Hijrah itu indah

0

Assalamu’alaikum wr.wb

image

Alhamdulillah alaa kuuli hal, saya bukan berasal dari keluarga yang fasih dan kaffah pemahaman agamanya, jadi dari kecil keluarga saya hanya mengajarkan bahwa islam adalah shalat, baca quran, puasa, zakat, dan naik haji bagi yang mampu, pun berikut dengan ajaran-ajaran akhlakul karimah yang baik. bahkan saat saya kecil saya suka bolos ngaji gara-gara ikutan abang ketiga saya haha astagfirullah..

hijab? mungkin hanya anjuran dalam islam aja kali ya, soalnya temen-temen saya banyak yang islam tapi ga hijab. Ibu saya pun dulu belum berjilbab tapi alhamdulillah sekarang beliau sudah berhijab walaupun kadang masih belum syar’i hehe 🙂
Saya memang sudah disuruh abang-abang saya buat berjilbab sejak SD, namun karena saya masih bisa dibilang “bebel” dan saya masih mikir “ah jilbab kan panas, ga kuat ah gerah” “ah nanti gue gabisa pake baju dress dong” subhanallah saya masih terlena dengan dunia.. padahal neraka itu lebih panas dibanding panasnya matahari..

Awal SMA saya mulai berhijab tp masih belum karna Allah tapi karena saya nazar “kalo saya masuk SMA itu saya akan berhijab”Alhamdulillah saya keterima dan memutuskan menjalanin nazar saya, karena itu niatnya memang bukan karena Allah sayapun masih “lepas pasang” hijab saya, bahkan disocial media pun saya masih memajang foto-foto sexy saya(?) ahahaha bukan sexy maksudnya mengumbar2 aurat.. 1tahun setengah saya lepas pasang hijab dan kelas 2 semester akhir saya memutuskan untuk benar2 berhijab.. etsss bukan benar2 sih hijab saya masih belum benar setidaknya saya tidak “lepas pasang” hijab lagi dan mengerti bahwa hijab saya itu bukan karena nazar ataupun orang lain tapi karen Allah.

Akhir kelas 3 saya memutuskan untuk memperbaiki hijab saya, saya mencoba berhijab syar’i.. namun itu hanya berhijab syar’i saja saya tidak memahami betul arti syar’i dan belum memahami islam dan taat kepada Allah lebih lanjut. 1 bulan saya mencoba berhijab syar’i tiba-tiba seseorang datang, seseorang yang bisa mengambil hati saya, maklum saya perempuan dan perempuan itu lemah dalam masalah hati hiks. dan saya memutuskan pacaran kembali setelah 2tahun saya menjomblo.. dan saya melepaskan hijab syar’i saya demi pacaran.. karena saya juga malu kalau pakaian saya sudah sempurna tapi saya masih pacaran:( astagfirullaah. maka sebab itu saya kembali ke hijab fashion.. hijabnya remaja-remaja sekarang.
***skip***

setelah itu 18tahun larut dalam lalai dunia.. berzina terus.. dan sholatpun masih bolong-bolong, tadarusan jarang banget. pokoknya jauh banget lah dari Allah.. Alhamdulillah qadarallah, mungkin Allah melihat sebutir hal baik dalam diri saya, jadi Allah memberi teguran bagi saya dengan cara-Nya yang indah. mulai dari ada masalah keluarga, masalah masa depan saya, masalah dengan PATAH HATI juga yang bikin saya bener-bener “da aku mah apa atuh” Allah benar2 masih sayang sama saya, harusnya saya sadar dengan keadaan orang yang bisa membuka hati saya itu adalah ujian keistiqomahan saya namun saya buta, saya benar2 buat mata, hati, telinga semuanya sudah ditutup oleh syetan. Hingga saatnya saya merasakan patah hati yang sangat mendalam jauh disaat saya dulu merasakan patah hati, kali ini benar-benar kecewa, dan sakit hati bangetlah pokoknya. mungkin ini yang Allah rasakan ketika saya meninggalkan keistiqomahan dan menjauh dari-Nya subhanallah:(

Hati saya benar-benar hancur, saya gatau lagi apa yang harus saya lakukan dan disaat itu masalah masa depan saya muncul saya benar-benar tidak kuat saat itu namun alhamdulillah kektuk hati saya untuk kembali ke jalan-Nya, kembali mendekatinya dahulu.. dan saya menemukan satu ayat Quran “Dan hanya mengingat Allah hati menjadi tenang” (QS: Ar Rad:26). disinilah titik hijrah/”>hijrah saya..

Berawal dari ketagihan shalat, karena dari shalat saya menemukan ketenangan yang luar biasa, mulai dari yang wajib hingga sunnah, hingga saya pun mulai ketagihan dengan membaca ayat-ayat Quran tiap harinya. Masya Allah rasanya adeem sekali, hati saya tenaangg.. dan perlahan-lahan hati sayapun pulih dari kata hancurnya patah hati HAHAHA. dan dari patah hatilah saya sadar.. pacaran itu ga penting sangat amat ga penting, membuat dosa malah iya, ujung-ujungnya patah hati, lagian dengan pacaran bukan berarti pacar kita itu adalah jodoh kita loh. walaupun itu adalah jodoh tapi tetep saja dimata Allah kalian telah berbuat zina.

dan hingga akhirnya saya ikut kajian dimesjid komplek, dan disitu ustadz harry mukti menjelaskan tentang “wanita sholeha bidadari syurga” Masya Allah makin terketuk hati saya mencoba menjadi wanita-wanita sholeha dan menjadi muslimah yang lebih baik lagi. ohiya kembali kemasalah pacaran.. ustadz pun menjelaskan tentang orang2 yang melakukan zina terutama perempuan. zaman rasullulah orang-orang yang berzina ditimpuk batu berkali-kali astagfirullah, dan untuk mencium syurga pun dia tidak berhak:’) dan dosanya subhanallah ga tau deh semana:’) dan senajis-najisnya seharam-haramnya babi lebih haram dan najis orang yang berpacaran. astagfirullah T__T ga ngerti lagi deh Allah mengampuni dosa saya kemarin atau tidak:”( (malu saya kalo ingat kemarin pas pacaran:”)
dari proses saya belajar sendiri dan ujian-ujian yang sudah Allah kasih. saya tahu bahwa hijab itu adalah kewajiban seorang muslimah. dan lebih mengerti lagi bahwa hijab itu semestinya yang longgar dan menutupi dada, dan jangan lupa kaos kakinya. karena kaki juga termasuk aurat 🙂 dengan berhijab sesuai aturan Allah saya terlihat lebih sederhana dan anggun, dan terjaga dari laki-laki brengsek. hanya laki-laki yang berkomitmen,serius,bernyali, dan mengerti agamalah yang berani mendekati kami. insya Allah. dan tidak berpacaran lagi. doakan saya agar tetap istiqomah karena iman itu terkadang naik dan turun:)
“belajarlah mencintai Allah terlebih dahulu insyaallah Allah akan mendatangkan seorang yang mencintaimu karena Allah”

Hijrah itu indah
4.61 (92.22%) 90 votes

0 comments
Profile Status
Artikel ini sudah dilihat 13353 kali
Share.