Sajak Islami

pacaran dalam pandangan islam, larangan pacaran dalam islam, hukum pacaran dalam agama islam, arti pacaran dalam islam

Sepucuk surat adalah satu alasanku menolak berpacaran adalah karenamu. Selain ingin menjauhi larangan-Nya, aku pun tidak ingin membagi perasaan dan cintaku pada laki-laki lain selain dirimu. Sebelum aku mampu membahagiakanmu dengan hasil usahaku sendiri. Laki-laki tersebut kupanggil bapak. Seorang pahlawan yang pertama kali mengIslamkanku pada 14 Desember 1997. Tanggal yang luar biasa dimana bapak pertama kali melihat putri kecilnya di dunia. Di hari yang bertepatan dengan peringatan nisfu sya’ban tersebut

sholat taubat, cara taubat, solat taubat, taubat nasuha, doa taubat

Assalamu’alaikum sobat Dj, kali ini aku akan menuliskan puisi islami. Puisi islami ini kutulis sebagai surat cintaku. Kutuliskan puisi islami ini tulus dari dalam hatiku. Karena aku yakin, selain dengan do’a yang selalu ku panjatkan untuk menantimu, melalui puisi islami dengan judul Surat Cinta untuk Seseorang yang Dirahasiakan-Nya ini juga aku bisa menumpahkan semua perasaanku. Assalamu’alaikum kekasih rahasia… Sebuah nama tanpa cerita namun mengusik jiwa dalam penantian. Siapakah dia? Sebuah harapan akan

khitbah

Sepenggal cara Allah mempertemukan kita atas keberanian khitbah ku. Allah telah menggerakan jemari ini, Untuk menuliskan cerita khitbah ku  ke dalam website duniajilbab.co.id Cerita khitbah yang melukiskan perasaanku kala itu, hingga separuh malam berlalu masih asik saja ku lantunkan jemariku, ku ketikan khayalan panjang malam itu di temani lirih lagu syahdu, lagu yang juga tentang dirimu… Terlelap sesaat… Dingin menusuk hingga ke lubang pori, adzan subuh pertanda datangnya pagi menghantarku

khitbah

Alhamdulillah kau berkerudung. Tapi tunggu dulu, Mengapa kau sering melepas kerudungmu saat pergi keluar rumah ? Apa kau bilang ? Hanya dekat, jadi tidak perlu pakai kerudung ? Apa kau tak tau ? Satu langkah kau keluar rumah tanpa kerudungmu, satu langkah ayah mu dekat dengan neraka. Katanya kau sayang ayahmu, tapi mengapa masih begitu ? Kau mengumbar dirimu tanpa kerudung di sosial media hanya untuk mendapat pujian dari manusia

Hijrah Kerana Allah

Bismillahirrahmanirrahim… Aku adalah wanita yang hina Aku adalah wanita yang sering melakukan banyak khilaf dan kesalahan 🙁 Aku adalah wanita yang mempunyai gelimangan dosa Aku takut akan adzabnya Aku takut dengan siksaan api neraka-Nya yang panas membara 🙁 :'( Aku takut ketika aku berbuat kesalahan dan membuat Allah murka kepadaku.. aku takut bisa menyeretkan kedua orangtuaku kedalam Api Neraka-Nya :'( Ya Allah… Maafkan segala kesalahan yang telah ku perbuat Maafkanlah

Bantu Aku Untuk Menjaga

aku ingin seperti bunga mawar meskipun berduri namun tetap menebarkan keharumannya aku ingin seperti mentari meskipun terkadang tertutup awan hitam namun tetap memancarkan sinarnya aku juga ingin seperti embun meskipun hanya setetes namun tetap menyejukkan seperti halnya perasaan ini, aku selalu mendekap erat agar perasaan ini tetap tersimpan rapi sampai waktu mempertemukan aku denganmu dalam sebuah ikatan. bukan aku tak mempunyai rasa, bukan pula aku tak peduli terhadapmu hanya saja

Ayah, Akan Seperti Apakah Priaku Kelak ?

  Semoga kelak aku mendapatkan lelaki seperti ayah, menjadi tempatku berlindung, selalu menemani di kala bahagia selalu mengusap air mataku dikala ku menangis bahkan rela berkoban apapun demi aku anak nya ayah, ketika ku sakit kau datang dan menghibur, apa yang ku inginkan pasti ayah selalu usahakan agar aku lekas sembuh, agar senyumku tersirat kembali apakah kelak suamiku akan seperti itu ayah? ayah tak banyak harap ku, putri kecilmu ini

tak lagi mengumbar aurat

Ku lihat kau dari sudut keramaian Kau duduk manis dikursi pelaminan Bersama dia sang pujaan Dengan wajah berseri penuh kebahagiaan Ku lihat kau dari sisi yang tak diinginkan Ku duduk pilu dikursi tamu undangan Sendiri bersama bayangan Ku hanya bisa menyaksikan mu tersenyum dalam penuh harapan   Saat ku tersenyum melihatmu Kaupun membalas senyumku Tapi kau tak tau apa arti senyumku Pasti kau berfikir bahwa aku merasa sakit hati. Tentu

berani hijrah

. Sunyi malam melanda suasana Lirih lisan merajut sebait doa Telah melerai jiwa penuh hampa Hanya diatas sajadah ku mengiba Atas rindu yang merayap buai air mata Akan ku ungkapkan segalanya   Rasanya,hati meraung tak berdaya Kala telapak tangan mengadukan lara Merasakan tersayatnya luka. Ku coba tumpahkan segala rasa Hanya meminta pada yang Maha Kuasa Untuk merendamkan rindu yang melanda   Diatas sajadah ku titipkan segala rasa Derai cinta yang

tata cara ta'aruf dalam islam

Dari semua puisi yg ku baca semuanya tampak indah dan menyentuh namun, aku tak tahu puisi itu untuk apa hingga pada akhirnya semua puisi itu menjadi tak begitu nyata. seharusnya di usiaku saat ini aku tak memikirkan apa ya belum saatnya aku pikirkan namun selalu ada bagaimana aku mengungkapkannya ya, hanya dengan puisi yg ku tuangkan dalam secarik kertas menulis adalah inspirasiku untuk sekedar bercerita, berpuisi dan mengungkapkan perasaanku cinta