Allah sangat cemburu padaku

0
288

Aku Dina , seorang mahasiswa semster 3 di peguruan tinggi swasta Bandung , awalnya aku tidak ingin berkuliah di Bandung tetapi di salah satu perguruan tinggi Negeri di Jakarta , tetapi karena ketika pengumuman aku dinyatakan tidak lulus aku pun memutuskan untuk mengikuti “pacarku” di perguruan tinggi swasta Bandung . Aku bersalah dari Klaimantan Selatan , Jauh ? Ya aku memutuskan untuk mencari ilmu ke pulau Jawa dengan koonsekuensi yang telah aku pikirkan sebelumnya.

Aku adalah anak pertama dari 2 bersaudara , untuk masalah keluarga , orangtua ku tidak terlalu fanatik dengan agama , tetapi kakekku adalah seorang yang dihormati di desaku, kakekku pula yang mengajariku mengaji , menyair dan bahkan ketika masih di bangku sekolah dasar aku disuruh masuk pondok pesantren tetapi hanya kelas sore , dan paginya aku sekolah formal di sekolah dasar negeri , aku menjadi seorang santri hingga kelas 1 sma , ya sekitar 6 tahun menjadi santri , ilmu yang aku dapatkan sangat banyak dan ilmu tersebut menjadi bekal dasar ilmu agamaku untuk selanjutnya .

“Pacarku” namanya adalah Ahmad , ia adalah anak bungsu dan bisa dibilang ia anak mami . Kami telah menjalin hubungan selama 3 tahun lebih , kami bisa di bilang pasangan yang sangat klop , ketika masuk kuliah kami terus bersama , banyak yang iri dengan kekompakan kami , kami selalu makan bersama , kemana-mana bersama . keluargaku dan keluarganya sudah sangat dekat, bahkan ketika aku ke Bandung orangtuanya lah  yang mengantarkanku .

Tetapi pada awal tahun 2015 , Ayahku dan Ibunya bertengkar dan terjadi misscom , dulu sebelum kejadian itu ibunya sering menelponku untuk bertanya kabar , tetapi stelah itu , ibunya sangat jarang menelponku , sejak saat itu aku merasa bahwa ibunya mulai tidak respect ke aku , mungkin hal ini terjadi memang karena aku yang tidak jujur , tetapi aku berusaha menyelesaikan semua , tapi hasilnya nihil , ibunya tetap tidak respect ke aku . Tapi aku dan Ahmad tetap menjalin hubungan .

Selama 3 tahun tersebut , maksiat terus berjalan dari berpegangan tangan , berpelukan dsb , tetapi kami tidak pernah melakukan hal dilakukan oleh suami istri , karena kami masih tau batasan yang sangat dilarang . aneh nya ketika telah melakukan maksiat , hati ini sangat tidak nyaman , menyesal dan tidak karuan . Ada perasaan dilbuk hati yang paling dalam untuk segera berhijrah dan beristiqomah dijalan Allah SWT . Tetapi godaan syeitan sangat dahsyat dan merobohkan benteng diri . Tugas kita adalah selalu mendekatkan diri dengan ajaran Allah, mengelilingi diri dengan orang yang dekat dengan jalan Allah.. Insya Allah kebaikan akan datang dan hijrah segera terwujud.. Mohon doanya ya ukhti. 🙂

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini