Jujur yang Membawa Berkah

Halo sobat dije semua nya, ketemu lagi nih hehhe. Apa kabarnya nih sobat dije? Semoga kit semua selalu Allah berikan kesehatan serta keberkahan di dalam hidup ini ya, dan semoga kita juga selalu berada pada jalan Allah ya sobat dije. Pada siang ini dije akan menceritakan sebuah kisah tentang pria yang jujur.

kejujuran

Ya, kisah ini di alami oleh seorang pria sederhana yang hidup didalam keluarga yang serba kekurangan. Sejak lahir pria ini memang hidup didalam lingkungan kemiskinan. Ibu nya yang seorang tukang buruh cuci dan ayahnya yang seorang tukang buruh serabutan tidak membuat nya berhenti berharap untuk mendapatkan pendidikan setinggi mungkin.

Pria ini memang dalam segi pendidikan bisa dinilai tidak bodoh maupun tidak terlalu pintar. Ia adalah pria yang biasa – biasa saja. Namun, pria ini adalah sosok yang memiliki sifat yang jujur. Ia selalu menolak ajakan teman – teman disekolahnya untuk berbuat hal – hal yang buruk. Pria ini bersekolah disuatu SMA di tempat ia tinggal. Hari – hari nya ia habiskan untuk bersekolah dan mengajar mengaji anak – anak di sebuah madrasah setiap sore nya.

Orang tua dari pria ini merupakan seorang islam yang taat, mereka tidak pernah meninggalkan shalat lima waktunya. Keluarga ini juga dikenal merupakan keluarga yang jujur oleh para tetangga dan keluarga nya. Walaupun mereka hidup didalam kehidupan yang serba kekurangan namun mereka tidak pernah melakukan hal – hal picik untuk mendapatkan uang yang lebih banyak. Mereka lebih senang untuk bekerja keras untuk mendapatkan pendapatan yang lebih.

Tak terasa masa SMA nya pun sudah berlalu, dan berkat uang tabungan dari ayah dan ibunya yang tidak di duga – duga ia bisa melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Ia sangat terkejut mendengar hal tersebut. Namun, ternyata ia juga diam – diam sedang belajar supaya bisa mengambil beasiswa, dan benar saja berkat ketekunannya belajar saat di SMA kelas tiga itu, dia mendapatkan beasiswa disebuah perguruan tinggi negri yang favorit. Kedua orangtua nya sangat bangga memiliki anak pria seperti itu. Dia adalah seorang pria yang sederhana dan juga jujur.

Selama masa kuliah juga ia tidak pernah melakukan hal – hal yang buruk. Dan ia pun bisa menyelesaikan kuliahnya dengan tepat waktu. Pria ini merukapan satu – satunya pria yang mendapatkan gelar sarjana di kampung nya tempat ia tinggal. Namun, setelah ia lulus kuliah ia sangat sulit mendapatkan pekerjaan. Ia sudah melamar pekerjaan kesana kesini namun tak ada satupun yang sukses yang bisa ia lalui. Sambil melamar – lamar pekerjaan ia pun tetap mengajar ngaji di madrasah. Memang uang yang dihasilkan dari mengajar ngaji ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya namun ini semua ia tetap lakukan karena ia tidak memiliki pilihan lain.

Pada suatu hari, disuatu ketika pria ini selesai mengajar mengaji anak – anak ia menemukan sebuah dompet di jalan arah menuju pulang. Saat menemukan dompet tersebut ia memeriksa isi dari dompet itu terdapat kartu tanda pengenal, kartu nama, dan semua kartu identitas si pemilik serta beberapa kartu ATM, lalu saat ia memeriksa isi uang nya ia menemukan jutaan rupiah ada di dalam dompet tersebut. Konflik di dalam batinnya pun terjadi, ia hanya memiliki dua pilihan untuk mengembalikan dompet tersebut kepada pemilik aslinya ataukah mengambil semua isi dari dompet itu. Apalagi mengingat ia dan keluarganya sedang membutuhkan uang. Ia pun bingung mengenai hal apa yang harus ia lakukan. Rasanya bisikan syaitan mempengaruhi pria tersebut untuk mengambil semua yang ada didalam dompet itu. Isi dari hati nurani nya yang mengatakan untuk jujur mulai tak terdengar. Namun, setelah perdebatan dan konflik batin tersebut akhirnya ia menemukan jawaban.

Akhirnya pria ini memutuskan untuk kembali kepada hati nuraninya untuk mengembalikan dompet tersebut. Ia pun memutuskan untuk menelpon nomor kontak yang ada didalam kartu tanda pengenal tersebut. Di dalam telpon ia pun memperkenalkan diri dan juga menceritakan kisah yang ia alami kepada sipemilik dompet tersebut. Akhirnya merekapun janjian untuk ketemuan.

Akhirnya mereka pun bertemu, pada awal pertemuan ini mereka memutuskan untuk mengobrol – ngobrol dulu sejenak. Setelah asik dan selesai mengobrol akhirnya pria yang berwajah teduh dan jujur ini kemudian mengembalikan dompet beserta semua isinya lengkap seperti sediakala waktu ia menemukan dompet tersebut kepada si pemilik dompet. Sebagai bentuk ujian yang si pemilik berikan, si pemilik dompet itu berkata kepada pria tersebut, “Jumlah uang yang ada di dompet ini ada dua juta rupiah, namun mengapa sisa nya sekarang tinggal satu juta rupiah?”. Lalu si pria yang jujur ini pun menjawab, “Memang saya dan keluarga sedang membutuhkan uang, namun kami masih bisa bekerja untuk mencari uang daripada kami mengambil uang yang bukan milik kami. Demi Allah, hanya itu yang ada di dompet anda”.

Mendengar hal tersebut, si pemilik dompet pun terharu, baru kali ini rasanya ia menemukan orang yang sejujur ini setelah belasan dompet yang ia jatuhkan namun hanya pria ini yang mampu jujur dan mengembalikan dompet tersebut kepadanya. Akhirnya si pemilik dompet itu pun menjelaskan kepada si pria jujur tersebut bahwa sesungguhnya ia adalah seorang pemilik perusahaan di berbagai kota. Aset nya pun sudah mencapai triliyunan. Ia juga menjelaskan kepada pria jujur tersebut terkait dengan dompetnya ia sudah menjatuhkan sembilan belas dompet dilokasi yang berbeda – beda dengan isi yang sama. Namun tidak ada satupun yang mengenmbalikan dompet tersebut. Ia juga menjelaskan bahwa hanya pria jujur tersebut yang mengembalikan dompet beserta dengan semua isinya yang utuh kepada si pemilik dompet tersebut.

Dan yang lebih mengejutkan si pria jujur yang sederhana ini, si pemilik dompet berkata kepadanya untuk menjadi kannya seorang manajer di salah satu perusahaanya. Lalu tubuh si pria ini pun bergetar, sejenak nafasnya terasa berhenti, ia tidak mampu menahan semua ini. Ia masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar ini. Setelah hampir lima menit berfikir dan terdiam akhirnya si pria jujur ini menjawab penawaran dari si pemilik dompet tersebut, “Maaf pak tapi apakah saya benar – benar orang yang bapak cari? Sesungguhnya saya hanya ingin mengembalikan dompet ini kepada bapak. Saya takut akan mengecewakan bapak dalam hal ekerjaan yang bapak tawarkan tersebut, karena saya tidak memiliki pengalaman apapun di dalam bidang tersebut”.  Namun si pemilik dompet itu menjawab, “Nak, ilmu di dunia ini bisa dipelaajari oleh kita manusia. Namun, kejujuran itu sangat sulit untuk didapat di zaman ini. Orang jujur semakin hari semakin berkurang, aku sangat membutuhkan orang seperti mu nak. Aku harap kamu mau bergabung diperusahaan yang sudah saya rintis sejak saya muda ini nak, saya dan tim saya akan mengajarkan bidang keuangan ini hingga kamu mengerti, kami benar – benar akan mengajari anda.”

Lalu si pria jujur ini pun terdiam dan memikirkan tawaran si pemilik dompet tadi. Ia berfikir kemana selama ini lamaran – lamaran pekerjaan yang ia kirim hingga ia bisa di tawari kerja bukan karna sebuah lamaran pekerjaan tapi di tawari pekerjaan karena sikap jujur yang ia miliki. Setelah hampir sepuluh menit ia berfikir, akhirnya ia pun menjawab pertanyaan si pemilik dompet tadi, ia mengatakan kepada si pemilik dompet bahwa ia mau menjadi seorang manajer di perusahaan nya tersebut. Mendengar hal tersebut si pemilik dompet langsung tersenyum dan memegang pundak si pria yang jujur tersebut dan berkata bahwa ia dan timnya akan mengajari pria jujur ini hingga ia bisa.

Lalu si pemilik dompet mengatakan kepada si pria jujur ini, supaya si pria jujur ini datang ke perusahaan miliknya tepat jam delapan pagi. Keesokan harinya, si pria jujur ini tiba di perusahaan pemilik dompet tersebut, sambil masuk berjalan ia menghubungi resepsionisnya dan mengatakan ingin bertemu dengan pemilik dompet tersebut. Setelah menunggu lima belas menit, akhirnya si pria jujur ini bertemu dengan si pemilik dompet tersebut. Kemudian si pemilik dompet pun mengantarkan pria tersebut kedalam kantor yang akan menjadi kantor dari pria jujur itu. Setelah sampai di kantornya ia disambut oleh karyawan lainnya. Di sana ia bertemu dengan orang yang sangat baik dan ramah, suasana kantor seperti suasana dalam keluarga, disana suasana nya hangat. Tidak pernah sebelumnya terbayangkan oleh si pria jujur tersebut akan mendapat rezeki yang seperti ini dari Allah SWT.

Ia pun semakin sering bersyukur kepada Allah atas semua yang ia dapat dan ia rasakan. Akhirnya setelah lebih dari tiga bulan di ajari oleh tim bidang keuangan disana, pria jujur ini pun telah bisa mnghandle masalah keuangan sebagai manajer keuangan di perusahaan tersebut. Ia pun akhirnya sedikit demi sedikit bisa meningkatkan derajat kehidupan keluarganya. Ia merupakan salah satu anak yang berbakti kepada orangtuanya. Sedikit demi sedikit ia menabung untuk mengumrahkan orangtuanya. Ia juga senang membelikan makanan favorit kedua orangtua nya itu.

Karena kejujurannya dan juga sikapnya yang suka mendengar pendapat orang lain dan juga mau belajar setelah setahun bekerja disana ia diangkat menjadi kepala biro keuangan di perusahaan tersebut. Si pria jujur ini juga dikenal sangat ramah dan juga pandai dalam beragama. Di kantornya ia selalu mengajak teman – teman yang seiman dengannya untuk shalat lima waktu dan alhamdulillah orang – orang disekitarnya sudah dari enam bulan kebelakang akhirnya tidak pernah melupakan shalat lima waktu mereka.

Selain itu, setelah ia bekerja selama tiga tahun di perusahaan tersebut sebagai kepala biro, akhirnya uang yang ia kumpulkan untuk memberangkatkan kedua orantuanya umrah pun terkumpul. Akhirnya ia pun bisa memberangkatkan kedua orangtuanya tersebut untuk umrah. Betapa terkejutnya orangtua pria tersebut dan betapa bahagianya mereka memiliki seorang anak pria jujur yang berbakti kepada orangtuanya ini. Tak henti ucapan syukur juga setiap hari keluar dari mulut orangtuanya ini atas segala rezeki yang telah Allah berikan kepada mereka. Meskipun sudah hidup berkecukupan, mereka tidak pernah sombong dan selalu rendah hati.

Si pria jujur ini juga ternyata diam – diam selalu menyumbangkan 20% dari penghasilannya kepada yayasan sosial dan juga panti asuhan. Sungguh betapa mulia hati pria yang jujur ini. Dan tak terasa sampai hari ini sudah 5 tahun ia bekerja di perusahaan tersebut sebagai kepala biro, ia sudah sangat membahagiakan orangtuanya. Pada tahun ini juga merupakan tahun promosinya untuk naik jabatan, tak tanggung – tanggung berkat kemampuan yang ia miliki pria jujur ini akan di promosikan menjadi direktur bagian keuangan.

Siapa yang menyangka berkat sikap jujurnya ia akan mengalami hal seperti ini beberapa tahun kedepannya. Sungguh tidak ada yang menyangka bukan? Semua ini berkat kejujuran serta ketaatannya kepada Allah SWT yang bisa menghantarkannya kepada kehidupannya yang sekarang ini. Dan ternyata benar saja dia terpilih menjadi direktur keuangan diperusahaan ini. Pria jujur ini pun sangat berterimakasih kepada orang tua dan orang – orang yang telah mendukung dan mempercayainya selama ini, ia juga berterimakasih kepada si pemilik dompet karena telah memberikan pekerjaan yang membuat nya bisa mencapai titik kehidupan sekarang ini. Karena berkat pekerjaan ini ia dapat membuat kedua orangtua nya bahagia. Dan tak lupa ucapan syukur dan terimakasih yang paling besar ia panjatkan kepada Allah SWT yang selalu hadir didalam kehidupannya dan selalu menjaga dia dan juga keluarganya.

Setelah menjadi direktur keuangan pria jujur ini pun mengkhitbah seorang wanita muslimah yang shalihah yang ada di perusahaan tempat ia bekerja tersebut. Setelah sebulan mgnkhitbahnya kahirnya mereka pun menikah hingga sekarang mereka langgeng dan sudah dikaruaniai dua orang anak masing – masing laki – laki dan perempuan. Mereka pun hidup bahagia sampai sekarang.

Begitulah sobat dije kisah dari seorang pria jujur yang mengantarkan nya kedepan pintu kesuksesan yang sekarang ia jalani. Ia sendiri tidak menyangka bahwa hal kecil dengan mengembalikan dompet ini akan membuatnya berada pada titiki yang sekarang ini. Bagaimana jika dahulu pria jujur ini lebih memilih untuk mengikuti kata – kata syaitan untuk mengambil uang di dalam dompet tersebut, mungkin sekarang pria jujur itu malah hidup dalam kesusahan karena telah mengambil hak yang sebenarnya bukan haknya itu.

Semoga dari kisah pria jujur ini juga kita semua dan sobat dije sekalian bisa bersikap jujur terhadap apapun yang bersifat baik. Semoga kita juga bisa mengambil sisi positif dari kisah tentang pria jujur ini. Seperti Dalam hadits dari sahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu juga dijelaskan keutamaan sikap jujur dan bahaya sikap dusta.  Ibnu Mas’ud menuturkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِى إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِى إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا

“Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan megantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Hati-hatilah kalian dari berbuat dusta, karena sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan pada neraka. Jika seseorang sukanya berdusta dan berupaya untuk berdusta, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.”

Jujur yang Membawa Berkah
Berikan Rating!

Profile Status
ACTIVE