Inspirasi Hijrah

Kembali ke Dalam Pelukan Allah



Aku mulai berhijab waktu kelas 1 SMP. Awalnya mama ga setuju, karena menurutnya tuh ribet. Aku sembunyi-sembunyi pakai jilbab hingga mama akhirnya luluh. Ketika SMP, aku mulai jatuh cinta pada seorang laki-laki (inisialnya H), tapi dia telah memiliki pacar. Akhirnya aku mundur. Dan tidak lama kemudian, aku justru pacaran sama laki-laki lain yang berinisial F selama kurang lebih satu tahun. Putus pada saat baru masuk SMA karena beda sekolah. Aku sekolah di SMAN 49. Kelas 1 SMA masih bandel, masih jarang shalat. Aku merasa jadi wanita yang sombong karena bisa sekolah di salah satu sekolah favorit. Pada saat kelas 2 SMA, aku masuk jurusan IPS. Makin menjadi-jadi sombongnya. Aku males belajar, males sholat. Aku kira, aku bisa jadi salah satu siswi yang berprestasi di jurusanku. Tapi, pada saat pengambilan rapot, semuanya sirna. Aku sedih. Aku malu sama mama, sama teman-teman, malu sama Allah. Aku nangis sejadi-jadinya minta ampun sama Allah, aku bilang mau berubah ke pelukan allah. Semester dua pas kelas 2 SMA itu aku mulai mengubah diri aku, yang tadinya males belajar, males sholat, aku jadi makin rajin sholat wajib, sholat sunnahnya, dan tadarusannya. Aku minta peringkat 10 besar di kelas, Allah kasih. Aku bahagia doa ku dikabulin Allah. Naik kelas 3 SMA, aku makin jadi ibadahnya. Tiap istirahat pertama selalu lari ke mushola, sholat dhuha. Aku selalu minta apapun itu ke Allah. Aku minta peringkat 10 besar lagi, Allah kasih lagi. Tentunya aku ga lupa belajar ya. Aku belajar mati-matian loh. Hingga pemilihan jurusan untuk masuk ke PTN, Allah masih kasih aku hadiah yang luar biasa. Aku minta ke pelukan Allah izinkan aku kuliah di UI jurusan Sastra Cina atau Ilmu Perpustakaan jika lewat jalur SNMPTN, izinkan aku menuntut ilmu jurusan Ilmu Ekonomi UI jika lewat jalur tes SBMPTN atau SIMAK UI. Allah kasih aku hadiah di jalur yang pertama. Ya Allah bahagiaaaaa. Semenjak Allah kabulin doaku pas semester kedua di kelas 2 SMA, aku percaya keajaiban doa dan usaha, dua hal itu harus seimbang. Dari jadi maba hingga awal semester 4 aku masih menerapkan itu (sholat wajib dan sunnah, selesai sholat selalu berdoa panjang lebar, tadarusan, hati yg selalu berdzikir).

Tapiiiii……ada seorang lelaki yg mulai mendekati aku. Dia adalah teman SMP ku, laki-laki yang pernah aku suka pada saat SMP. Awalnya aku bodo amatan, ga penting. Ternyata di dunia benar-benar ada setan ya. Laki-laki itu bilang kalau dia mimpi menikah dengan seorang wanita, anaknya ga cantik tp manis. Dia bilang gitu ke aku. Pas aku tanya kenapa bisa mimpiin wanita itu, dia bilang, “Pada saat itu w lagi terpuruk, setelah tahajud, doa ke Allah minta diberikan sosok yang bisa bikin w semangat lagi. Allah kirimkan dia ke mimpi w.” Awalnya dia ga percaya, mungkin cuma bunga tidur. Tapi dia mimpiin wanita itu lagi, mimpi menikah dengan wanita itu lagi. Akhirnya dia jujur ke aku kalau wanita yang ada di mimpi itu adalah aku. Aku kaget dong. Kenapa bisa? Kenapa harus aku? Dia bilang, “Karena hati w tersentuh sama sikap lo, Syif. Temen-temen w yg cewek banyak yg nasehatin w, tp cuma bilang sabar. Beda sama lo Syif. Beda banget. Ketika w cerita masalah kehidupan w ke lo, lo yang bisa bikin w tenang. Lo yang kasih saran ke w untuk mengadukan semuanya hanya ke Allah. Gitu Syif.”

Assalamu’alaikum Sahabat Shalihah
Klik tombol love untuk menyukai artikelnya

Dengan menyukai, kalian telah membantu kami untuk menunjukan mana artikel terbaik. Jazakumullah Khairan Katsiran 🙂

Laman: 1 2 3 4

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *