Gambar Islami

Bercanda Ala Rasulullah



Assalamu’alaikum, ukhti 🙂

Bercanda Ala Rasulullah SAW

Tertawa adalah fitrahnya manusia. Menertawakan sesuatu yang lucu dan jenaka tidak dilarang oleh Islam, akan tetapi ada hal-hal yang harus diperhatikan. Apa saja itu?

Salah satu obat penghilang stres yang ampuh adalah dengan bersenda gurau. Islam tidak melarang umatnya untuk bercanda atau membuat cerita jenaka agar orang lain tertawa. Tapi, ada beberapa poin penting yang ditegaskan Rasulullah SAW ketika kita akan bercanda. Untuk lebih lengkapnya, simak ulasan berikut ini yuk.

Bercanda ala Rasulullah Menurut Pandangan Islam

Rasulullah SAW senang bercanda dengan istri, sahabat, maupun sanak saudaranya di waktu senggang beliau. Tujuannya adalah untuk membuat hati mereka gembira. Candaan Rasulullah SAW tidak berlebihan, bahkan walaupun dalam keadaan bercanda, beliau selalu berkata benar.

Dituturkan ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha:

مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّه صلىاللّه عليه وسلم مُستَجْمِعًا قَطُّ ضَا حِكًا حَتَّى تُرَى مِنْهُ لَهَوَاتُهُ إِنَمَا كَانَ يَتَبَسَّمُ

“Aku belum pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan lidahnya, namun beliau hanya tersenyum.” (Bukhari Muslim)

“Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu menceritakan, para sahabat bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: ’Wahai, Rasulullah! Apakah engkau juga bersenda gurau bersama kami?’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: Betul, hanya saja aku selalu berkata benar.” (Ahmad)

Nah, dari kedua Hadist di atas kita dapat mengetahui betapa Rasulullah SAW sangat menjaga perasaan orang lain. Ketika akan melontarkan candaan, beliau akan memikirkan hal-hal yang membuat orang yang mendengarkannya merasa senang. Dan sebaliknya, bercanda sampai membuat orang lain tersinggung atau sakit hati hanya akan memberikan dampak buruk saja. Setuju tidak, ??

Assalamu’alaikum Sahabat Shalihah
Klik tombol love untuk menyukai artikelnya

Dengan menyukai, kalian telah membantu kami untuk menunjukan mana artikel terbaik. Jazakumullah Khairan Katsiran 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *