Untuk Apa dan untuk Siapakah Tujuan dari Ibadah yang Kita Lakukan?

Selamat siang sobat dije ^^ Kali ini dije akan membahas mengenai macam – macam tujuan beribadah kepada Allah. Beribadah kepada Allah merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh umat yang beragama terutama agama islam. Namun, banyak sekali ditemukan perbedan – perbedaan tujuan dalam beribadah kepada Allah yang bisa kita temui sekarang.

Beribadah kepada Allah dilakukan untuk mencapai surganya.

beribadah kepada Allah

Menaati semua perintah dan menjauhkan semua larangan dari Allah SWT merupakan tugas utama kita sebagai umat Allah. Seperti di dalam hadist yang di riwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Majah, Al – Hakim, dan At – Tirmidzi bahwa Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam telah bersabda bahwa :

“Bahwa dimana sesunggugguhnya Allah SWT telah berfirman kepada umat-Nya, “Wahai anak – anak Adam! Beribadahlah sepenuhnya hanya kepada ku saja. Maka niscaya aku akan penuhi kebutuhan yang ada di hati mu dan juga di dalam dada mu dengan kekayaan dan aku akan penuhi kebutuhanmu. Jika tidak dilakukan maka niscaya tangan mu akan aku penuhi dengan kesibukan dan tidak akan aku penuhi kebutuhanmu.”

Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam dalam hadist diatas telah menjelaskan bahwa Allah SWT telah menjanjikan kepada manusia – manusia dan semua umat – Nya yang sepenuhnya hanya beribadah kepada – Nya akan Allah penuhi dengan dua hadiah dan sebaliknya bagi yang tidak melakukannya akan Allah berikan sepenuhnya dengan dua siksa. Dimana dua hadiah tersebut dijelaskan yaitu berupa  Allah SWT akan menghiasi hati orang yang taat beribadah kepada nya dan Allah SWT juga akan memberikan semua kebutuhannya. Sedangkan dua siksaan yang dimaksudkan adalah berupa dimana Allah akan memberikan kesibukan yang luar biasa kepada tangannya dan yang kedua oleh karena kesibukan tersebut maka orang tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhannya.

Dan juga satu lagi terdapat di dalam Hadist riwayat Imam Al- Hakim dimana Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam telah bersabda bahwa : “

“Bawasannya Rabb yang Maha suci dan juga Maha tinggi telah berfirman kepada umat – Nya, ‘Wahai kau anak Adam! Fokus dan teruslah beribdah kepada aku, karena niscaya aku akan selalu memenuhi hatimu dengan kekayaan iman dan tangannya mu akan aku penuhi dengan rezeki. Wahai anak Adam! Jangan lah engkau menjauhi aku, karena jika itu terjadi aku akan memenuhi hatimu dengan kekafiran dan juga aku akan memenuhi kedua tanganmu dengan kesibukan yang sesibuk – sibuknya.

Di dalam hadist yang sangat mulia dan menyentuh ini, Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam yang mulia berbicara berdasarkan wahyu yang ia dapatkan ketika mendengar janji Allah, yang tak satupun lebih memenuhi janji daripada – Nya. Dua jenis pahala yang Allah SWT berikan bagi orang yang beribadah kepada Allah dengan sepenuh dan setulus dengan hatinya. Allah akan dan sudah pasti akan memenuhi hatinya dengan kekayaan dan juga tangannya dengan rezeki.

Seperti Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam juga sudah memberikan peringatan akan azab dan ancaman Allah kepada orang – orang yang menjauhi ibadah dan terutama menjauhi Allah SWT itu sendiri dengan dua jenis siksa dimana Allah SWT akan memberikan kekafiran dan kesibukan ke dalam kedua tangannya.

Semua sudah mengetahui siapa yang hatinya akan di penuhi oleh kekayaan atas permberian dari Allah SWT dan maka merekapun akan dijauhkan dari segala kemiskinan untuk selama – lamanya. Dan sebaliknya yang akan terjadi maka hati nya akan dipenuhi oleh ke kafiran dan dengan hal tersebut niscaya tidak ada seorang pun yang bisa membuatnya menjadi orang kaya selama – lama nya. Dan siapa yang disibukkan oleh Allah SWT maka niscaya tidak ada seorang pun yang bisa memberikan waktu luang kepada mereka. Karena ini semua adalah janji yang telah Allah SWT ucapkan kepada seluruh umat – Nya.

Selain beribadah juga, yang utama adalah tujuan dari beribadah itu sendiri. Beribadahlah dengan tujuan yang paling mulia sesuai dengan perintah dari Allah SWT yang ia berikan kepada umat – Nya.

Tujuan apa saja yang dimaksud dalam beribadah kepada Allah oleh beberapa kaum yang ingin kita ketahui? Simak disini yuk kisahnya ukhti.

Seseorang tidak boleh beribadah kepada Allah hanya semata-mata karena rasa cinta, karena ini adalah ibadah kaum sufi. Mereka tidak beribadah kepada Allah karena rasa takut dan berharap pahala. Mereka berkata, “Aku tidaklah beribadah kepada Allah karena mengharapkan surga, bukan pula karena takut neraka. Akan tetapi, aku beribadah karena semata-mata mencintai Allah.”

Ini adalah keyakinan yang tidak benar.

Bagaimana mungkin sikap semacam ini kita benarkan, sedangkan manusia yang paling bertakwa kepada Allah ta’ala, yaitu Rasulullah shallallahualaihiwasallam berdoa,

اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Ya Allah Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jauhkan kami dari siksa neraka.” (HR. Bukhari no. 4522)

Adapun orang-orang yang beribadah kepada Allah hanya karena rasa takut, mereka adalah orang-orang khawarij. Orang-orang khawarij hanya menonjolkan sisi al-khauf saja. Oleh karena itu, mereka memvonis kafir orang-orang yang berbuat dosa atau maksiat, meskipun perbuatan tersebut tidak termasuk dalam perbuatan kekafiran atau kemusyrikan (syirik akbar). Padahal, orang-orang yang berbuat dosa dan belum bertaubat sebelum meninggal dunia, ada kemungkinan diampuni oleh Allah ta’ala, selama dosa tersebut masih berada di bawah level kekafiran.

Adapun orang-orang yang beribadah kepada Allah hanya karena rasa harap (ar-raja’) saja, mereka adalah kaum murji’ah. Mereka meremehkan dan menghilangkan rasa takut kepada Allah ta’ala. Oleh karena itu, orang-orang murji’ah menganggap sama saja antara orang-orang mukmin dengan pelaku dosa besar. Bagi mereka, dosa besar tidaklah membahayakan atau mengurangi keimanan mereka, karena hanya menonjolkan rasa harap akan ampunan dari Allah ta’ala dan tidak memiliki rasa takut terhadap siksa dan ancaman-Nya.

Nah seperti itulah sobat dije beberapa tujuan dari beribadah kepada Allah yang dilakukan oleh beberapa kaum. Dalam tujuan beribadah kepada Allah ini semoga kita bisa mengambil nilai – nilai positif yang terdapat di dalam artikel ini. Selain itu dengan bertambah nya pengetahuan kita dengan beberapa tujuan beribadah kepada Allah akan membuat kita juga bisa selalu berada di jalan Allah. Semoga dengan tujuan mulia dan tulus untuk beribadah kepada Allah kita akan semakin di dekatkan dengan surga yang telah di janjikan oleh Allah SWT kepada kita semua umat – Nya.

Oh ya sobat dije, kalo boleh tau apa saja tujuan yang sobat dije tetapkan ketika sobat dije beribadah kepada Allah SWT? Yuk sobat dije share juga ceritanya sobat dije disini supaya kita juga bisa sama – sama berbagi sekaligus menambah ilmu baru tentang agama yang akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Untuk Apa dan untuk Siapakah Tujuan dari Ibadah yang Kita Lakukan?
Berikan Rating!

Profile Status
ACTIVE