Inspirasi Hijrah

Ketika Allah Menegurmu dengan Kasih Sayang Nya

Pergaulan Menghancurkan Hidupku


Bismillah..

Assalamu’alaykum wr.wb

Namu ku Siti Zakiyah,aku adalah seorang mahasiswi disalah satu Perguruan Tinggi Swasta di Bandung. Aku ingin berbagi kisah hijrahku.

Semua berawal ketika aku mengagumi seorang laki-laki yang mana ia adalah kakak tingkatku di sekolah,aku mengaguminya karena sikapnya yang pendiam dan sepertinya dimata ku ia berbeda dengan lelaki jaman sekarang. Aku sempat konyol dibuatnya,karena baru pertama kali aku suka terhadap lelaki sampai seperti ini,aku mengetahui namanya dari sebuah pengumuman lomba OSN yang diumumkan seusai upacara bendera itu. Aku mempunyai sahabat yang aku percaya,aku beranikan diri untuk curhat dengannya tentang rasaku saat itu. Del,aku kagum deh sama kakak itu. .ujar ku kepada sahabatku itu.Hehehe. .dia pendiem ya mbak orangnya? Balas sahabatku. . .Hehehe iya euy ,beda kayanya sama cowok-cowok lain! Jedderrr.

Singkat cerita tak lama kemudian aku mengenalnya dan menjadi dekat dengannya aku pun beranikan diri untuk meminjam buku-buku pelajaran untuk referensi belajarku karena dia kakak tingkatku.Semakin dekat hubungan kami,ia pun menyatakan perasaannya kepadaku,dengan bodohnya aku jawab “YAA” dan kita resmi menjadi pasangan tidak halal “PACARAN” wkwkwk

Setahun berlalu hubungan kami langgeng-langgeng saja,setelah setahun lebih dan dia mulai masuk dunia perkuliahan,sikapnya semakin beda terhadapku,ia dingin dan jarang menghubungiku. Hingga seringlah terjadi pertengkaran-pertengkaran didalam hubungan kami. Yang menyakitkan hati dan mungkin masih sangat aku ingat adalah perkataanya ketika aku bertanya “Kak,kok sekarang beda sih? Kuliah sibuk banget ya sampai tdk ada waktu lagi?” dia menjawab dengan entengnya “Hey,pacaran itu tidak mesti selalu komunikasi,terserahku mau menghubungimu kapan aja,mau sehari sekali,seminggu sekali,sebulan sekali,setahun sekali,bahkan sampai aku lulus kuliah pun baru menghubungimu tdk masalah!” jlebbb rasanya.

padahal kondisiku itu sedang sakit-sakit yang mana gampang rapuh dengan kata-kata kasar,aku pun menangis sejadinya seakan tak berdaya dibuat cintaku kepadanya aku menjadi manusia bodoh yang diperbudak cinta. Bahkan ketika ia bercerita kepadaku dengan sangat sejujur-jujurnya bahwa dia sedang mengagumi tiga cewek di kampusnya 2 cewek satu kelas dengannya dan 1 cewek berbeda fakultas dengannya,dengan ikhlasnya aku menerima semua curahan hatinya itu walau hati sakit terasa seperti teriris-iris. Ia pun meminta izin untuk mencari pacar baru yang alasannya hanya untuk bersenang-senang namun persaannya hanya untukku katanya,aku mendengar itu semua usai aku operasi,karena kondisiku sangat lemah karena penyakit ku waktu itu. Hati juga semakin lemah taka da semangat karena kelakuan pasangan tidak halalku itu.

Sempat rasanya ingin akhiri saja hidupku,meminum OBAT ANTI SERANGGA rasanya yang terbaik,setan menggodaku waktu itu,rasa gegana selalu menyelimutiku setiap hari kondisiku semakin memburuk,rasanya aku tak tahu harus bagaimana. Aku pun lama tidak sekolah karena sakitku,aku sempat melihat ayahku menangis karena konisiku. Bodoh!!! Kenapa aku seperti ini? Kenapa aku sangat amat lemah? Mana aku yang dulu? Mana aku yang ingin menjadi seorang statistisi???

Entah jalan hidayah dari Allah atau bagaimana aku tiba-tiba menelepon pasangan tidak halalku itu namun sempat tidak ia anggat karena memang sudah hamper satu minggu ia tidak memberi kabar kepadaku. Aku pun sms kepadanya “Tolong angkat,aku mau ngomong penting soal hubungan kita.” Ia pun mengangkat telponku dan aku katakan bahwa aku mau putus saja darinya karena aku rasa tidak ada arti juga aku menjalin hubungan dengannya,dan dengan nada senang,ia pun mengaamiini pernyataanku lalu penutup teleponku.

Assalamu’alaikum Sahabat Shalihah
Klik tombol love untuk menyukai artikelnya

Dengan menyukai, kalian telah membantu kami untuk menunjukan mana artikel terbaik. Jazakumullah Khairan Katsiran 🙂

Laman: 1 2 3

4 Responses

  1. Sangat mengagumkan :\’) bismillah semoga saya bisa berhijrah

Tinggalkan Balasan ke fildza alifah hulwani Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *