Buah manis dari hijrah yang pahit

0
101

RS Columbia Asia Medan, pertengahan 2012.

“Pen kok ga pake jilbab? Yang lain pada pake, kan cantik pen pakelah biar sama kaya yg lain..”

 

BOOM!

sepenggal kalimat yg singkat tadi cukup mengiris jiwa, kalimat itu keluar dari bibir seorang ibu dari salah satu sahabat terdekatku, waktu itu beliau sedang terbaring lemah di kamar RS tmpat beliau dirawat berjuang melawan penyakitnya, ya kami cukup dekat karna aku sudah lama bersahabat dengan anaknya.

Waktu itu dari kami ber-6 yg menjenguk, hanya aku yg tak berhijab.

Kenapa kukatakan miris seolah hati ini bergetar? karna sebelumnya aku tak pernah keluar rumah menggunakan hijab, kecuali sekolah dan acara keagamaan. kebanyakan pakaianku masih buka aurat sana sini, bagaimana bisa aku pakai jilbab? ga keren dong, ih ustajah banget gt kedengarannya, ga gaul.

tapi…

sepenggal kalimat tadi buat aku berfikir sepulang dari RS, kalimat itu mengguncang hatiku, kalimat sesimpel itu alhamdulillah mengantarkan hidayah Allah SWT padaku, bahkan mengalahkan kata-kata ibuku yang sering memintaku untuk berjilbab. hatiku tergerak, kenapa tak kumulai untuk gunakan hijab?

 

sebelumnya aku ingin cerita diriku yg dulu, proses hijrahku.

pakaianku? ga jauh dari minidress, rok dan celana diatas lutut bahkan sepaha, baju press badan, baju tak berlengan, rambut tergerai ala masa kini pada waktu itu.

kelakuan? alhamdulillah aku ga bandel bandel amat, masih bisa pilih teman yg lingkungannya baik (aku rasa pada wktu itu) tapi jiwaku yg agak tomboy dulu membuat aku seringkali berinteraksi dan bergaul dgan bnyak cowo ntah kenapa aku merasa lbh nyaman punya bnyk teman lelaki yg aku rasa ga banyak kepalsuan kaya cewe, tapi ttap saja aku msh punya teman perempuan.

 

dulu aku suka ke gigs yg lagi hits dijamannya, bahkan aku terjun kdalam EO yg mengurus acra konser rock, metal dan sejenisnya, musik adalah jiwaku waktu itu, dan beberapa kali aku pernah masuk club malam walaupun tidak minum, hanya sekedar menikmati musiknya.

 

ibadah? ya jelas lah.. sangat minim, bagiku dulu kewajiban hanya solat, taat sama ortu, hormat sma org yg lbh tua, sedekah, berbuat baik dan ga jahat sama orang.

 

oiya aku dulu juga masih pacaran, galau, pdkt sama cowo mah biasa, happy2, rasanya ga gaul banget kalo ga punya pacar.

semua ini terus berjalan hingga saat hidayah itu datang melalui kejadian di RS kmrn, sekitar pertengahan 2012. saat aku berfikir, aku mau coba pake hijab, pikiran-pikiran kaya “ah sayang baju gaul aku gabisa dpake, ih nnti temenku yg gaul ilang, nanti aku kamseupay.”

tapi aku coba fikir lagi, apa iya aku cantik pake jilbab? apa iya aku siap? ah mendingan aku jd org baik aja dulu deh baru berhijab..

 

CRACK! niatpun terurungkan.

debby, yg ibundanya sakit kmrn salah satu sahabat terdekat waktu itu dia punya keinginan yg sama denganku, memulai berhijab hingga ahirnya kami memutuskan ikut event hijab yang akhirnya dari situ memantapkan hatiku utk mulai berhijab. waktu itu lagi musim hijabers jd aku fikir pake jilbab juga bsa modis kok tp ttep ikut aturan syariat, ga ketat dan tutup dada.

 

alhamdulillah..

hatiku mantap saat itu, hidayah itu datang kembali, aku siap berhijab dengan komitmen tak akan pernah membukanya lagi, dan berusaha ikut syariat yg benar, dulu aku kira berjilbab itu hanya pilihan, namun setelah banyak belajar ternyata berjilbab itu wajib, makin mantap lah hati ini utk hijrah.

tapi yg kutau saat itu batas hijab hanya jilbab sampai dada dan baju tidak ketat selebihnya aku merasa aku belum siap utk yg lebih syari lagi.

hingga pada akhirnya aku dan teman-teman mendirikan komunitas hijabers di kalangan mahasiswa, mulai darisana proses hijrahku terasa, lbh bnyak belajar agama dan berusaha memperbaiki akidah dan ibadah.

waktu itu aku masih mengedepankan hijab fashion walaupun niatku berhijab utk Allah tp masih ingin terlihat tidak kuno, waktu itu itu aku menganggap hijab syarie itu kuno. dan aku ingin setelah berhijab ini kelakuanku makin baik dan melindungi diri dari lelaki yang tak baik.

sampai dimana-mana aku dijuluki fatin karna kebisaanku mengkreasikan hijab.

waktu itu aku masih berfikir ah segini aja dulu, org berubah kan butuh proses, yaudah gapapalah masi kaya gini yg penting udh niat berubah.

waktu itu hanya penampilan dan ibadahku saja yg mulai berubah dan mengalami perbaikan tapi pergaulanku belum.

aku masih suka dateng ke konser metal, masih pacaran, bahkan masih ngeband yg hobiku saat itu dan personilnya semua cowok, aku masih ga bisa lepas dari musik.

tapi yaa dari sisi ibadah lumayanlaah aku mulai sering datengin majelis, dan alhamdulillah dengan niatku yg ingin terus berubah allah selalu bukakan jalan, dia berikan aku lingkungan yang mendukung, teman2 terdekatku ternyta juga tiba-tiba sedang semangat berproses hijrah sehingga kami punya tujuan yg sama jadi aku tak kehilangan teman ternyata setrlah berhijab.

keluarga juga mendukung terlebih mama karna mama sudah lama memimpikan anak-anaknya berhijab.

untuk perubahanku saat ini beberapa teman-temanku yg lain banyak yang kaget seolah ga percaya tapi mreka mendukung perubahanku dan tetep ga jadi masalah utk tetap berteman.

ya Allah sungguh besar karuniaMu, ketakutanku sebelum berhijab tak terbukti sama sekali, malah sebaliknya, aku banyak mendapat ilmu agama, dan yang pasti banyak mendapatkan teman-teman yg positif, serta teman-teman yang dulunya bandel mulai berkurang satu persatu seolah terseleksi oleh perubahanku.

 

aku menikmati proses hijrah ini…

aku menikmati lingkungan baruku yg lebih religius, dan menikmati dukungan dari teman-teman serta keluarga.

namun aku masih punya keinginan utk jauh lebih baik dari ini, aku merasa masih harus terus perbaiki diri. sampai pada pertengahan 2014 aku ingin berhijab syari, yes jilbab lebar dengan pakaian longgar, gapake celana lagi, dan bener-bener syari juga secara kelakuan dan keseluruhan. tapi dalam hati kecil aku belom siap aku rasa hidayah itu belom dateng, ah ntar ntar aja deh nunggu siap.

 

tapi..

mungkin Allah waktu itu mendengar niatku utk hijrah lagi, hingga akhir 2014 aku dipertemukan dan berkesempatan utk bergabung di komunitas sedekah @1000foundation utk menjadi pengurus dimana disana hanya aku yg termuda, yg lainnya 3-7 tahun diatasku.

tapi dari sini Allah tunjukkan kebesarannya, disini aku banyak belajar, makin banyak punya teman yang positif kearah keagamaan, lebih religius dari sebelumnya, dan lebih dewasa bersikap.

ya allah sungguh besar nikmat ini, hidayah dan kesempatan itu terus kau hadirkan, niatku didengar dan dibukakan jalan, hidayah telah datang.

 

sampai pada April 2015, aku merasa mantap untuk berhijrah pol, didukung dengan teman-teman di komunitasku aku makin mantap,tak ada keraguan dan ketakutan lagi kali ini karna aku percaya allah pasti tambahkan nikmat dan jalan lagi kalau aku mau berubah krna sudah kurasakan pada hijrah yang pertama. dan Allah pasti menggantikan keburukan yang kutinggalkan dengan kebaikanNya. bismillah, aku hijrah lagi..

 

kali ini niat hijrahku aku harap tulus karna Allah, aku kesampingkan duniawi.

kumulai dari menggunakan jilbab lebar dan meninggalkan semua tutorial hijab fashion yg dulu kugeluti, dan selalu pakai rok serta kaos kaki, celana jeansku? bye bye~

mama sempat heran atas perubahanku kali ini terutama saat aku memutuskan utk menyedekahkan jeansku. tapi dia mngerti, anaknya ingin lebih baik lagi.

alhamdulillah..

 

atas perubahan penampilanku bukan mulus bak paha SNSD, godaan banyak boook!

teman-temanku pada heran pada perubahanku yg drastis, kini sebutan “ummi, ibu hajjah, ukhti” tak asing lagi ditelinga, dilontarkan oleh orang-orang yg melihat perubahanku terlebih teman terdekat yg belum hijrah, terkadang ucapan mereka agak bernada ngelece tapi aku tau itu hanya candaan, kata-kata mereka tak gentar membuatku mundur.

 

tak hanya penampilan, setelah itu aku memutuskan utk tidak lagi pacaran, tapi memilih taaruf secara islam, menjemput jodoh dalam taat karenaNya. tentu saja ini mengundang tawa dari orang-orang sekitar, tapi kubulatkan niatku, kali ini aku hijrah utk Allah, aku tak peduli dengan ucapan org lain.

 

lalu mulai kutinggalkan acara2 musik utk tidak mendatanginya lagi, tak mau lagi pakai celana,  gak lagi berduaan dengan lelaki bukan muhrim, meminimalisir mendengarkan musik dan menggantinya dengan banyak dengar lagu religi dan zikir. tentu aja ini ga mudah, banyaaak banget godaan utk kembali kaya dulu, tp setelah bulatkan niat aku harus kuat jalanin ini, dan alhamdulillah aku nikmatin dan bahagia atas proses ini..

 

dan sekali lagi allah selalu bukakan jalan, diwaktu senggang aku lebih suka buka web islam utk nambah wawasan, minat utk datang dan bikin pengajian, memahami terjemahan al qur’an, menyukai hadis, mengisi sosmed dengan dakwah ringan.

 

dulu aku menyukai hal – hal duniawi, seperti punya cita2 yg tinggi dan mengedepankan karier, dulu aku tertarik dengan orang2 cerdas, hebat dalam karier, dan hebat dalam hal2 duniawi, tapi sekarang aku tak lg begitu tertarik dengan itu.

sekarang aku jauh lebih tertarik dengan orang2 yang hebat dimata Allah, memprioritaskan Allah dihati nya, walaupun ia belum hebat pada hal-hal duniawi.

 

hijrahku terbilang singkat, untuk perempuan seusiaku yang masih akan menginjak 22 tahun. dulu aku berfikir ah nanti saja hijrah kalo udah menikah, udah tua, sekarang nikmatin dulu dunia tobatnya nanti aja mumpung masih muda, tapi sekarang aku merasa hidup kita didunia sebenanrnya jauh lebih singkat, satu persatu teman-temanku yang seumuran pergi menghadapNya secara tiba-tiba. jadi siapa yang bisa menjamin besok kita masih hidup? ga ada alasan lagi utk menunda hijrah!

 

tulisan ini saya buat bukan untuk membanggakan diri/ujub/riya’.

saya tulis ini untuk membagikan pengalaman hijrah yang mungkin bisa menginspirasi dan menyemangati + mengingatkan teman-teman yg ingin hijrah.

sayapun masih penuh dosa, bukan orang suci sepenuhnya, sayapun masih berusaha sekuat mungkin utk jd yg lebih baik utk Allah SWT.

 

satu hal yang saya dapat dari pengalaman, ternyata hidayah itu bukan ditunggu untuk datang, tapi hidayah itu kita jemput!

hidayah Allah itu ada dimana-mana, kita aja yg ga sadar, kita aja yang gamau jemput.

Kita tu ibarat gelas kosong & hidayah td ada dimana2 layaknya air, ya tggal kita aja mau ambil air itu apa enggak.

Gelasnya pun macem2, ada yg kosong kali, ada yg stgah kosong, ada yg bocor, jd airnya masuknya jg beda2 efeknya, trgntg kt mau jd gelas yg mana 🙂

 

dari pengalaman ini terbukti, kalo aja hidayah itu ditunggu2 ya aku ga akan berubah, tapi kebaikan-kebaikan yang telah ditawarkan islam itu sendirilah yg kita jemput, memantapkan hati, dijalanin aja dulu, kalo kita niat tulus karna Allah, Dia pasti kasi jalan dan kasi ganti hal buruk yg kita tinggalkan dengan yang baik, disitulah hidayah ada..

jangan nunggu siap dulu, nunggu besok-besok, nunggu tua lagi, emng ada yang jamin kita masih hidup besok? jangan takut, ingat kata allah:

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Annisa : 100)

 

nah udah dijamin Allah loh:))

ini juga nih:

 

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Ankabut : 69)

“kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Furqan : 70)

 

masih ragu utk hijrah? jangan dong ya jangan karna kamu masih bandel kamu ga mungkin hijrah, aku dulu juga bandel kok, denger ceramah ustadz aja risih rasanya :))

 

untuk kamu yang sedang berproses memantapkan diri dan menyempurnakan hijab, prosesnga jangan lama-lama yah harus makin maju, kalo gitu-gitu aja terus mah namanya bukan berproses, tapi jalan ditempat! :))

 

wassalamualaikum, semoga tulisan ini bermanfaat 😀

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini