Jilbab adalah Tanggung Jawab

0
94

Assalamu’alaykum..

Malam ini mau bagi kisah sedikit ya, semoga jadi manfaat & pembelajaran untuk kita semua.
Kemarin, ada seseorang yg berkomentar rada nggak enak tentang hijab & tampilan saya yang less-make-up kalo ke kantor.

Awalnya sih sedih dapet komentar nggak ngenakin di telinga & hati tapi setelah dipikir-pikir lagi mungkin disitulah ujian Allah atas keistiqomahan saya.

“Jilbab seperti ini nggak cocok dipakai oleh seorang ASN [PNS]. Kalau mau pakai jilbab seperti ini lebih baik di luar kantor. Kalau di kantor berhijab normal saja. Direktur pun kurang suka melihat pegawai dengan jilbab seperti ini.

Lagian sama agama tidak perlu terlalu fanatik. Ke kantor boleh saja memakai make up untuk terlihat cantik. Allah pun mengerti kita disini bekerja mencari uang. Mencari uang kan ibadah.”

Profesi saya seorang CASN [Calon Aparatur Sipil Negara] yang hari Senin-Kamis dituntut untuk memakai seragam.
Harus rapi.
Harus ikut aturan Negara.
Harus resmi.

Tapi, ketika aturan negara tidak mendukung & bertentangan dgn aturan Allah, haruskah aturan negara yang kita ikuti?

Makin sedih karena yang berkomentar adalah seorang muslimah & berjilbab..

Jilbab panjang ini tanggung jawabku pada Allah.
Jilbab panjang ini proteksiku.
Jilbab panjang ini identitasku.
Jilbab panjang ini pengingatku.
Jilbab panjang ini sahabatku.
Jilbab panjang ini tanda bahwa aku ingin taat.
Jilbab panjang ini bukan pertanda aku lebih suci daripadamu.
Jilbab panjang ini bukan karena aku teroris dan fanatis.
Jilbab panjang ini tidak akan membuat sikapku jadi bengis.
Jilbab panjang ini tidak akan pernah terpisah dariku sampai kapan pun.

Ketika engkau berusaha untuk mengubah pikiranku tentang jilbabku maka akan kudoakan agar hatimu melunak untuk menerima aturan sebenar dariNya.

Ketika muncul niat kalian untuk memaksaku “memotong” jilbabku, lebih baik kulepaskan profesi ini.

Jika tak ada tempat bagi manusia “langka” sepertiku, tak mengapa.
Aku lebih bangga menjadi yang terasing. Alien. Daripada seorang yang “normal”

Aku bukan mencari harta.
Aku tidak mencari tahta.
Pun tidak mencari dunia.
Aku cuma mencari keridhoan Rabbku atas hidup dan matiku. | oleh: @kinantisetiawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini