Jangan Jadikan Ta’aruf sebagai Benteng Maksiat

 

 

Menurut KBBI V, taaruf artinya perkenalan. Ta’aruf juga artinya berkenalan dengan tetangga, saudara sesama muslim, kerabat, teman laki-laki dan perempuan.

Yang ingin saya garis bawahi disini adalah ta’aruf antara laki-laki dan wanita dalam mencari pasangan hidup. Fenomena nikah mudah saat ini sedang menyeruak, sisi baiknya sudah banyak generasi muda Indonesia yang meninggalkan pacaran, punya tujuan ingin segera menikah, tidak lagi khalwat dengan non muhrim yang belum halal baginya.

Saya singgung sedikit seperti apa ta’aruf dalam islam untuk laki-laki dan wanita? Saya kutip dari artikel muslimah.or.id, ta’aruf yaitu perkenalan yang dibatasi syari’at Islam. Yaitu tidak berdua-duaan, tidak pergi bersama dengan yang bukan muhrimnya, tidak bersentuhan dan tidak (semi) khalwat dan tidak ikhtilat.

Ada lho hadistnya.

“janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan seorang wanita karena sesungguhnya syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka” (H.R Ahmad).

Dan fenomena yang terjadi saat ini? Terlebih lagi ta’aruf dalam mencari pasangan hidup. Saudara/i ku sesama muslim, saat ini banyak yang terjebak dalam ta’aruf palsu. Ta’aruf palsu? Emang ada? Trus ta’aruf palsu maksudnya bagaimana?

Mulanya, ikhwan mengajukan ta’aruf melalui perantara, lalu disambut oleh si akhwat. Karena kurangnya ilmu dan dorongan hawa nafsu yang tidak dilawan, mereka melanggar batas. Ada yang memancing dan ada pula yang terpancing. Awalnya mungkin hanya berkenalan biasa, lalu selanjutnya tak ubah seperti orang pacaran. Mulai menanyakan “kapan makan?”udah sholat apa belum?” dan sebagainnya. Lalu mulai berani jalan berdua padahal kondisi belum halal. Parahnya, mereka bangga memamerkan di sosial media foto berdua dengan caption ‘Sedang proses Ta’aruf nih..’

Miris gak sih lihat mereka yang seperti itu? Terlebih lagi mereka yang terkesan sangat paham ilmu agama melakukan hal seperti itu. Eits, saya kok bisa nulis kalimat itu? Buka mata lebar-lebar agar kita aware dengan hal ini, sudah banyak kita temui ikhwan modus ala-ala ta’aruf. Lalu terbuailah si akhwat dengan ikhwan yang “kelihatannya” sholeh. Mungkin kita tidak dapati mereka jalan berdua, tapi mereka sering “chat” atau semi khalwat diluar batas syar’i pergaulan laki-laki dan wanita. Seharusnya mengenai visi misi berumah tangga eh malah berbelok arah memberi perhatian.Gawatnya belum nikah tapi udah panggil Ummi-Abi. Naudzubillahimindzalik..

Saudaraku sesama muslim, niatkanlah mencari pasangan hidup dengan cara yang diridhoi Allah. Tutup semua pintu yang bisa menyebabkan datangnya ta’aruf palsu ini. Laki-laki dan wanita harus bersikap tegas ke diri sendiri. Jangan mau terbuai dengan kegantengan, kecantikan, kemapaman namun berkedok taaruf ala-ala Jangan takut bilang tidak dan menolak. Tidak usah didengar suara sumbang terlebih lagi bisikan setan.

Jodoh kita gak bakal jauh kok karena kita menolak mereka yang datang tidak dengan cara Allah. Jangan takut.. Allah selalu bersama mereka yang beriman dan berpegang teguh pada ajaran Islam..

Ingat gak perkataan ini? Apa-apa yang kita tinggalkan karena Allah akan Allah ganti dengan yang lebih baik. 

Yuk kita bentengi diri kita dengan doa. Senjata kaum mukmin itu doa! Berdoa agar kita diberi tahapan proses mencari pasangan hidup yang diberkahi dan diridhoi Allah Azza wa Jalla.

Jangan Jadikan Ta’aruf sebagai Benteng Maksiat
Berikan Rating!

Profile Status