Ibuku yang Meninggal di Dalam Kuburnya

Selamat sore sobat dije, kali ini dije akan menceritakan sebuah kisah tentang seorang ibu dan mimpi dari anak bungsunya. Kisah dari seorang ibuku yang meninggal di dalam kuburnya sangat menyentuh hati. Kisah ini diceritakan langsung oleh anak kedua dari ibu ini. Kisah yang sangat mengharukan ini pastinya harus sobat dije baca dengan baik ya…

ibuku yang meninggal

Dan oh ya, apakah sobat dije juga percaya bahwa terkadang ada mimpi – mimpi juga yang terkadang sebenarnya memiliki arti? Hehehe.. Percaya gak percaya sih ya, karena terkadang ada yang terjadi menjadi kenyataan dan sebagian besar dari mimpi itu hanyalah penghias dan bunga tidur bagi orang yang mengalaminya.

Pada suatu hari disebuah kota di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh hiduplah sebuah keluarga sederhana di kota itu. Kejadian ini terjadi kurang lebih dua tahun yang lalu. Keluarga ini hidup sederhana, dimana ayah nya bekerja sebagai seorang pegawai swasta di sebuah Bank besar di Indonesia dan Ibu nya yang bekerja sebagai ibu rumah tangga. Sehari – hari Ayah dan kedua anaknya selalu pergi dipagi untuk bekerja dan sekolah sementara ibu nya dirumah. Ibu nya selalu mengurusi urusan rumah tangga dan semua anggota keluarga yaitu suami dan juga ketiga anaknya.

Anak sulung duduk di bangku kelas tiga SMP, sedangkan anak kedua di kelas satu SMP dan anak ketiga atau lebih tepatnya anak bungsu nya masih terbilang balita, ya dia berumur tiga tahun. Ayah dan ketiga anaknya sangat mencintai ibu nya ini, karena sang ibu merupakan orang yang penuh dengan cinta kasih, penyabar, orang yang sangat menyayangi keluarga, juga orang yang sangat pandai dalam mengatur rumah tangga. Oleh sebab itu semua keluarga sangat menyayangi ibunya ini.

Ibu selalu memasak makanan untuk keluarga, ibu selalu memberikan kasih sayang mereka terutama kepada anak – anak dan suaminya. Setiap hari saat anak – anak pulang sekolah ibu nya selalu memeluk mereka dan juga menanyakan kepada mereka tentang bagaimana hari mereka di sekolah. Ibu selalu mengajarkan dan membantu untuk mengerjakan pelajaran – pelajaran di sekolah. Selain itu ibu juga tidak pernah lupa menyiapkan susu untuk ketiga anaknya itu. Sang ayah juga selalu mendapat perlakuan yang baik, setiap pulang kerja kopi selalu sudah siap di meja ayah begitu pun dengan makan sore dan air mandi. Ia merupakan ibu yang sangat sempurna bagi ayah dan ketiga anaknya itu.

Pada suatu sore, ketika semua orang dirumah sedang melakukan kegiatan seperti biasanya baru saja sang ayah pulang kerumah dan membuka pintu tiba – tiba terdengar teriakan si anak kedua dari dalam dapur yang sontak membuat ayah kaget dan langsung menghampiri nya ke dapur. Tiba – tiba hal yang sangat mengejutkan terjadi dimana ia mendapati istrinya tersebut telah tergeletak tak berdaya di lantai dapur. Dan akhirnya setelah melihat semua ini, sang ayah langsung menelpon ambulance dan membawa istrinya kerumah sakit bersama dengan ketiga anaknya.

Mereka pun menunggu di luar UGD, menunggu kabar mengenai istri sekaligus seorang ib untuk ketiga anaknya itu. Namun setelah setengah jam berlalu akhirnya dokter pun keluar dari pintu UGD tersebut. Dokter keluar membawa kabar yang sangat menyayat hati dan mengatakan bahwa istri nya tersebut telah ibuku yang meninggal. Mendengar hal ini sang suami dan ketiga anaknya terkejut dan langsung menangis sejadi – jadinya. Mereka sangat tidak menyangka bahwa orang yang sangat mereka sayangi dan cintai ini akan pergi dengan secepat ini.

Dokter pun menjelaskan penyebab dari kematian istrinya tersebut adalah karena seranga jantung. Akhirnya setelah melakukan pengecekan dan lain – lain akhirnya jenazah pun di bawa pulang. Di dalam perjalanan pulang isak tangis dan perasaan tidak rela sangat terasa di dalam benak ayah dan ketiga anaknya tersebut.

Setelah di bawa pulang jenazah pun dimandikan oleh pihak keluarga lalu di kafankan. Siang hari nya jenazah pun di makamkan. Melihat itu ayah dan ketiga anaknnya menangis sejadi – jadinya. Mereka masih tidak menyangka akan kehilangan sang ibu dengan cepat dan tiba – tiba untuk selama – lamanya. Ibuku yang meninggal sangat mereka cintai, mereka kagumi, mereka sayangi, sudah pergi untuk selama – lamanya.

Setelah proses pemakaman selesai mereka pun kembali pulang kerumah. Terasa sekali perbedaannya, tidak ada lagi yang menyambut mereka saat pulang kerumah, tidak ada lagi yang memasak makanan, menyiapkan susu, menyiapkan kopi, menyiapkan air mandi, dan masih banyak lagi kenangan yang ibu nya tinggalkan untuk selama – lamanya itu. Pada saat mereka sampai dirumah mereka pun menangis, suasana kesedihan masih sangat terasa di dalam keluarga itu. Nenek berusaha menenangkan ketiga anak yang terus – terusan menangis. Sebagai pengganti ibu, nenek pun menggantikan tugas ibu dirumah untuk seminggu kedepan.

Pada malam hari menjelang tidur, si anak bungsu meminta nenek untuk menemani dia tidur seperti yang selalu ibu nya lakukan. Ibunya dulu selalu menemani si bungsu hingga ia tertidur dengan pulas, ibu selalu membuatkan susu dan membacakan cerita supaya si bungsu bisa tidur. Si bungsu sangat dekat sekali dengan ibunya itu dan ia sangat mencintai ibunya itu. Hingga saat mau tidur pun ia masih memanggil dan teringat kepada ibunya. Dan akhirnya nenek pun menemani cucu nya itu tidur. Pada keesokan pagi si anak bungsu tersebut bercerita kepada nenek, ayah, dan juga kedua kakaknya bahwa ia bermimpi tentang ibu. Ibu mengatakan kepada si anak bungsu bahwa ibu meminta tolong untuk di keluarkan dari dalam kuburnya. Mendengar cerita dari anak bungsunya tersebut si ayah langsung mengatakan kepada anak bungsu nya itu, “Sudah lah nak, itu hanya mimpi Ibu telah meninggal, dan ia sudah meninggal untuk selamanya. Ayah tahu mungkin ini karena kau sangat merindukan dan menyayangi ibu mu itu namun Allah SWT telah memanggilnya jadi sebaiknya kau melupakan mimpimu itu. Ibu sudah tiada ayah tidak mau kau larut dalam kesedihan ini nak”. Mendengar hal itu si bungsu pun menangis seolah – olah ia paham tentang apa yang ayahnya bicarakan itu padahal usia nya saja baru menginjak tiga tahun. Si anak bungsu itu merasa bersedih karena ia sangat merindukan ibunya dan juga karena tidak ada yang percaya dengan mimpi dan perkataan yang ia ceritakan kepada semuanya. Dia sangat sedih karena di dunia nyata tidak ada yang mau menolong ibunya yang meminta pertolongan kepada nya melalui mimpi.

Lalu keosokan harinya tepat setelah dua hari ibu nya itu meninggal, dimalam harinya terjadi hal yang sama. Si anak bungsu meminta nenek untuk menemani tidurnya kembali dan nenek pun selalu mau melakukan apa saja yang diinginkan oleh si anak bungsu tersebut, bagi nenek anak bungs tersebut sudah seperti anaknya sendiri. Ia tidak karena anak sekecil ini sudah ditinggalkan ibu nya untuk selama – lamanya. Padahal di usia nya yang sekarang ini ia masih sangat membutuhkan kasih sayang seorang ibu untuk pertumbuhan dan juga masa depannya.

Dan pagi hari ketika bangun si anak bungsu tersebut pun masih terkejut karena memimpikan hal yang sama. Ia masih saja bermimpi bertemu dengan almarhumah ibu nya dimana ibunya tersebut terus meminta tolong untuk dikeluarkan dari dalam kuburannya. Sore hari nya si anak bungsu tersebut kembali bercerita kepada nenek, ayah, dan juga kedua kakaknya bahwa ia memimpikan hal yang sama.

Namun, tetap saja ayah berusaha tidak percaya dengan semua yang dikatakan oleh anak bungsu nya itu. Ayah berkata kepada anak bungsu itu bahwa itu hanyalah bunga tidur yang tidak mungkin menjadi kenyataan mengingat ibuku yang meninggal. Namun, kedua kakaknya mereasa setengah percaya akan semua yang di alami oleh adiknya itu. Kakak – kakaknya itu pun bertanya kepada adik bungsunya mengenai kronologi jelas tentang mimpinya itu, namun belum sempat menjelaskan ayah pun marah, dan menyuruh mereka untuk melupakan mimpi dari anak bungsunya itu. Namun, di dalam kemarahan tersebut terlihat sang ayah menyembunyikan rasa rindu dan cinta nya kepada istri nya itu.

Ayah pun menangis, ayah tak kuasa menahan kerinduan nya terhadap istri nya tersebut. Nenek dan anak – anaknya kemudian berusaha menenangkan sang ayah. Di hari kedua setelah kematian sang ibuku yang meninggal merekapun merasakan kerinduan yang sangat mendalam kepada istri sekaligus ibu mereka. Namun untunglah ada nenek yang selalu berusaha menenangkan dan menjadi pengganti ibu dirumah.

Akhirnya hari ketiga pun tiba, suasana dirumah memang masih sangat berbeda. Tidak ada pelukan dan semua hal dari ibu, hanya tersisa kenangan yang ada dirumah ini. Pagi hari digantikan oleh nenek yang berusaha membuat sarapan dan semua yang di butuhkan untuk ayah dan ketiga cucunya itu. Nenek sebenarnya sangat bersedih menerima semua ini, namun nenek adalah orang yang paling kuat dan tegar diantara mereka semua. Nenek berusaha untuk kelihatan tidak berseih walaupun sebenarnya hatinya menangis. Tiba lah akhirnya waktu malam dimana si bungsu selalu meminta neneknya menemani ia tidur. Namun, tak kuasa menahan kantuk tak sengaja si nenek tertidur di kamar cucunya tersebut. Dan pada tengah malam tiba – tiba si nenek terbangun karena melihat cucunya itu mengigau seperti sedang berbicara dengan ibunya. Nenek pun berusaha membangunkan si bungsu namun si bungsu tak kunjung bangun. Akhirnya nenek berusaha untuk melihat percakapan antara si bungsu dan ibuku yang meninggal tersebut di mimpi. Dan nenek pun terkejut karena si anak bungsu ini masih saja bermimpi dimana ibunya meminta bantuan dari si anak bungsu ini untuk mengeluarkan nya dari dalam kuburannya. Bulu kuduk nenek pun berdiri mendengar dan melihat semua ini terjadi di depan matanya.

Keesokan pagi nya, si bungsu kembali menceritakan hal ini kepada nenek, ayah, dan juga kedua kakaknya. Ketika si bungsu menceritakan hal ini, nenek membenarkan bahwa ia melihat si bungsu dan ibunya bertemu di dalam mimpi lewat igauan si bungsu tersebut. Si bungsu pun memaksa ayah untuk pergi ke pemakaman dan mengeluarkan ibu nya dari dalam sana. Anak bungsunya itu menangis sambil memohon kepada ayah untuk mengeluarkan ibunya tersebut.

Walau pada awalnya sang ayah tidak mau melakukannya karena bagi sang ayah ini tidak mungkin di lakukan namun dengan terpaksa dimana keadaan sang ayah yang masih heran dan kebingungan dengan keinginan anak bungsunya tersebut akhirnya sang ayah pun pergi menemui kepala desa dan juga penduduk sekitar untuk membuka kembali kubur istri nya tersebut. Si ayah menceritakan semua yang di alami oleh anak bungsu nya selama tiga hari ini kepada kepala desa dan juga warga sekitar. Kepala desa dan semua warga merasa bingung dan merasa percaya tidak percaya dengan semua yang di ceritakan ini.

Akhirnya mereka pun memutuskan untuk menggali kembali kuburan istrinya yang telah meninggal tersebut. Dibantu suami dan tukang gali kubur yang lain, mereka semua yang ada disitu pun menyaksikan penggalian kubur lagi dan turut pula disitu hadir nenek dan ketiga anaknya tersebut. Dan lagi, si anak bungsu menangis melihat kuburan ibu nya ini digali dan di bongkar lagi. Setelah penggalian dan kayu – kayu penahan tanah dibuka, betapa mengejutkannya ternyata apa yang selama ini anak bungsunya ceritakan ini ternyata benar adanya.

Sontak semua orang yang hadir di dalam penggalian kembali kuburan tersebut merasa sangat heran dan terkejut. Bagaimana tidak? Mereka mendapati ibu nya itu dalam posisi yang sedang seolah duduk dan begitu pula kain kafan yang telah menutupi tubuhnya tersebut telah terlepas semuanya. Terlihat sekali dari posisi nya ini dimana sang ibu itu telah membuka kain kafannya dan berusaha untuk keluar dari dalam kuburnya tersebut. Kemudian ayah beserta beberapa penggali kubur yang ada disitu pun menangis karena baru menyadari bahwa sebenarnya ibu itu masih lah hidup, namun karena sudah terkubur selama tiga hari membuat nyawa nya sudah tidak dapat ditolong lagi dan ibu itu pun meninggal di dalam kuburnya sendiri.

Melihat kejadian ini para tetua yang tinggal di kampung tersebut pun mengatakan bahwa sebenarnya hal ini menandakan bahwa ibu tersebut telah mengalami mati suri. Dimana seseorang bisa mengalami kematian selama beberapa jam atau hari kemudian mereka tiba – tiba bisa hidup kembali.

Sang ayah pun menyesal melihat semua kejadian ini, andai saja ia mempercayai anak bungsunya sejak hari pertama ia mengatakannya walaupun sangat sulit untuk mengatakannya, mungkin nyawa dari istri nya tersebut masih bisa tertolong. Semua anaknya pun menangis melihat semua ini, apalgi anak bungsunya itu, ia menangis tanpa henti dan terus memanggil nama ibuku yang  meninggal tersebut. Hal ini membuat nenek sangat terpukul untuk kedua kalinya melihat semua ini.

Dari kisah ini dapat kita lihat bahwa andai saja kita mempercayai mimpi dan perkataan dari anak kecil tersebut pada hari pertama mungkinlah nyawa dari ibu nya tersebut masih bisa tertolong dan terselamatkan. Jangan lah kita terlalu meremehkan perkataan dari seorang anak, karena terkadang perkataan tersebut bisa menjadi nyata dan benar terjadi adanya. Karena terkadang juga melalui mimpi kita bisa diberitahukan sebuah pesan yang ingin disampaikan secara tidak langsung.

Ibuku yang Meninggal di Dalam Kuburnya
2.6 (52%) 5 votes

Profile Status
ACTIVE