BERBAGI CERITA BERHIJRAH

0
112

Assalammulaikum..

Kenalkan sama saya kusuma saya kelas 1 SMA. Saya ingin berbagi cerita tentang hijrah saya.

Begini, saat saya kelas 6 sd saya orangya tomboi, suka bergaul dengan cowo, rambut perpotongan cowo, mungkin faktor teman saya sering berbicara kotor dan berani dengan siapapun. Saya jarang membaca artikel2 islam karena teman2ku sering berfikir ke dunia fana daripada akhirat. Sampai akhirnya saya lulus dan masuk smp kelas 7 saya masih belum memakai jilbab dan tingkah laku masih seperti dulu sd tetapi ada yang berbeda teman2 saya berfikir menuju akhirat bukan ke dunia yang fana. Disitu saya mulai nyaman dengan mereka, mereka memberitahukan yang benar dan salah dan disitu saya mulai perlahan berhijrah belajar memakai jilbab biasa dan akhirnya saya nyaman alhamdulillah (bukan disekolah tapi dirumah). Saya pernah berfikir saya harus merubah tingkah laku saya dulu baru berjilbab, tapi sekarang saya tau dengan berjilbab tingkah laku saya menjadi lebih baik inshaallah.

Kelas 8 semester 2 akhirnya saya berjilbab masih segitiga belum syar’i, nah pada suatu ketika saya bertemu lagi dengan sahabat baik saya. semenjak lulus kami belum pernah bertemu lagi sebelumnya dan saat bertemu teman saya itu berubah dratis dari cara berpakaian,sikap,jilbab yang lebih syar’i. Dan saya perlahan mendalami ilmu dengan dia. Dia menjelaskan dan saya paham. Memang kita berhijrah bukan karena disuruh teman,orang tua,kerabat jstru Allah yang menyuruh kita menutup Aurot. Saya sampai rumah intropeksi diri dan membaca buku hijab syar i saya juga mengambil kesimpulan dari teman saya tadi.

Kelas 9 saya mencoba mencari hijab syar i dan akhirnya ada satu produk yang cocok. Waktu itu saya masih takut  mau berhijab syar i, takut kepanasan. Tapi saya tau Api neraka lebih panas. Saat itu juga saya meminta bunda ( adik ibu ) untuk membelikan jilbab untuk sekolah dan sehari2. Sesampainya paket datang saya langsung memakinya. Tetapi, ibu dan kakak saya tidak menyukai saya berhijab seperti ini katanya saya tak pantas seperti ibu-ibu. Batin saya berkata ‘saya mencoba melindungi ibu bapak dari api neraka’. Orang yang akan berhijrah pasti bakal banyak cobaannya,cacian,makian dsb. Tapi disitu saya sabar menghadapi ujian itu.

Saya sudah memakai jilbab syar i dan ibu saya mulai memahami alhamdulillah. Tetapi sayang jika saya berpergian saya masih memakai celana jeans. Saya membaca buku muslimah. Wanita seharusnya memakai rok saat berpergian agar lekuk tubuhnya tidak terlihat. Saya memahami perlahan dan saya mencari rok yang modern dan tidak menganggu aktifitas yaitu ‘Rok Celana’ saya membelinya online didaerah bekasi. Saya meminta bunda saya untuk membelikannya lagi. Saat paketnya sampai saya langsung mencobanya. Justru sekarang ibu dan bapak yang tidak menyukainya mereka bilang ‘apa kaya gini dibeli, kepanjangan nanti kalo diinjek jatuh’ saya hanya diam saja sy tidak berani melawan.

Sekarang jika saya berpergian saya memakai rok celana itu , memakai baju panjang hingga lutut dan memakai jilbab syar i.

Saya ingin berbagi cerita lagi. Saat ibu saya akan bekerja saya diminta untuk mengantarnya. Tapi saya masih belum ngapa2in. Ini percakapan saya.

Ibu : ayo antarkan ibu. Begini saja gausah pakai jilbab buru telat.

Yaallah disitu saya hanya diam dan masuk kekamar. Saya ganti baju sambil menangis.

‘Ibu tidak tau resiko apa yang bakal terjadi jika aku tidak berjilbab, aku gamau liat bapa masuk neraka gamau. Aku mencoba menutup aurot untuk melindunginya. Aku sekarang udah baligh aku udah tau membedakan yang benar dan yang salah.’

Seiring berjalannya waktu orang tua dan kakak saya mulai mengerti mengapa saya berubah. Masyaallah saya sekarang mulai memanjangkan rambut saya agar menjadi wanita sesunggugnya.

Inshaallah sampai saat ini saya masih berusaha untuk memperbaiki akhlak saya. Sampai saat inipun saya hanya manusia biasa yang tidak jauh dari salah.

Demikian ukhty cerita dari saya semoga bermanfaat.

Wassalamualaikum wr.wb

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini