Featured Inspirasi Hijrah

Aku, Tuhan dan Hijrahku



Aku, Tuhan dan Hijrahku

Sebelum memulai, sebaiknya terlebih dahulu aku ingin memperkenalkan diri. Namaku Eva Diana biasa dipanggil eva. Ini kali pertama aku menulis cerita yang dipublikasikan, sebenarnya ini seperti diary buatku. Tak ada maksud bahkan tujuan lain aku menulis ini hanya ingin berbagi cerita padamu, ku harap engkau ingin membacanya hingga akhir walau responmu beranekaragam tentangku, kritik dan saran darimu ku perlukan baik untuk penulisan maupun diriku sendiri. Tolong jangan menjauhiku, memandang sinis diriku, aku membutuhkan kawan untuk tumbuh dan berjalan kearah yang baik disampingku, ku harap engkau mau. Baiklah sahabat mungkin aku bukanlah wanita muslimah yang sudah hijrah sepenuhnya, yang telah memenuhi syariat islam seutuhnya. Aku wanita biasa-biasa saja yang ingin terus belajar memperbaiki diri dari kesalahan yang ku lalui tetapi sejatinya aku hanya manusia biasa yang tiap detiknya melakukan kesalahan baik disengaja ataupun tidak. Kisah yang hendak ku tulis ini merupakan bentuk wujud kasih sayangku padamu, aku ingin berbagi atas apa yang kulalui, aku hanya ingin jujur atas perasaanku walau kita tak mengenal satu sama lain, kita berbeda, cobaan yang kita lalui tidaklah sama, cerita hidup kita pun beranekaragam rasa. Aku berharap coretan sederhana ini mampu menggugah hatimu sedikit beranjak kearah lebih baik bahkan kalau tulisan ini mampu menginspirasimu alhamdulillah aku hanya bersyukur setidaknya ada hal baik yang ku lakukan dalam hidupku yang sementara ini.

Sahabat, aku tidak akan memaksamu untuk berubah karena jujur aku pun menyadari perubahan yang terjadi pada diriku diluar kehendakku tapi kehendakNya. Aku juga tidak akan merubah sudut pandangmu. Aku hanya ingin mengajakmu sedikit lebih jujur pada hati kecilmu. Engkau menyadari atau tidak, ketika engkau diuji sebenarnya satu taraf kehidupanmu ditingkatkan dan bukti bahwa Allah swt sangat menyayangimu. Ikhlas kuncinya. Walau ku tahu itu sulit, tapi bagai daun yang jatuh kita hanya menjalani takdir yang telah ditentukanNya. Kita sebenarnya tidak pernah tahu seperti apa kehidupan yang akan kita lalui, renungkan sejenak apakah kita pernah meminta dilahirkan oleh ibu yang menyayangi kita sekarang, apa kita pernah meminta nama kita seperti ini, apa kita pernah meminta untuk bertemu dengan saudara kita sekarang atau menjadi anak tunggal, apa kita pernah meminta dipertemukan bahkan jatuh cinta dengannya. Tidak, kita tak pernah memintanya bukan, kita ditakdirkan hidup seperti ini. Jangan meronta bahkan memaksa dirimu, nikmati apa yang terjadi padamu sekarang. Lihat dan syukurilah kita lahir dari seorang ibu yang sangat menginspirasi, memiliki nama yang indah, dipertemukan dengan saudara yang menguatkan atau mandiri dan disayangi oleh orangtua seutuhnya bahkan kita juga dipertemukan dengan orang yang mampu membuat kita bahagia sejenak, ya walaupun sejenak tapi melaluinya kita bisa berubah kearah lebih baik walau mungkin jalan yang kita lalui terkadang tak sesuai dengan harapan.

Kita manusia biasa yang hanya berharap terbaik, indah, bahagia dan semuanya. Tapi Allah SWT maha tahu, DIA akan memberikan yang terbaik menurutNya bukan menurutmu. Ingatlah bisa jadi kita menyukai sesuatu padahal itu buruk bagi kita sedangkan kita memaksakan diri untuk bisa memiliki apa yang kita sukai. Terkadang Allah SWT mengabulkan do’amu, apa yang kita sukai itu telah didapatkan dan hasilnya pahit tak sesuai impian sehingga membuat kita bersedih dan menyalahkan takdir bahkan berpikir bahwa Allah SWT tak menyayangi kita padahal kalau kita sejenak mau jujur dan intropeksi diri, kitalah yang salah karena terlalu cepat mengambil keputusan dan memaksakan diri atas apa yang kita kehendaki. Sahabatku, Allah lebih mengetahui apa yang tidak kita ketahui. Allah tidak akan membiarkan kamu sedih, DIA mencintai kita lebih dari orangtua kita.

ASAL : LUBUKLINGGAU, PALEMBANG, SUMATERA SELATAN
Klik tombol love untuk menyukai artikelnya

Dengan menyukai, kalian telah membantu kami untuk menunjukan mana artikel terbaik. Jazakumullah Khairan Katsiran 🙂

Laman: 1 2 3 4 5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *