Hijrah i’m in love

0
150

Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan”. (An Nahl, 93)

Penggalan ayat di atas membuktikan bahwa,Al- Quran adalah kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya. Bahwa Allah memberikan hidayah kepada siapa yang DIA kehendaki. Proses berhijrah saya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dimulai dari mengikuti sebuah training pembangun karakter. Saya ikut training karena sedang galau pada saat itu.dan itu saya namakan masa jahiliyah. Singkat cerita,setelah mengikuti training, saya merasakan apa yang tidak pernah sayabrasakan sebelumnya. Satu perasaan tenang, damai, bahagia, dan unyuk pertama kalinya saya betul- betul paham tujuan penciptaan manusia di muka bumi. Untuk mengabdi dan beribadah padaNya. Saya memang terlahir sebagai seoranf muslim. Meski orang tua mengajari saya mengaji,shalat,sedekah, tapi saya menjalankan itu semua sebagai ritual yang saya belum paham betul apa maknanya. Setelah itu saya mulai berhijab sedikit demi sedikit.meski awalnya masih sangat jauh dari sempurna,dikenakan ala kadarnya saja asal menutupi kepala, Alhamdulillah saat ini sudah bisa lebih baik dengan rok,kaos kaki,dan jilbab menjulur ke dada.

Hampir tiga tahun untuk sampai pada proses ini. Meski tertatih-tatih. Tidak sedikit yang berkomentar tentang perubahan ini.yang masih mengungki-ungkit masa lalu saya sebelum berhijab juga tidak kalah banyak. Saya selalu berusaha untuk menguatkan hati agar tidak goyah dengan semua juri gadungan itu. Dengan saru keyakinan, jika kita memperbaiki hubungan kita dengan Allah,jangan khawatir,Allah akan mengurus duniamu.

Pahit getir masa lalu tidak akan mengurungkan niat saya untuk mendekat pada-Nya. Tidaklah penting bagaimana awal dan tengahnya.yang terpenting adalah akhir dari kehidupan kita ini. Saya mulai rajin mengumpulkan buku- buku agama yang bisa menambah keimanan saya. Saya senang mengikuti kegiatan sosial, emosi saya sudah mulai terkontrol, dan Alhamdulillah sedikit demi sedikit, saya sudah mampu berbagi dengan sahabat- sahabat tentang ilmu agama yang saya ketahui.

Ya Allah…jangan Engkau cabut nikmat ihsan, iman dan islam ini…

Aku ingin mendekat padaMu

Sambut aku, dan jangan pernah bosan untuk menerima khilaf dan permohonan maafku

Aamiin…

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini