Kuliah Sambil Dakwah : “Ane Jiddan!”

Tidak sedikit teman yang dulunya “aktivis kelas dewa” sekarang menghilang dari jalan dakwah. Ketika ditanya alasannya beragam, mulai dari kesibukan kuliah sampai pengaruh dari lingkungan. Rasanya tidak masuk akal jika kuliah menjadi kambing hitam dari terhentinya aktivitas dakwah. Ada sebuah kutipan “Kadang, kita seenaknya berkata “afwan, saya sibuk banget. Seolah kita mengira bahwa jalan dakwah ini berisi para pengangguran”. Lihat sekeliling, betapa banyak teman kita yang tetap aktif berdakwah ditengah segudang tugas kuliahnya. Setiap orang punya kesibukannya masing-masing, evaluasi kembali apakah kesibukan itu mendekatkan diri kepada Sang Pencipta atau malah sebaliknya? Nauzubillah.

kejujuran

Mari evaluasi diri kawan, tanyakan dalam hati apakah amalan yaumiyah sudah maksimal? Sudah berapa banyak hafalan Qur’anmu? Sejauh mana kedekatanmu dengan al-Qur’an? Mungkin ada yang salah dengan hatimu. Ingat selalu ayat Allah tentang perintah berdakwah bagi tiap muslim “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung” (Q.S. Ali Imran: 104).

 

Dimanapun kita berada, perintah untuk berdakwah akan selalu ada. “Dakwah kan tugasnya anak-anak kampus Islam. Sekarang saya di kampus umum, ga harus kan?”. Ini pemikiran yang harus diluruskan, berdakwah adalah perintah Allah untuk setiap muslim. Memangnya yang orang Islam cuma ada di kampus Islam? Justru dengan lingkungan yang beragam akan menjadi peluang yang besar untuk berdakwah. Disitulah keimanan seseorang diuji, apakah akan memperbaiki atau malah terbawa arus lingkungan.

 

Fokus pada kuliah memang kewajiban bagi mahasiswa, namun bukan alasan untuk meninggalkan dakwah. Lalu bagaimana agar bisa kuliah sambil berdakwah ditengah kesibukan dan lingkungan yang tidak mendukung?

 

  1. Niat dan berdo’a agar tetap istiqomah.

Bibit yang ditanam dan dirawat dengan baik akan menghasilkan buah yang berkualitas. Sama dengan niat, kalau diawali dengan hati yang bersih dan istiqomah InsyaAllah akan diberi kemudahan.

 

  1. Buat Agenda

Mahasiswa yang ingin dakwah, buatlah dulu agenda agar kuliah tidak terbangkalai. Bagi waktu antara kuliah dan dakwah, keduanya harus seimbang. Malu dong kalau terlalu sibuk berdakwah akhirnya anjlok nilai kuliah. Buatlah agenda yang rapih dan selesaikan tugas kuliah tepat pada waktunya. Kemudian, cari target dakwah dan sesuaikan dengan karakternya. Karena tiap manusia memiliki kepribadian yang berbeda. Berdakwah kepada anak kecil tidak sama dengan berdakwah kepada orang yang lebih tua. Sekali lagi hati-hati, karena kalau salah perlakuan malah jadi menjauh dari kita.

 

  1. Manfaatkan jejaring sosial dan mulailah menulis

Di zaman serba teknologi ini manusia lebih banyak menghabiskan waktunya dengan gadget. Lebih betah ber jam-jam dengan gadget dibanding harus menghadiri kajian yang hanya setengah jam. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi aktivis dakwah. Jadikan gadgetmu sebagai ladang mengumpulkan pahala. Tulislah hal-hal yang bermanfaat dan sekiranya dapat memotivasi orang banyak. Karena bisa jadi karena tulisanmulah seseorang mulai berhijrah.

 

  1. Berbaur tapi tidak melebur.

Ini yang perlu diperhatikan bagi para aktivis dakwah. Terkadang selepas berhijrah diri mulai menjauhi lingkungan yang dipikirnya kurang baik. Hal ini tidak salah namun jika dibiarkan, siapa yang akan memperbaiki lingkungan yang masih beragam?. Berbaur dan bertemanlah dengan siapapun. Sambil menyelam minum air, sambil berteman sekaligus menjalankan dakwah. Namun yang harus diperhatikan jangan sampai melebur, dalam artian ikut terbawa arus.

 

“Perjalanan dakwah bukanlah perjalanan yang bertabur bunga dan penuh penghargaan. Justru sebaliknya, dakwah adalah jihad dan pengorbanan seseorang. Segala bentuk pengorbanan dituntut dari seorang yang ingin berdakwah, mulai dari waktu, harta dan jiwa” (Fathi Yakan). Tetaplah bertahan di jalan ini, karena dakwah akan lebih kuat jika dilakukan bersama-sama. Mahasiswa harus menjadi pelopor pergerakan dakwah, karena itu katakan dengan lantang “Kuliah sambil dakwah : Ane Jiddan!”.

Kuliah Sambil Dakwah : “Ane Jiddan!”
Berikan Rating!

Profile Status
ACTIVE