Cause Hijab is a Muslimah Crown

0
151

Allah ta’ala berfirman,

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ ذَلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ
“Hai anak Adam, Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian utk menutup auratmu & pakaian indah utk perhiasan. & pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (QS. Al-A’raaf: 26)

“Saya mau jilbabin hati dulu….pengen jadi orang baik dulu.”
Ukhti sayang, harus dipahami dulu, yang disebut Iman itu mesti kita nyatakan dengan lisan, diyakini dengan hati, dan dilakukan dalam perbuatan. Kalau kita percaya dengan Allah dan mengimani Nya sudah sepatutnya kita melakukan kewajiban yang diperintahkanNya dengan perbuatan yang nyata.

Nunggu baik? Mau sampai kapan kalau nunggu menjadi orang yang baik dulu baru mau mengenakan jilbab? Yakin nyawanya ga dicabut ALLAH duluan sebelum jadi baik?
Belum mau makai jilbab, hidayahnya belum datang…”

Ukhti sayang, hidayah itu tidak seperti bintang yang tiba-tiba jatuh dari langit, pleeek begitu saja. Hidayah itu tidak datang sendiri, mesti kita jemput dan kita upayakan. Memang apa aja yang sudah dilakukan untuk menjemput hidayah? Jangan diharapkan simsalabin hidayah itu sampai kekita tanpa ada upaya kita untuk mendapatkannya.

“Nanti saja pake jilbab kalau udah menikah..”
“Nanti saja pake jilbab kalau sudah punya anak…”
Hayo, yakin ga kita masih diberikan kesempatan hidup hingga kita menikah? Yakin kita masih diberi umur panjang hingga punya anak? Atau kita malah lebih duluan dijemput kematian daripada dijemput calon suami? Kita lebih duluan dicabut nyawanya oleh malaikat pencabut nyawa sebelum punya anak. Renungkan kembali
 “Ntar kalau pake jilbab, susah dapat kerjaaan…”
Ukhti sayang, percaya tidak kalau yang mengatur rezeki kita adalah ALLAH SWT. Kalau kita cinta Allah, dan selalu kerjakan perintahnya, apa mungkin Allah akan melupakan kita? Tidak. Allah malah akan lebih mencintai kita. Jadi jangan risau masalah rezeki kalau kita dekat dengan ALLAH.
Acap kali terdengar “Ngapain, make jilbab itu kunoo..”
Ukhti sayang, logika sederhana saja cukup membantahkan perkataan orang lain yang bilang jilbab itu kuno. Flashback saja kita mengingat manusia purba dulu, perasaan mereka tidak ada yang memakai jilbab, Perasaan dizaman dinosaurus kagak ada yang make jilbab. Kuno dari mana coba? Ini memang perintah yang Allah sudah turunkan sehingga menjadi kewajiban bagi muslimah apalagi yang sudah baligh untuk melaksanakannya.
Hijab syar’i bukan pertanda kita sudah baik. Tapi memakai hijab syar’i  merupakan tekad dan ikhtiar kita berusaha menjadi lebih baik.
Pilihan ada ditangan kita untuk membuat perubahan.Saatnya berubah menjadi muslimah yang baik. Kita sudah tau dalilnya, kita sudah tahu perintah benutup aurat adalah wajib, kita memang tahu kalau yang wajib mesti dikerjakan, kalau kita bisa lakukan sekarang untuk memakai jilbab, kenapa harus tunggu nanti?
Katakan pada mereka, Ini adalah yang saya yakini,ini tidak menghalangi saya untuk berprestasi dan mempunyai banyak teman dan berhubungan sosial dengan baik. InsyaALLAH bisa bahagia didunia dan sukses diakhirat.
“Yang terbungkus tidak berlalat”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini