Kupu kupu cinta , hinggaplah di bunga yang indah

0

KUPU-KUPU CINTA, HINGGAPLAH DI BUNGA YANG INDAH
Ketika hati akan menepi, kepada siapakah harus ku tambatkan tali cinta ini? tepikanlah  dan tambatkan cinta mu kepada seseorang yang memiliki iman, amal sholeh, dan akhlaq yang mulia sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ. متفق عليه
“Biasanya, seorang wanita itu dinikahi karena empat alasan: karena harta kekayaannya, kedudukannya, kecantikannya dan karena agamanya. Hendaknya engkau menikahi wanita yang taat beragama, niscaya engkau akan bahagia dan beruntung.” [Muttafaqun ‘alaih]
Saudaraku… tambatkanlah kepada seseorang yang siap dan berkomitmen bersama mau belajar dan berubah ke arah yang lebih baik secara istiqomah, karena sejatinya tidak ada yang sempurna, janganlah engkau mengharapkan dan berangan-angan memiliki pasangan yang terkumpul semua kebaikan padanya, sempurna, hadir pada sosok seseorang, semua orang memiliki kerkurangan sebagaimana kita sendiri memiliki banyak kekurangan yang nantinya kelak harus dimaklumi oleh dirinya.
Dan ingatlah! kita semua ini dalam masa belajar,  dulupun kita tidak sebaik ini!, sebagus ini!, dan ingatlah baik-baik kita hingga seperti ini pun memerlukan perjuangan untuk berubah!
Tambatkanlah kepada seseorang yang mau dan bersedia bersama dan berkeinginan kuat untuk ada dalam ketaatan serta meraih RidhoNya.
Saudaraku… cinta yang tumbuh karena dasar ketaqwaan iman, amal sholeh, dan akhlaq yang mulia, akan senantiasa bersemi, tidak akan lekang oleh waktu atau karena sinar matahari, dan tidak pula luntur karena hujan, dan tidak akan putus walaupun ajal telah menjemput, sebagaimana Allah ta’ala berfirman,
الأَخِلاَّء يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلاَّ الْمُتَّقِينَ. الزخرف 67
“Orang-orang yang (semasa di dunia) saling mencintai pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.” [Qs. Az Zukhruf: 67]
Maka dari itu kelak cintailah ia karena atas dasar ketaqwaan, keimananan, amal sholeh serta akhlaqnya, agar cinta kita abadi.
Tidakkah kita mendambakan cinta yang senantiasa menghiasi diri kita walaupun kita telah masuk ke dalam alam kubur dan kelak dibangkitkan di hari kiamat?
Tidakkah kita mengharapkan agar kekasih kita senantiasa setia dan mencintai kita walaupun engkau telah tua renta dan bahkan telah menghuni liang lahat?
Tidakkah kita dambakan cinta sehidup di dunia dan sehidup di surgaNya?
Mari kita simak sabda dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ. متفق عليه
“Tiga hal, bila ketiganya ada pada diri seseorang, niscaya ia merasakan betapa manisnya iman: Bila Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dibanding selain dari keduanya, ia mencintai seseorang, tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah, dan ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan dirinya, bagaikan kebenciannya bila hendak diceburkan ke dalam kobaran api.” [Muttafaqun ‘alaih]
Saudaraku! hanya cinta yang bersemi karena atas dasar ketaqwaan, iman dan akhlaq yang mulialah yang suci dan sejati. Cinta ini akan abadi, tak lekang diterpa angin atau ombak, kuat bagaikan batu karang…
Yahya bin Mu’az berkata: “Cinta karena Allah tidak akan bertambah hanya karena orang yang engkau cintai berbuat baik kepadamu, dan tidak akan berkurang karena ia berlaku kasar kepadamu.”
Kita cinta kepadanya bukan karena gelar, materi, pangkat kedudukan atau wajah yang rupawan, akan tetapi karena ia beriman dan berakhlaq mulia.
Inilah cinta suci yang abadi saudaraku….
Hinggaplah wahai kupu-kupu cinta kepada yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada seseorang yang mau belajar dan terus belajar menuju arah yang lebih baik, karena itu ingatlah kriteria yang paling utama dari kriteria yang lain, pilihlah yang bertaqwa, karena Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling bertaqwa.” [QS. Al Hujurat: 13]
Ingatlah saudaraku…!
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda,
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
“Perempuan itu dinikahi karena empat faktor yaitu agama, martabat, harta dan kecantikannya. Pilihlah perempuan yang baik agamanya. Jika tidak, niscaya engkau akan menjadi orang yang merugi”.[HR. Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1446]
Saudaraku! Jadikalah cinta suci kita merupakan cinta sejati, untuknya yang akan segera engkau buktikan saudaraku…
Ingatlah! karena hidup dengannya didunia tidaklah cukup….
@SalimPada
Kupu kupu cinta , hinggaplah di bunga yang indah
4.62 (92.31%) 13 votes

Profile Status
Artikel ini sudah dilihat 1960 kali
Share.