Inspirasi Hijrah

Ketika Allah Menegurmu dengan Kasih Sayang Nya

Pergaulan Menghancurkan Hidupku


Nangis memang awalnya,namun aku berusaha kembali untuk sembuh dari rasa sakit badanku dan rasa sakit hatiku. Hal itu pun membuatku sadar bahwa pacaran merupakan penyebab seorang wanita muslimah masuk neraka. Aku gak mau lagi seperti itu.

Aku teringat akan mimpiku yang ingin menjadi seorang statistisi. Aku beranikan diriku untuk membuka lembaran baru walau kadang masih teringat sosoknya yang selama satu tahun lebih menemaniku.

Aku sudah naik di bangku kelas XII SMA aku isi hari-hari ku dengan bimbel untuk UN dan masuk perguruan tinggi. Waktu itu aku tidak antusias dengan PTN,aku lebih antusias dengan PTK,walau tidak bisa dipungkiri aku belajar untuk masuk PTN juga. Seusai aku lulus SMA,aku ingin sekali menjadi mahasiswi disalah satu PTK yang ada di Jakarta Timur,PDHnya berwarna biru.Ahh. .terlihat gagah rasanya jika aku mengenakannya,hayalanku pun selamgit. . .sampai-sampai aku ikuti bimbel untuk masuk ke PTK itu. Aku dipertemukan dengan tiga orang yang sangat menginspirasiku dua akhwat yang in shaa Allah solehah dan satu ikhwan yang in shaa Alllah soleh.

Sebut saja kakak itu kak Mawar & kak Melati,kak Mawar adalah lulusan dari PTK idamanku itu yang sedang magang di BPS RI Jakarta Pusat,dan kak Melati adalah mahasiswi tingkat 2 di PTK itu dan kakak yang ikhwan itu sebut saja namanya kak Soleh :D. Aku sempat tinggal dengan kak Mawar,hari-hari ku lalui dekat dengan kampus impianku,oya ketika aku telah sangat dekat dengan kampus impianku aku sudah kali kedua mencoba PTK itu,yang pertama gagal.

Sering sekali aku diberi nasehat oleh kak Mawar,kak Melati,dan kak Soleh. Walaupun tidak bisa dipungkiri kak Mawar mungkin lebih mendominasi karena memang temtap ku tinggal di Jakarta hanya bersebelahan dengannya. Hari penantianpun tiba,hari itu aku merasa mudah dan merasa optimis dari testku yang terdahulu,aku merasa test keduaku ini adalah yang akan menjodohkan aku dengan kampus impianku. Aku merasa seimbang dengan do’a dan usahaku,aku begitu percaya diri sampai hari penantian pengumumanpun tiba. Tepat pukul 00.00 WIB aku sudah memantau web kampus impianku untuk melihat apakah pengumuman kelulusan tahap pertama sudah keluar,dan ternyata memang sudah keluar kubuka webnya dank u download pengumuman kelulusannya,ku cari-cari nomer test ku,mana? Mana? Mana? Kok ga ada? Aku sempat tak percaya,aku ulangi berkali-kali untuk memastikan nomer testku ada atau tidak ada.

Jlebbb memang tidak ada nomer testku,aku gagal? Yeah aku gagal lagi? Berontak rasanya hatiku aku nangis sejadinya namun aku masih merahasikan itu kepada kedua orang tuaku. Aku tak berani,aku malu kepada mereka,sudah bimbel sampai sedekat itu dengan kampusnya aku masih juga gagal ahh bodohnya diri ini. Hati ini berkecamuk,merasa semua tidak adil. Allah memberikanku sakit dibadan ini,Alllah mempertemukanku dengan lelaki yang dimataku jahat,dan kini Allah gagalkan aku melangkah menuju impianku satu-satunya. Keesokan harinya aku beranikan diri untuk bercerita kepaa kedua orang tuaku,mereka tersenyum dan dengan bijak menjawab “Sabar sayang,mungkin bukan rejekimu di situ. Percayalah nak setiap orang itu punya ujiannya masing-masing,Allah tdk akan salah memberi rejeki,kamu punya jalan rejekimu,jodohmu,dam mautmu sendiri,tdk perlu sedih orang tua ikhlas dengan uang yang sudah dikeluarkan untuk bimbel,itu tidak seberapa nak. Semangatmu untuk menggapai mimpi adalah rejeki terbesar dari Allah,karena sekuat apapun usaha orang tua untuk mencari rejeki tapi anaknya tidak bersemangat itu serasa capek dan tak berguna nak”.

Assalamu’alaikum Sahabat Shalihah
Klik tombol love untuk menyukai artikelnya

Dengan menyukai, kalian telah membantu kami untuk menunjukan mana artikel terbaik. Jazakumullah Khairan Katsiran 🙂

Laman: 1 2 3

4 Responses

  1. Sangat mengagumkan :\’) bismillah semoga saya bisa berhijrah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *