Artikel Islami

Jaga Aroma yang dikeluarkan oleh Tubuh Ketika Shalat Berjamaah



Hai sobat dije selamat siang, kali ini dije akan membahas mengenai bau dari tubuh kita ketika kita akan melakukan shalat berjamaah. Jika dari tubuh kita mengeluarkan bau yang tidak enak otomatis kita juga akan mengganggu orang – orang yang berada di sekitar kita ketika melakukan shalat berjamaah. Maka dari itu sangat penting bagi kita untuk memperhatikan bau yang dikeluarkan olrh tubuh kita ketika kita menghadiri shalat berjamaah.

Karena bisa saja seseorang tidak menyadari jika ia mengeluarkan bau yang tidak sedap dari dalam tubuhnya, ya mungkin bau nya itu tidak sedap. Ketika tubuhnya mengeluarkan bau tidak sedap yang tidak di sadarinya itu, orang – orang yang ada disekitarnya yang sedang menghadiri shalat berjamaan dan menyadari akan bau tersebut mungkin akan terganggu. Misalnya saja seperti bau keringan, bau ketiak, bau mulut (terutama bagi para perokok) atau mungkin juga bau dari pakaian yang kita kenakan pada saat mengikuti shalat berjamaah. Hal ini jelas akan sangat mengganggu orang – orang yang ada disekitar kita yang sedang mengikuti shalat berjamaah tersebut dimana posisi shaf saat shalat terlihat sangat berdekatan bahkan bisa sampai menempel.

Jika bau yang tidak sedap itu tersebar dan tercium oleh jemaah – jemaah yang lain tentu saja hal ini sangat membuat tertanggu. Karena tidak jarang sekali ada beberapa orang yang sangat sensitif terhadap bau – bau tertentu yang dapat membuat orang yang merasakan nya pusing, mual hingga ingin muntah dan jelas sangat mengganggu konsentrasi jamaah lain pada saat melakukan kegiatan shalat berjamaah. Padahal khusyuk dan tenang merupakan dan termasuk kedalam rukun shalat dan jika hal ini terganggu maka shalat/ shalat berjamaah yang dilakukan itu dianggap tidak sah.

Di dalam islam sendiri terdapat larangan untuk mengikuti shalat berjamaah jika tubuh mengeluarkan bau yang tidak sedap. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang orang yang pada dirinya ada aroma tidak sedap untuk menghadiri shalat berjamaah, hal ini termasuk uzur tidak shalat berjamaah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ, الْبَقْلَةِ، الثّومِ (وَقَالَ مَرّةً: مَنْ أَكَلَ الْبَصَلَ وَالثّومَ وَالْكُرّاثَ) فَلاَ يَقْرَبَنّ مَسْجِدَنَا، فَإِنّ الْمَلاَئِكَةَ تَتَأَذّى مِمّا يَتَأَذّى مِنْهُ بَنُو آدَمَ”. (رواه مسلم)

“Barang siapa yang memakan biji-bijian ini, seperti bawang putih (pada saat itu beliau mengatakan, “Barang siapa yang memakan bawang merah, bawang putih dan kurrats (sejenis daun bawang), maka jangan lah ia mendekati masjid kami, sebab malaikat akan merasa terganggu dengan hal (bau) yang membuat manusia terganggu tersebut.”

Lalu para perokok juga diharuskan untuk memperhatikan bau mulut yang dikeluarkannya pada saat shalat berjamaah karena orang yang mulutnya bau karena memakan bawang putih saja oleh Rasulullah dilarang untuk mengikuti kegiatan shalat berjamaah. Apalagi dengan orang yang mulutnya mengeluarkan bau rokok? Semoga kaum muslim semuanya bisa meninggalkan jauh – jauh rokok yang membuat tidak sehat dan membuat mulut menjadi bau ini.

Selain itu, ada hukum wajib yang mengatur bagi orang – orang yang mengeluarkan bau yang tidak sedap dari dalam tubuhnya. Hukumnya wajib untuk meninggalkan shalat berjamaah untuk beberapa waktu meninggalkan shalat berjamaah bagi orang yang dari dalam tubuhnya mengeluarkan bau yang tidak sedap seperti bau badan, bau ketiak, bau keringat, bau pada pakaian, bau pada mulut, dan bau – bau menyengat yang mengganggu lainnya. Dan jika bau yang tersebut sudah hilang dari tubuh kita maka kita pun dipersilahkan untuk kembali kedalam masjid dan kembali melanjutkan shalat berjamaah.

Assalamu’alaikum Sahabat Shalihah
Klik tombol love untuk menyukai artikelnya

Dengan menyukai, kalian telah membantu kami untuk menunjukan mana artikel terbaik. Jazakumullah Khairan Katsiran 🙂

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *