Ada Apa di Balik Jilbabku?

0
160

Assalamualaikum………….
Salam ukuah ya ukhti
Berbagi kisah menuju hijrah yang lebih baik.

Ini kisah nyata yang ku alami, semoga bermanfaat untuk yang membacanya

Semenjak duduk di bangku SMP aku sudah mengenakan jilbab tapi BUKA-PASANG. jilbab hanya kupakai kalau sekolah kalau pulang sekolah ya kulepas. Setelah lulus SMP dan melanjutkan ke  Madrasah Aliyah barulah aku mulai konsisten mengenakannya dan mulai melepas jeans plus baju-baju ketat. Ya aku tersadar  aku malu sekolah di Madrasah tapi penampilanku buruk. darisitulah kemana-kemana jilbab tak pernah lepas dariku

Dua tahun terakhir ini aku telah mengenakan jilbab syar’i yang sesuai syariat-Nya. Berawal dari kebosananku mengenakan jilbab gaul akhirnya aku memutuskan untuk berjilbab syar’i yang pada saat itu aku sendiri belum paham maknanya setau aku jilbab syar’i itu lebarcuma itu yang aku tau. Yaa yang penting ada yang baru pada diriku.
Aku mulai bingung “bagaimana aku beli jilbab syar’i uang aku kan tidak cukup mau minta beliin ke mamah tapi kemaren baru beli yang itu” lalu aku keluarkan semua kerudung yang tersimpan dilemari barulah muncul ide “kerudung paris yang tipis aku dobel-dobelin aja apa biar tebel” darisitulah aku mulai berjilbab Syar’i.

Pertama mengenakannya kesekolah teman-temanku bilang “ciee ada yang tobat nih tertimpa angin apa luh, itu kerudung apa gorden lebar bener” mereka mentertawaiku namun berbeda dengan guru-guru ku disekolah, mereka merespon baik dan mendukung. Apa lagi adik-adik kelasku, mereka mulai mendekatiku dan bercerita tentang masalahny (curhat). mereka bilang “udah pinter, baik, cantik, solehah…bla..bla…bla…..” aku senang bingit, Hemm padahal itu duri untukku. Pikirku waktu itu “ wah ternyata mengenakan jilbab syar’i tuh begini, yaudah deh aku mau berjilbab syar’i aja lagian enak juga aurat ku tertutup”. Aku merasakan perbedaan yang ada pada diriku saat itu, tapi entahlah hatiku masih tetap merasa tak puas.

Waktupun berlanjut, aku makin mantap saja mengenakan jilbab syar’i banyak yang memujiku, disekolahpun seolah tak ada kata yang buruk tak ada pandangan yang buruk tentangku dari teman, guru, dan adik kelas. Mereka mengatakan “KAMU BERUBAH ya sekarang, pertahankan yah” padahal mereka belum tahu di balik jilbabku ada apa?. Ya memang aku berhijab syar’i ya SYAR’I tapi sikap ku tak syar’i. Aku masih melalaikan solatku, sikap dan ucapanku belum terjaga, Al-quran masih menjadi pajangan dikamarku, pada orang tuapun aku sering membentak dan kadang tidak mendengarkan perkataannya, acuh tak acuh pada adiku bukan mengajarinya dengan kebaikan malah aku sering memarahinya padahal mereka belum cukup mengerti, aku masih melangkahkan kakiku kejalan kemaksiatan, menggunjing temanku bahkan menggunjing guruku sendiri (ngegosip abissss).

Bulan januari lalu aku tak tau apa yang sedang terjadi padaku, apa yang sedang menimpaku?? Aku bingung, mimpi itu terus menghantuiku seakan aku dikejar oleh hayalan. Satu dua tiga kali mimpi itu ku acuhkan namun karena mimpi itu terus menerus menganggu tidurku, ya aku bingung juga kenapa dari malam ke malam aku bermimpi dengan keadaan yang sama, tak berubah. Hatiku risau tak tenang. Di mimpi itu orang-orang menerkam ku, menggunjing ku, ada yang membuka jilbabku dan menariknya sampai aku kesakitan. Aku terus memikirkan mimpi itu “ini pertanda apa? jilbabku kodi tarik-tarik begitu, emangnya ada apa dibalik jilbabku? Apa ini teguran dari-Nya?”

Aakhirnya lewat lintasan mimpi itu aku tersadar, aku merenung di tengah malam.
Ya Allah aku malu padamu, aku malu pada jilbabku sendiri.
Ya Allah ampuni aku, ampuni aku yang telah bersembunyi di balik jilbab, yang telah terlena atas pujian-pujian yang dilontarkan ciptaan-Mu yang lain, yang telah salah mengartikan makna ‘berjilbab Syar’i’ yang telah memanfaatkan jilbab demi mendapat pujian dan kesenanganku sendiri .

Teman-teman, guru-guru, dan adik kelas ku (walaupun sekarang aku sudah tidak berada disana lagi) maaf kan aku yang secara tidak sengaja telah membohongi kalian lewat jilbabku. Kalian telah memuji orang yang salah
“mah maafkan aku yang sering membentak dan tidak mendengarkan perkataanmu. Maafkan aku yang belum bisa jadi anak yang benar-benar solehah yang didambakan surga”
Muhasabatunnafsi…..muhasabatunnafsi…..

Semoga tidak ada orang sepertiku yang selanjutnya. Berhijilbab Syari’i itu baik tapi lebih baik lagi kalau diiringi dengan hati dan perbuatan yang baik, yang hanya kepada-Nya bukan karena ingin dipuji ingin di puja oleh ciptaan-Nya yang lain.

Sampai bertemu lagi dikisahku selanjutnya yah

Wa’alaikumsalam wr.wb

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini