Cinta yang Benar di Jalan yang Salah

0

Jatuh cinta, awal kata yang menyakitkan ketika melihat atau mendengar kata “jatuh” seakan tak ingin terulang kembali aku dan masalaluku serta jutaan kenangan yanf membuat aku kuat dalam luka hati. Cinta memang tak salah, tapi aku yang salah. Hubungan ini yang salah, mengapa tak segera kau katakan “sah” disepan saksi dan penghulu.

Takut? Apa yang kau takuti? Insyaallah kalau kita menjalin cinta di jalan yang Allah ridhoi maka semua akan aman dan baik-baik saja. Tapi jika langkah awal kita mulai dengan yang Allah larang maka bukan ridho yang kita dapat. Alangkah sama baiknya bila kau tinggalkan aku sekarang jika kau belum siap memilikiku. Aku siap untuk orang yang siap. Terimakasih bila kau berniat meninggalkanku demi cinta yang halal, demi hubungan yang lebih baik.

Kawan, cinta kamu mungkin ga salah, tapi perbaiki jalannya jika jalanmu salah. Berani halal itu lebih baik. Semua zina berawal dari maksiat. Semua maksiat berawal dari kekhilafan kita serta ketidaktahuan kita. Jangan lupa kalau tilawah Al-isra ayat 32 nya diperhatikan maknanya. Sama-sama saling mengingatkan di jalan kebaikan. Bila kau sudah pernah patah hati, kamu ga sendiri ko, masih ada orang di sekitarmu yang pernah merasakan itu, belum move on? mohonlah dengan berdoa kepada Allah dan jaga kehormatanmu bidadari agar engkau kelak mendapat pria yang sholeh serta mampu mengarahkanmu kejalan yang leboh baik dalam hubungan yang halal.

Cinta yang Benar di Jalan yang Salah
4.26 (85.26%) 38 votes

Profile Status
ACTIVE
Artikel ini sudah dilihat 0 kali
Share.