dulu aku risih jika melihat wanita berjilbab syari karena menurutku sangat repot dan menyulitkan kegiatan sehari – hari.

Tetapi, semua itu dulu. Sekarang semuanya mulai berubah ketika Allah mulai mengizinkan aku menemukan hidayahku. Sekarang aku lebih senang ketika melihat cermin. Aku melihat wanita yang lebih tenang dengan jilbab yang mengulur ke badannya. Ya. Alhamdulillah sekarang aku mulai mengenakan hijab syari. Belum lama memang. Baru sekitar 2 bulan ini tepatnya sejak tanggal 5 Mei 2015 aku putuskan diriku untuk menutup aurat sesuai dengan cara yang ditentukan Allah SWT. Aku semakin menyadari betapa Allah menyayangi hambaNya. Semua ketentuan yang Allah buat sebenarnya untuk kebaikan seluruh umatNya. Hanya Islam-lah yang mengatur hambanya dalam hal berpakaian. Betapa indah Islam jika kita mau menyadarinya.

Ketentuan Allah membuat wanita menjadi lebih cantik lahir dan batinnya. Berpakaian sesuai syariat Islam sangat melindungi pemakainya dari godaan syaitan, kejahatan dunia maupun nafsu sesama manusia yang bukan mahramnya.

Aku bersyukur Allah sangat menyayangiku. Ia membukakan mata, telinga, pikiran dan hatiku agar aku semakin dekat denganNya. Tentu, semua perubahan yang terjadi padaku tidak semata – mata datang begitu saja. Aku juga punya cerita hijrah yang lumayan seru. Hehe. Jalan gelap dan rumit telah aku lewati, bahkan aku sempat putus asa hingga akhirnya aku menemukan setitik cahaya yang membawaku kearah yang jauh lebih baik. Banyak hal yang membuatku ingin berhijab syari. Aku sangat bersyukur karena hasil rentetan masa lalu telah membawaku sampai sejauh ini. Apapun yang aku capai sekarang maupun di masa depan nanti, semua karena pelajaran di masa lalu begitu membekas dan mampu membentukku.

Aku akan mulai menceritakan beberapa pengalaman hidupku yang sangat membekas hingga akhirnya mampu membuatku menjadi pribadi yang lebih kuat dan jauh lebih baik. Sebelumnya aku meminta maaf jika ada beberapa orang yang akan aku ceritakan nanti. Aku sama sekali tidak bermaksud ingin menjelek – jelekkan ataupun niat buruk lainnya. Semua ini aku tulis karena aku ingin berbagi pengalaman agar pembaca mampu mengambil hikmah dari cerita hidupku.

Agar tidak semakin banyak generasi muda yang merasakan hal yang sama. Bukankah tanpa kita melakukannya pun  kita bisa mengetahui sesuatu yang tidak perlu dilakukan dari pengalaman orang lain? Semoga kita semua dapat mengambil banyak pelajaran dari berbagai kisah diri sendiri maupun orang lain. Aamiin Ya Rabb.

Tepatnya saat aku kelas 2 SMA, aku mencintai seorang lelaki yang sekelas denganku. Dia orang yang baik hati, tulus, penuh kasih sayang, dan sangat perhatian. Mungkin awalnya aku hanya sebatas suka saja, sampai tiba – tiba dia sakit sampai koma sekitar 2 bulan dan aku tidak bisa bertemu dengannya karena dia di rawat di RS luar kota. Sesekali kita hanya bertegur sapa lewat sms. Dan sejak itu aku mulai merasa sedikit kehilangan sapaannya di kelas. Tapi setelah dia sembuh dan mulai kembali beraktivitas seperti biasa meskipun badannya masih kurus lemah. Aku masih sangat ingat bagaimana wajah dan tubuhnya saat pertama kali memasuki kelas. Aku ingat begitu dia duduk dikelas dia melihat kearahku hanya saja aku pura – pura tidak melihatnya. Setelah beberapa hari, dia mengajakku ke suatu tempat yang memang aku sedang ingin kesana dan dia menyatakan perasaannya kepadaku. Dia bilang mulai menyukaiku sejak kelas 1 SMA hanya saja dulu aku sama sekali tidak pernah menoleh kearahnya. Iya karena aku baru mengenalnya saat kita sekelas di kelas 2. Saat itu 11 November 2012 jam 11, aku sangat ingat tanggal dan jam itu dimana aku dan dia mulai berpacaran.

Assalamu’alaikum Sahabat Shalihah
Klik tombol love untuk menyukai artikelnya

Dengan menyukai, kalian telah membantu kami untuk menunjukan mana artikel terbaik. Jazakumullah Khairan Katsiran 🙂

Laman: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

16 Responses

  1. masyaa Allah ukh. saya sampai menangis membaca artikel ini. \”Allah yang menjamin dan itu cukup\”
    Terimakasih telah berbagi pengalaman hijrah yang luar biasa. Semoga kita semua dapat istiqomah selalu di jalan Allah. Aamiin ya rabbal alamiin 🙂

    1. Alhamdulillah.. Semoga bisa selalu menjadi inspirasi kebaikan bagi ukhti dan rekan-rekan. 🙂 Keep istiqomah di jalan Allah! ^^

  2. Sebuah perjalanan hijrah yang hampir mirip dengan saya, Ukhti.. Ternyata banyak juga kisah hijrah yang diawali dengan sebuah cobaan yang benar-benar menguji ketabahan hati dan jiwa.
    Artikel yang sangat baik dan semakin memperkuat keteguhan hati saya dalam menjalani proses hijrah sekarang ini.
    Jazakillah, Ukhti 🙂

  3. Assalamu\’alaikum..
    subbhanallah ukhti… sungguh indahnya ALLAH ciptakan perjlanan hijrah kita.. hingga kita takluk dg kekuasaan yang ALLAH berikan.
    smoga kita tetap istiqamah dijalan-Nya ya ukhti..
    slam ukhuwah islamiyah ya..:)

  4. MasyaaAllah ya ukhti…
    bgus x artikel nya mbak…
    terima kasih atas info dan saran ny ya mbak….
    hnya Allah Yang Maha Mengetahui yg tdak diketahui manusia….
    Jodoh, maut dan Rezeki sudah di tentukan oleh Allah, kita sbgai hambanya mesti bnya berusaha dan berdo\’a..

  5. subhanallah ukhty. saya smpai nangis baca artikel ini
    terima kasih udah berbagi pengalaman. semoga bisa menjadi panutan buat saya.
    amin…

  6. Wah inti ceritanya sama banget nih dg pengalaman saya. semoga kita selalu diberi hidayah dan istiqomah ya. Kita pasti kuat. 🙂

  7. Subhanalloh , saya sampai meneteskan air mata, trimakasih atas inpirasinya

  8. Assalamualaikum ukhti , sampai nangis saya membca cerita pngalaman smoga saya bisa seprti ukhti

  9. Sampai menangis membacanya karena cerita hdupku pun sama. Alhamdulillah Allah msi mmberi kta ksempatan untuk mnjemput hidayah.ya..

    1. Alhamdulillah, Allah masih menyayangi kita ukhti

  10. Masya Allah… smoga saya bisa menyusul istiqomhnya kakak ya… mohon do\’anya. 🙂
    saya tunggu cerita selanjutnya ya kak, saya tunggu akhir dari labuhan hati kakak (Author).

    1. aamiin. insyaAllah semoga saya bisa berbagi kisah selanjutnya yaa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *