Kemuliaan yang sempat tertunda

0
78

Assallamu’allaikum ukhti

Perkenalkan nama saya Vinanda
Saat ini saya mahasiswi di salah satu universitas di Surabaya. Sejak kecil saya menginginkan untuk masuk ke Universitas yg terkenal di Surabaya dan kebetulan dekat rumah yaitu di Universitas Airlangga.
Perjuangan saya sangatlah berat utk bisa menduduki bangku di kampus tsb. Dan keputusan saya untuk berhijab atau berjilbab juga tidak mudah dan menuai banyak ejekan yg meremehkan saya

Keinginan saya untuk berjilban sejak memasuki SMP, mama saya mendukungnya. Namun pada saat SMP kelas 7 saya masih belum juga berkerudung. Begitu sampai kelas 8 saya mencoba meminta kembali ke mama utk berkerudung. Namun mama hanya meng-iya-kan, akan tetapi mama mungkin mengira ini hanya permintaan anak-anak yg hanya ingin ikut-ikutan temannya. Terang saja alasan mama itu benar krn teman dekat saya ada yg sudah berjilbab dikelas 8 dan saya menceritakan itu kepada mama.

Hingga akhirnya aku kelas 9, aku meminta kembali kepada mama utk berjilbab. Akan tetapi lagi-lagi mama hanya meng-iya-kan. Mungkin dipikiran mama nanggung utk berjilbab di kelas 9 yg sebentar lagi akan Lulus dan masuk SMA. Aku tidak pernah menyalahkan mama ku atas ini semua, krna aku juga sadar utk berjilbab kita harus memulainya dari Nol. Mulai dari beli seragam baru hingga jilbab yg tdk murah. Dg keputusan yg menurut mama demikian, aku pun meng-iya-kan utk SMA saja aku mulai berhijab. Krna memasuki tahun ajaran baru yg memang dari awal lagi, jadi bisa membeli seragam baru dg lengan panjang.

Namun, lagi-lagi entah kenapa mama memesankan baju lengan pendek dan aku menerimanya begitu saja tanpa bertanya. Hingga akhirnya aku beranjak semakin besar dan mulai berpikir untuk tidak berjilbab dulu krna aku rasa aku belum siap dan belum pantas dg kelakuanku yg seperti saat itu. Yg masih suka bicara kasar,kotor, sholat masih bolong, ngaji ya sebisanya dan perilaku seperti laki2 lah pokoknya. Bisa dibilang nakal lah, tapi utk perilaku yg seharusnya wanita itu lembut dan kalem :”)

Hingga Akhir SMA, masa terakhir di SMA yg semua temanku sudah mulai memikirkan kuliah sedangkan aku masih bingung dg masa depanku yg bagaimana :”)

Sejak pengumuman kelulusan aku mulai memikirkan kuliah, aku tes Sana sini mencoba di berbagai universitas di surabaya.

Mencoba SNMPTN yg tdk Lolos hingga tes mandiri pertama di Unair juga tidak lolos, hingga akhirnya aku putus asa dan mencoba di IAIN Surabaya (sekarang UINSA). Dan ditengah-tengah melakukan berbagai tes mama mulai mengingatkan aku lagi utk berjilbab. Dg pertanyaan mama yg santai aku jadi kelabakan utk menjawab dan aku pun mulai berpikir macam2. Pertanyaan mama cuma simple “jadi kamu kapan mau jilbaban ? Kok dari dulu ditunda-tunda. Katanya SMP trus SMA eh sampek skrg juga ga ada omongnya lagi”
Pertanyaan itu yg mulai aku berpikir seperti ini ;
“apakah pantas aku yg seperti ini berjilbab ? Apakah aku bisa ? Ga malu-maluin islam ? Apakah aku masih bisa modis ? Ga norak ? Kalo aku masuk Uinsa apa aku bakalan kalem ? Apa aku jadi muslimah yg pake pakaian panjang2 gitu?”

Banyak banget pertanyaan yg terlintas di benakku. Dan semua itu membuat aku berpikir untuk mencari jawabannya. Aku sampai bertanya pada temanku sekelas yg sudah berjilbab dan aku rasa dia pantes utk berjilbab yg kalem, rajin sholat dll. Aku bertanya “mbak apakah aku kalo masuk Uinsa aku masih bisa modis ? Apa aku harus pake pakain panjang2 gitu ??”

Lalu dia menjawab “hehe yaa enggak lah vin, kamu masih bisa berjilbab dan tetap modis. Kamu ga perlu pakaian panjang2 gitu 🙂 yg penting kamu masih mengerti batasan kamu dalam berhijab dan belajar syar’i”

Tak lega sampai disitu aku mulai berpikir lagi dan mencoba menjawab dalam hati, “tapi sholatku ? Ngaji ? Apa aku ga malu kalo kelakuanku masih begitu tapi memakai jilbab ? Kan malu2in”

Hingga mama pun memberi wejangan yg menjawab semua pertanyaanku tadi.
“Gimana ? Kamu sudah kuliah sdh besar sudah saatnya utk berjilbab. Kalo mau ditunda sampai kapan lagi kamu mau nunda ? Kalo sudah setua mama ? Iya kalo umurmu panjang masih sempat berjilbab. Kalo enggak ?? Kamu gausa takut dg keadaanmu sekarang, mama tau kamu gimana di sekolah. JUSTRU DENGAN KAMU BERJILBAB, KAMU AKAN BISA LEBIH MEMBATASI DIRIMU DAN MALU DENGAN JILBABMU APABILA KAMU MELAKUKAN HAL NEGATIF. Kamu bisa belajar mulai dari sekarang utk memperdalam agamamu, JILBABMU BISA MENJADI “REM” BAGI DIRIMU”
Jadi kalo kamu melakukan apa-apa kamu mesti harus berpikir dulu.

Dari kata-kata mama itu aku mulai membuka seluruh pikiranku, dan aku berpikir memang mama itu benar. Dengan aku berjilbab setidaknya aku bisa membatasi diriku. Yg semula aku sholat masih bolong, aku jadi bisa mencoba melengkapi sholatku. Yg semula aku kasar dan berbicara kotor, aku jadi bisa meng-rem diri untuk tidak demikian :”)

Lalu hingga akhirnya aku masuk di Universitas Airlangga, mulai dari pendaftaran hingga ospek dan alhamdulillah sampai saat ini saya masih berkomitmen untuk berjilban 🙂
Meskipun awalnya ketemu dg teman-teman lama masih sering direndahkan dg alasan aku masuk di Unair dan ini nadzar ku apabila ketrima di Unair sampai aku dinilai tidak pantas dg kelakuanku yg mereka kenal “seperti itu”.
Hmm 🙂 aku cuma bisa tersenyum dengan semua omongan teman-temanku seperti itu :”) hehe

Aku berusaha membuktikan kepada mereka bahwa aku tidak seburuk yg mereka kira. Cuma alasan krna aku ketrima di Unair :”)
Terima Kasih mama yg selalu support aku dan terima kaih teman-temanku yg membuat aku semakin kuat untuk menjadi lebih baik :”)

Sekian
Terima kasih 🙂
Wassallam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini