Pacaran itu Haram!

Halo sobat dije, selamat siang dan selamat berakhir pekan. Gimana nih sobat dije kabar akhir pekannya? Semoga selalu berada di jalan Allah dan selalu sehat ya tentunya. Kali ini dije akan membahas tentang pacaran itu haram. Mengapa pacaran itu haram?

pacaran itu haram

Seperti di dalam Qs. An-Nuur : 2 yang mengatakan bahwa dimana ada laki – laki yang berzina dengan perempuan, maka berikan lah dera kepada mereka masing – masing dengan 100x dera dan jangan lah sampai ada belas kasihan dari dirimu untuk menjalankan dan mengamalkan hukum Allah. Jika kamu merasa beriman kepada Allah SWT hendaklah kamu melaksanakan hukuman mereka yang disaksikan oleh sekumpulan orang – orang yang taat imannya.

Dimanapun, di kantor, di jalan – jalan, di mall, di bisokop, di kampus, dan dimana pun terutama di tempat hiburan malam (club) kita dengan sangat mudah akan menemukan orang – orang yang pacaran, sedang asyik berdua – duaan, bergandengan tangan, berpelukan di depan umum, bahkan kadang bisa lebih dari itu. Melihatnya pun kadang membuat kita tidak enak. Ingin menegurnya namun takut dikira sok suci dan malah berujung pada keributan. Memang, terkadang ada perasaan heran di dalam diri ini, apakah mereka tidak mengetahui bahwa pacaran itu haram hukumnya.

Yaaa, itulah yang namanya pacaran yang sekarang mungkin sudah menjadi hal yang biasa dan mungkin sudah menjadi budaya dan gaya hidup bagi masyarakat kita saat ini. Alasan yang dikeluarkan pun begitu banyak terutama penjajakn pra nikah merupakan sebuah alasan yang paling sering dilontarkan. Dan beberapa juga ada yang berkomentar “tidak apa – apa pacaran, asal tidak MBA saja”. Padahal menurut islam dan bagi islam sendiri pacaran itu haram hukumnya, dan jika di langgar maka di akhirat nanti akan di adili oleh Allah SWT dengan hukuman yang amat mengerikan. Maka dari itu sehubungan denga pacaran itu haram mari kita bahas kajiannya dalam dinjauan hukum di Indonesia dan mari kita bandingkan dengan hukum di dalam agama Islam itu sendiri.

Dalam hukum KUHP di Indonesia, tidak akan kita temukan istilah pacaran di dalamnya. Namun, bukan berarti bahwa pacaran itu tidak dilarang di dalam KUHP. Dalam bab XIV sudah jelas di atur masalah mengenai masalah kejahatan terhadap kesopanan yang khususnya berada di dalam pasar 281 yang berisi tentang barang siapa yang sengaja merusak kesopanan khususnya di depan umum akan dikenakan sangsi selama – lamanya kurungan dua tahun delapan bulan. Yang dimaksudkan merusak kesopanan ialah melakukan tindakan – tindakan seperti mencium lawan jenis di depan umum, dan lain – lain. Dan hal ini pun tergantung dengan adar istiadat dan kebiasaan yang berlaku di dalam sebuah masyarakat tersebut.

Nah dan yang jadi masalah adalah karena ada nya pengaruh dari budaya barat yang masuk ke Indonesia sehingga terkadang tindakan seperti ini sudah dianggap wajar oleh sebagian besar orang. Dan kadang hal ini pun dilakukan tana memandang rasa malu. Padahal Rasulullah sudah mengatakan di dalam surat Al Hayaau dimana malu itu sendiri adalah bagian dari iman yang dimiliki oleh manusia.

Sedangkan menurut hukum islam, pacaran itu sendiri dikaji di dalam hukum islam yang pada awalnya kita diharuskan memahami masalah hudud, qishash, dan juga ta’zir. Hudud sendiri memiliki artian yaitu sebuah ketentuan – ketentuan pudana yang telah di atur dengan jelas dan tegas dan segala bentuk hukumannya di dalam Al-Quran dan juga sunnah Nabi yang merupakan aturan dari Allah SWT diantaranya berzinah, menyamun, memfitnah, dan juga mencuri. Dan qishash sendiri memliki arti yaitu pembalasan seetimpal atas semua atau segala bentuk tindakan yang mengandung unsur dosa dan haram yang telah dilakukan dimana hak yang menentukan hukuman ini diserahkan kepada korban atau pun ahli waris dari korban itu sendiri dimana ingin dendamnya dibalaskan dengan setimpal, membayar dengan denda, atau memaafkan pelakunya tersebut.

Adapun ta’zir yang memiliki arti ketentuan yang di atur oleh penguasa atau hakim yang berfungsi untuk mengisi kekosongan dari hukum. Misalnya masalah percobaan dalam pembunuhan dan lain – lain. Dalam hal ini penguasa atau hakim berhak memberikan hukuman yang harus di terima oleh pelaku tersebut. Kembali lagi pada masalah pacaran, agak sedikit terkejut setelah melihat dan membaca buku Al Ahkam Al Sulthaniyyah di halaman 459 sebuah karya dari Al Mawardi yang menjelaskan bahwa pacaran dimasukkan sebagai salah satu bentuk tindak percobaan perbuatan zina dimana hukum yang akan di terapkan merupakan hukum ta’zir yang di lakukan langsung oleh penguasa atau hakim.

Karena menurut nya pacaran yang di sertai dengan mengobrol berdua dalam sebuah kamar/ rumah maka akan dikenakan hukuman cambuk sebanyak tiga puluh kali, jika bersentuhan, berpelukan hingga berbuat zina maka akan diberikan hukuman cambuk sebanyak 60x. Hal ini sudah sangat jelas dan juga seirama dengan aya – ayat yang terdapat di dalam surat Al Israa yang memiliki arti “Jangan lah kamu mendekati hal – hal zina, karena sesungguhnya zina itu merupakan seuah perbuatan yang sangat buruk dan juga keji”.

Disini sudah terlihat sangat jelas dimana yang dilarangan bukanlah hanya zina saja tetapi segala seuatu yang menghantarkan kepada zina itu dilarang dan salah satunya itu adalah pacaran. Oleh sebab itu, di dalam ayat – ayat yang lain Allah menyuruh kita untuk menundukkan pandangan karena sesungguhnya pacaran itu akan menghantarkan kita kedalam zina hati, zina pandangan, zina pengelihatan, zina tangan, dan juga zina pendengaran.

Maka dari itu, jauhi dan hindarilah segala bentuk kegiatan dan hal – hal yang akan mendekatkan kita kepada zina terutama pacaran. Karena sekali lagi sudah jelas bahwa pacaran itu haram hukumnya. Selain itu kepada pria dan wanita juga selalu disarankan untuk menahan hawa nafsunya dan selalu menjaga pandangannya agar tidak menimbulkan fitnah dan juga zina.

Gimana sobat dije sekalian, pasti sudah tau kan dari dulu bahwa di dalam islam pacaran itu haram. Semoga kita semua bisa menjauhi segala bentuk hal yang akan mendekatkan kita kepada zina. Semoga kita juga menjauhi hal – hal yang menyangkut dengan pacaran dan lawan jenis. Pacaran itu haram jika dilakukan oleh orang yang bukan muhrim dan belum menikah. Sedangkan pacaran yang diperbolehkan oleh islam itu merupakan pacaran yang dilakukan setelah menikah.

Semoga artikel ini bisa menginspirasi sobat dije semua untuk selalu berada di jalan Allah ya. Semoga jodoh kita selalu Allah dekatkan kepada kita ya, dengan cerminan diri kita yang semakin baik semoga kita juga bisa mendapatkan jodoh yang baik pula.

Pacaran itu Haram!
4 (80%) 4 votes

Profile Status
ACTIVE