Karena Kau adalah Perhiasan Dunia

0

“Karena kau adalah perhiasan dunia”

Oleh : Maesya’bani

 

Tulisan ini kubuat khusus untukmu, ukhti. Seorang muslimah berparas cantik nan indah dipandang mata. Dengan balutan hijab yang menutup auratmu dengan sempurna. Seringkali kita dengar sebuah hadits riwayat Abdullah bin Amr bin’Ash : “Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita shalihah”. Hadits tersebut menjelaskan betapa berharganya seorang wanita shalihah. Tapi apakah diri ini sudah masuk kedalam kategori shalihah yang sesungguhnya?

hijrah duniajilbab

Allah memerintahkan kepada kaum wanita untuk selalu menjaga kehormatannya. Termasuk menjaga diri dan kehormatan dimanapun, kapanpun dan dalam kondisi apapun. Kita sedang berada di era teknologi, hampir semua kegiatan tak luput dari peran gadget. Hal ini tidak bisa dihindari karena banyak manfaaat dari gadget yang mempermudah ativitas manusia saat ini. Pertanyaan kedua, apakah gadget tersebut sudah kita manfaatkan dengan sewajarnya?

Ukhti.. sebelum menjawab dua pertanyaan diatas marilah kita simak beberapa kenyataan yang terjadi saat ini. Beberapa tahun silam gadget masih dianggap sebagai benda tersier. Namun berbeda dengan sekarang, gadget menjadi benda primer bagi kebanyakan manusia. Hal ini disebabkan karena mudahnya berkomunikasi dalam jarak yang jauh.

Manfaat lain gadget dapat digunakan sebagai sarana dalam berbisnis dengan instan tanpa membuang banyak waktu. Dengan beragam aplikasi canggihnya, gadget dapat menjadi sarana silaturahmi antar sesama. Namun inti dari tulisan ini bukanlah soal manfaat gadget, melainkan efek yang ditimbulkan oleh benda canggih ini. Suatu hal yang dianggap sepele tetapi merupakan sebuah keharusan bagi kita untuk memperhatikannya.

Media sosial merupakan salah satu aplikasi canggih dari sebuah gadget. Hampir setiap individu yang memiliki gadget, kemungkinan besar juga memiliki akun media sosial. Dengan aplikasi ini, seseorang dapat berkomunikasi satu sama lain tanpa memerlukan waktu yang lama. Media sosisal juga dapat menjadi sarana untuk bertukar kabar, berbagi cerita lewat tulisan maupun foto.

Ukhti.. seringkali ditemukan banyak hal yang mencengangkan dalam media sosial. Salah satunya dari para muslimah yang sama sepertimu. Cantik, anggun dan berpakaian syar’i. Namun sayang keanggunan itu dapat dinikmati semua orang, tak terkecuali para ikhwan yang bahkan belum dikenal. Kau tau apa penyebabnya ukhti?

Sudah jelas sumber dari semua itu adalah diri sendiri. Karena telah mengupload foto diri dan konsekuensinya dapat dilihat oleh semua orang. Mungkin terlihat biasa, tapi apakah kau tau akibat dari semua itu? Dengan leluasa mereka dapat memandang wajah kita selama foto tersebut masih disana. Padahal dalam dunia nyata akan merasa risih jika ada ikhwan yang memandangi kita. Namun mengapa dengan mudahnya foto cantik itu diunggah ke dunia maya?

Usia muda menjadi masa pencarian jati diri, mencari pujian dan pengakuan. Inilah salah satu penyebab muslimah mengupload fotonya ke media sosial. Berusaha tampil cantik dan mendapat pujian dari teman di medsosnya. Tanpa kita sadar, ada dosa yang mengalir saat ikhwan melihat dan membayangi wajah kita. Bahkan sampai kita meninggal pun akan tetap mengalir jika foto tersebut masih berada disana. Naudzubillah.

Bukan hanya itu, di era teknologi seperti sekarang aplikasi gadget sudah semakin canggih. Foto yang ada di akun media sosial dapat dengan mudahnya di save oleh setiap orang. Bayangkan ukhti, satu orang yang melihat saja kita sudah mendapat dosa. Apalagi jika banyak orang dan di save oleh mereka. Kemudian dapat dengan mudahnya mereka melihat kembali walaupun sudah tidak ada di medsosmu.

Di era modern ini sangatlah mudah untuk menemukan semua informasi, termasuk foto cantik para muslimah. Dengan mudah pula para oknum yang tidak bertanggung jawab merekayasa foto tersebut. Sasaran utamanya adalah foto selfie, karena sangat jelas terlihat wajahmu di kamera. Dengan bangganya foto selfie diunggah dalam berbagai gaya. Tidak mau kan jika fotomu disalahgunakan ukhti?

Berbagai macam gaya foto selfie yang seakan tidak pernah habis. Tersenyum, cemberut, lidah menjulur, mata terpejam, dan gaya lainnya. Tidak malu kah dengan hijab syar’i itu ukhti? Izzah dan Iffah seorang muslimah harus selalu terjaga. Dimanapun dan kapanpun, baik offline maupun online.

Lalu bagaimana cara agar terlepas dari itu semua? Berubah. Ukhti.. perubahan itu dimulai dari diri sendiri. Mulailah dengan hal kecil yaitu hapus semua foto yang ada di akun sosial mediamu. Terutama foto selfie yang tersebar dan mungkin sudah ada di dalam galeri orang yang tidak kau kenal. Tidak ada salahnya dalam mengabadikan momen ke dalam foto selfie, tetapi alangkah baiknya jika foto tersebut cukup disimpan sendiri. Karena wajah cantikmu terlalu mahal untuk dikonsumsi khalayak.

Langkah berikutnya yaitu manfaatkan akun media sosialmu sebagai ladang dakwah. Karena di zaman sekarang orang cenderung lebih sering membuka gadget daripada ikut kajian. Dengan ini banyak peluang untuk menebar kebaikan dan mendatangkan pahala. Contoh kecilnya membagikan gambar atau tulisan yang dapat memotivasi orang yang membacanya. Bukankah hati akan bahagia jika ada orang yang termotivasi karena kita ukhti?

Dengan dua langkah sederhana diatas semoga dapat menjaga diri kita dari segala bentuk kejahatan. Semoga kita senantiasa istiqomah dalam menjalankannya. Karena hijrah itu perlu istiqomah. Dan mulai saat ini segera lakukan dua langkah diatas dan tidak mengupload foto untuk kedua kalinya. Karena kau adalah perhiasan dunia 🙂

Karena Kau adalah Perhiasan Dunia
4.89 (97.78%) 9 votes

Profile Status
ACTIVE
Artikel ini sudah dilihat 0 kali
Share.