Sepucuk Surat Untuk Laki-Laki Ku Cinta

Sepucuk surat adalah satu alasanku menolak berpacaran adalah karenamu. Selain ingin menjauhi larangan-Nya, aku pun tidak ingin membagi perasaan dan cintaku pada laki-laki lain selain dirimu. Sebelum aku mampu membahagiakanmu dengan hasil usahaku sendiri.

Laki-laki tersebut kupanggil bapak. Seorang pahlawan yang pertama kali mengIslamkanku pada 14 Desember 1997. Tanggal yang luar biasa dimana bapak pertama kali melihat putri kecilnya di dunia. Di hari yang bertepatan dengan peringatan nisfu sya’ban tersebut lahirlah anak perempuan yang sehat dan selamat.

sepucuk surat

Bapak.. aku mencintaimu lebih dari apapun. Senyumanmu adalah sumber energi kebahagiaanku. Bahkan ketika aku mendapat nilai A dalam mata kuliah, senyummu jauh lebih indah daripada itu. Maafkan putri kecilmu yang terkadang banyak menuntut, tapi percayalah tidak sedikitpun ada niat untuk itu.

Bapak.. usiaku bukan anak-anak lagi. Kini ku duduk di bangku kuliah, tempat dimana tidak semua orang bisa berada disana. Itu semua berkat kerja keras dan do’amu setiap waktu. Setiap hari, dari pagi hingga malam seperti tak ada kata lelah dalam kamus kehidupanmu. Tidak bisa terhitung jasa yang telah kau beri padaku. Tidak sanggup pula aku membalasnya, bahkan jika harus mengucapkan terimakasih sepanjang hidupku.

Bapak.. banyak orang bertanya kepadaku. Tentang mengapa selalu terlihat ambisius dalam belajar. Selama ini aku hanya membalas dengan senyuman. Padahal dalam hati ingin kukatakan kepada mereka, bahwa semua itu kulakukan karenamu. Setidaknya aku ingin membuktikan bahwa inilah putri kecil bapak yang dapat dibanggakan. Ketika aku merasa lelah dengan tugas kuliah, segera kuingat perjuanganmu. Pernah suatu waktu kulihat ke dalam matamu yang sayu. Kantung mata mulai terlihat jelas, namun pandanganmu seolah berkata “jangan khawatir,aku baik-baik saja”. Aku berusaha tegar sepertimu dan segera menyeka air mataku agar tidak ada yang tahu.

Bapak.. banyak orang bertanya kepadaku. Tentang mengapa hingga saat ini aku tidak punya pacar. Sekali lagi aku hanya menjawab dengan senyuman. Teman seusiaku memang banyak yang mengumbar perasaannya pada lawan jenis. Dengan dalih karena masa muda tak akan kembali. Tapi itu tidak berlaku untukku pak. Justru karena masa muda hanya sekali, aku ingin menghabiskannya dengan berbakti padamu. Sebelum ada orang yang kau pilihkan untuk mendampingi hidupku kelak. Tidak akan kubagi sedikitpun cintaku pada laki-laki lain selain dirimu. Tidak akan kuberi celah kepada siapapun yang bisa merebut hatiku darimu pak.

Bapak.. Tidak ada yang mampu kuucap selain rasa syukur dan terimakasih. Untuk setiap do’a yang kau panjatkan. Untuk setiap keringat darimu demi memenuhi kebutuhanku. Sehingga sampai saat ini aku masih bisa berdiri tegak dan berkarya. Tidak lama lagi studiku akan selesai, aku ingin kau menjadi orang pertama yang mengetahui kelulusanku. Sekeras apapun usahaku tidak akan berjalan tanpa adanya iringan doa yang tulus darimu pak. Hanya doa yang mampu kuberikan agar kau senantiasa dilindungi olehNya.

Salam cinta dari putri kecilmu.

Sepucuk Surat Untuk Laki-Laki Ku Cinta
4.7 (93.33%) 3 votes

Profile Status
ACTIVE