Aku kembali padaNya karena dia

0
222

Assalamualaikum, pembaca dijers..

Perkenalkan, nama aku Vita gadis 25 thn yg belum pernah menyandang status pacaran dgn siapapun.

sampai satu waktu Allah mengizinkan perkenalanku dengan seorang lelaki yg blm pernah ku temui hingga detik ak mengetik post ini. ini adalah perkenalan yang unik tapi menunjukkan kuasa Allah yang sungguh luar biasa. Dia datang diwaktu yg sangat tepat ketika hati ini penuh luka tercabik oleh rumitnya perkara hidup, pada saat itu ak baru saja memutuskan untuk menjauhi seorang lelaki yang telah sangat lama ku kenal, kami terlibat dalam persoalan hati yg tak berujung krn tidak ada status dan komitmen yang jelas diantara kami, ditambah dengan pemecatan ku dri hotel tempatku bekerja. tapi mungkin semua ini perjalanan indah yang digariskan oleh Allah untukku.

ketika aku sibuk mencari pekerjaan, ada salah satu teman yang menawarkan pekerjaan yang sama dimana dia bekerja pada saat itu. Octa namanya, dia dengan kebaikannya memberiku kesempatan agar aku bisa mendapatkan pekerjaan baru. Saat itu dia memberiku sebuah kontak BBM yang tak lain adalah milik supervisor sebuah perusahaan outsourcing Bank Swasta terkenal yang membawahinya di tempatnya bekerja. Berawal dari situlah perkenalanku dengan Pak. Gesta, ia dia laki laki misterius yang sampai dengan detik ini masih menghiasi hati dengan rasa perih dan manis. Setelah ak mengundang nya melalui BBM, tak lantas kami langsung dekat, hubungan kami hanya sebatas hubungan profesional kerja dimna ak membutuhkan banyak informasi darinya mengenai pekerjaan. singkat cerita, takdir membawaku untuk menerima pekerjaan lain, lagi lagi disebuah hotel.

Ya, setelah itu komunikasi kami sempat tehenti karena sudah tidak ada kepentingan lain diantara kami. Tapi entah mengapa sejak ak mendengar nama laki-laki itu dari temanku yang bernama Octa hati ini selalu mengisyaratkan rasa padahal ak sama sekali blum mengenalnya secara dekat. Aku tak tau apa yang dipikirkan oleh seorang Gesta yang juga sama sekali tidak mengenalku lepas dari urusan pekerjaan yang hanya beberapa saat itu tiba-tiba dia menghubungiku, aku betul betul ingat hari itu hari Jumat tanggal 27Desember 2014. Perasaan senang sekaligus heran yang tak mampu ku gambarkan dalam tulisan ini masih sanggup membuatku meneteskan airmata seolah kembali pada hari itu.

Dimulai dari hari itu hubungan kami menjadi sangat dekat bukan lagi hanya sekedar hubungan profesional tapi sudah mengarah ke hubungan pribadi. Mungkin lagi-lagi kembali pada takdir Allah, setelah beberapa hari kita mulai dekat, dia harus meninggalkan Surabaya dan kembali ke kota asalnya sebelum kami sempat bertemu. dan sampai detik ini hubungan kami hanya sekedar via suara tapi mampu menghadirkan perasaan yang amat dahsyat dibandingkan dengan kedekatanku dengan pria lain sebelumnya.Laki-laki ini bak seorang malaikat yang menjadi pelipur lara ditengah siksaan pekerjaan dikantor ku yang baru. Mungkin Allah sengaja mengirimkannya untuk menguatkanku menghadapi hari-hariku yang sungguh melelahkan di kantor yang baru.

Ya.. hubungan kami juga mengalami pasang surut seperti hubungan pada umumnya. kita mengaku saling menyayangi tapi tanpa ad komitmen dan status. lagi lagi aku menjalani hubungan yang seperti itu. hari demi hari kami lewati tanpa adanya sebuah pertemuan, aku hanya bisa meyakinkan diriku tentangnya dengan bertanya pada sahabatku Octa, begitupun dengan Gesta. Sampai pada akhirnya ak merasakan perbedaan sikap yang luar biasa dari seorang Gesta diawal bulan puasa 2015. Namun karena perasaan sayang ini terlampaui besar, aku selalu menafikkan apa yang sesungguhnya terjadi. hampir tidak pernah dia menghubungiku sedangkan ak setiap hari menunggu kabar darinya.

Dalam diamku ak menganggap dan berharap semua masih baik-baik saja, kediamannya padaku ku anggap hanya kemarahan sesaatnya padaku karena yang kutahu dia adalah tipe laki laki pemarah. Mungkin Allah sudah menulis cerita ini dari awal, ada bahagia dan harus ada luka agar kehidupan kita seimbang. sampai pada September 2015, dia menghubungiku kembali. Bukan untuk mengucap sayang, bukan untuk mengucap rindu seperti yang dulu tapi untuk mengabarkan bahwa dia akan menikah dengan perempuan lain. Aku tak mampu menangis, lidahku keluh dan ak hanya terdiam mendengar ceritanya. Semua yang selama ini aku anggap baik baik saja ternyata secara tiba-tiba menghancurkan semua mimpi dan harapan.

Tuhan, ini kado terindah dalam hidupku di usia ku yang ke25 ini. Ya, semua terjadi tepat diulangtahunku yang ke-25. Dari situ ak menciptakan berbagai kebohongan untuk membalas luka dan sakit hatiku padanya. dan uniknya dalam kisah ini adalah ketika ak hancur karena kehilangannya, diapun juga hancur karena wanita yang akan dia nikahi tidak mampu menerima dia dengan segala kekurangannya dan masalalunya yang cukup dramatis.

Ya.. saat ini kami sedang sama-sama terluka. Yang ak syukuri dari nikmat Allah yang satu ini adalah, aku mulai bisa belajar ikhlas melepas apa yang bukan hak ku, aku mulai belajar membaca arti kehadiran dan kehilangan, lukaku membawaku semakin sering mengeluh dalam doa, walaupun ini sungguh sangat berat, tapi inilah ujian kedewasaanku, Jilbabku mulai menutup aurat terindah ditubuhku. Perlahan ak mulai menerimanya sebagai saudara ku bukan kekasihku lagi. Sempat dia mengucap ingin kembali padaku, entah it hanya emosi sesaatnya atau memang tulus dari hatinya akupun tak tahu.

Yang jelas, sepertinya dia masih sungguh mengharapkan calon istrinya kembali. Itu sebenarnya menambah luka baru dihatiku dengan setiap hari mendengarnya mengeluh. Tapi apa mau dikata, kita tak mampu membeli hati yg bukan milik kita lagi. Inilah saatnya memahami bahwa hati itu sifatnya berbolak balik, ini saatnya menyerahkan hati pada Dzat yang maha membolak-balikkan hati manusia. Aku anggap ujian ini yang mengembalikan cintaku padaNya, hati yang selama ini berada dalam.genggaman para pecundang dunia kini dengan tertatih ku kembalikan pada Rabbku. 🙂

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini