Inspirasi Hijrah

Hijrah dari Kisah Cinta yang Kelam



Assalamualaikum warahmatullah

Disini aku ingin mencurahkan sedikit pengalaman kisah cinta yang kelam mungkin bisa dijadikan suatu pelajaran penting bagi kalian yang memutuskan untuk tidak berpacaran lagi. keputusan yang kalian ambil sungguhlah benar sebelum pada nantinya kalian menyesal telah terjerumus dikehidupan orang-orang yang berpacaran.

Saat ini, aku sedang menikmati keseharianku menjadi seorang “jomblo”. bagiku itu bukanlah sebuah kutukan atau karma. tapi jomblo bagiku adalah suatu hidayah yang Allah turunkan untukku agar aku tak terlena dan masuk kedalam lembah dosa. Aku bersyukur Allah masih menyadarkanku bahwa yang selama ini aku lakukan adalah sebuah dosa besar.

cerita ku dimulai dari aku masih duduk di bangku smp dimana aku mulai mengenal pergaulan dengan lawan jenis. disanalah aku sudah mulai untuk mencoba pacaran. Awalnya dia jemput kerumah dan mengantar pulang,lalu kemudian berlanjut dengan sering jalan keluar bersama. manis memang diawal namun kemudian nilai ku mulai menurun. orangtua ku mulai melarang ku untuk tidak boleh pergi dengannya lagi. tapi aku tak menggubris larangan orangtuaku dan tetap bersamanya. tahun ke tahun aku menjalani pacaran dengan dia sampai kami memasuki sekolah menengah. dan kami pun masuk ke sekolah menengah yang sama bahkan kami satu kelas. disana, kami sangat dekat dan selalu bersama. kemanapun aku pergi harus bersamanya begitupun sebaliknya.

Khitbah dalam islam

sejak saat itu kami tak terpisahkan. dia mulai mengekang jika aku pergi bersama teman-temanku. setiap hari harus bertemu dan pertengkaran demi pertengkaran mulai sering kami rasakan dan parahnya dia mulai main tangan setiap kali kami bertengkar bahkan di tempat ramai sekalipun. sejak saat itu aku mulai merasa takut membuatnya marah dan selalu menuruti perkataannya. aku tak lagi menjadi diriku sendiri, teman-temanpun mulai menjauh dariku karna aku yang selalu tak punya waktu untuk mereka, waktu bersama dengan keluarga pun semakin berkurang karna hari-hari ku slalu diisi dengannya.

Singkat cerita, kami pun lulus dari sekolah menengah dan mulai memasuki dunia kerja. posesifnya pun semakin menjadi-jadi. aku harus bekerja ditempat yang sama dimana dia bekerja. hidupku semakin dikekang. sampai pada akhirnya aku merasa cukup dengan semua penderitaan yang aku rasakan. aku pantas bahagia. aku harus menjadi diriku sendiri yang slama ini aku seperti boneka dimatanya. akhirnya, aku meminta mengakhiri hubungan tak sehat ku dengannya. dia menolak bukan main, menangis, memohon sampai mencium kaki, mengutuk dan mengancam. orangtua ku pun akhirnya turun tangan untuk segera menyudahi hubunganku dengannya. sampai orangtua ku mengenal kan ku dengan laki-laki lain agar dia menjauh dari ku dengan alibi aku telah dijodohkan. sejak saat itu dia mulai menjauh.

aku mulai lagi dengan laki-laki yang diperkenalkan dengan orangtuaku. namun aku merasa tak cocok dengannya, dia memang lebih dewasa dari ku dan aku merasa tak bisa mendampinginya kemudian tak lama aku akhirnya memutuskan untuk mengakhirinya. setelah kejadian demi kejadian aku alami. hidayah untuk berhijab akhirnya datang padaku. aku mulai menutup kepalaku dengan hijab yang insyaallah hati ku pun juga ikut menjadi lebih baik. aku juga memilih untuk mendaftarkan diri menjadi mahasiswa di sebuah perguruan tinggi islam di Jakarta sehingga hari-hari ku disibukkan dengan bekerja dan kuliah saja.

Hari-hari sendiri pun aku jalani dengan ikhlas dan sangat bahagia, karena aku bisa menjadi diri ku sendiri, aku bermain dengan teman-teman dan bahkan mulai mengikuti kegiatan pengajian. hijab yang menempel di kepalaku menjadi simbol perubahan ku untuk berubah menjadi lebih baik. aku tak mudah diremehkan lagi, aku adalah wanita yang seharusnya dilindungi. Allah membuat kesendirian ini untuk memperbaiki diriku, untuk semakin mendekatkanku dengan-Nya. Saat ini aku merasa sangat bahagia dengan kesendirianku. aku tak iri dengan mereka-mereka yang memilih bahagia bersama kekasihnya. aku sudah melewati masa itu, sekarang yang aku inginkan adalah bagaimana aku sukses didalam karierku dan lulus kuliah ku dengan nilai yang baik. insyaallah jodoh pun akan datang dengan sendirinya seiring dengan kesuksesanku. janji Allah itu pasti. wanita yang baik akan bersanding dengan laki-laki yang baik pula.

Assalamu’alaikum Sahabat Shalihah
Klik tombol love untuk menyukai artikelnya

Dengan menyukai, kalian telah membantu kami untuk menunjukan mana artikel terbaik. Jazakumullah Khairan Katsiran 🙂

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *