Aku Gagal karena Allah Sayang Aku

0

Bismillahirahmanirahim
Ukhti izinkan aku berbagi cerita yaa.. semoga dapat diambil manfaat dan di buang mudharatnya

Pernahkah kalian gagal?
Pernahkah kalian putus asa?
Kisah ini berawal dari kelas 3 SMK. Setelah ujian nasional berakhir semua sibuk menentukan masa depan mereka . Langkah mana yang akan di ambil, kerja atau kuliah. Dan aku siswi SMK yang notabennya di didik agar siap terjun di dunia kerja malah berkeinginan melanjutkan kuliah. Aku tak salah kan? Karena aku pernah mendengar sebuah hadits yang berbunyi “ Tuntutlah ilmu dari ayunan sampai liang lahat”

Langkah awal yang aku ambil adalah mengikuti seleksi BPUN yang ada di kotaku. BPUN itu semacam organisasi non profit yang membantu siswa SMA/ SMK yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi. Aku agak ragu ketika menjalani tes tertulis, karena materi – materi tersebut tak aku dapat sewaktu SMK.
Alhamdulillah berkat izin Allah aku lulus seleksi. Setelah melakukan pembayaran administrasi aku dan peserta lainnya langsung mengikuti kegiatan tersebut. Semua peserta dikarantina selama satu bulan.Yang aku seneng dari kegiatan ini selain mendapat materi tentang perkuliahan juga mendapat materi tentang keagamaan. Menyenangkan bukan?
Seiring mengikuti kegiatan BPUN aku juga memberanikan diri mendftar SNMPTN, seleksi masuk perguruan tinggi lewat jalur raport. Setelah sekian lama menunggu, pengumuman SNMPTN pun tiba. Dan hasilnya, aku GAGAL.

Singkat cerita aku juga mendaftar SBMPTN dan Ujian Mandiri tetapi hasilnya juga sama. GAGAL LAGI. Disitu aku merasa putus asa, merasa semua hal yang aku lakuin ini sia- sia. Dan yang paling parah aku sempat berfikir bahwa Allah ngga adil, Astagfirullah.
Berasa perjuangannya itu pas mengikuti ujian mandiri karena pada waktu SBMPTN aku pergi berombogan. Saat ujian mandiri aku berangkat ke luar kota sendirian. Dan ketika mau pulang musibah terjadi, aku kehabisan tiket kereta. Sedangkan jarak stasiun dan kost’an mbak- mbak yang aku tumpangin untuk menginap itu jauh banget. Akhirnya aku memutuskan untuk bermalam di masjid sekitar stasiun. Ini pengalaman pertamaku bermalam di masjid yang berada di kota orang.Untungnya aku bertemu teman yang nasibnya sama kaya aku, kehabisan tiket kereta, jadi rasa cemasku agak berkurang sedikit.

Beberapa hari aku mengurung diri di kamar, nangis sampai mata sembab. Makanpun tak selera, aku seperti orang tak waras. Ibu dan bapak selalu mendukungku, berkat wejangan dari mereka aku segera sadar. Aku tak boleh terus begini, hidup harus terus berjalan. Kejadian ini bukan akhir dari segalanya. Masih ada jalan yang lain.
Akupun bangkit dan memutuskan untuk bekerja dahulu sembari menunggu tahun depan untuk kuliah. Sempat beberapa kali gonta-ganti pekerjaan, dan aku merasa bersyukur dengan keadaan sekarang. Aku jadi tahu bagaimana susahnya mencari uang.

Walau pekerjaanku yang sekarang gajinya tidak besar, tapi bagiku tak masalah. Disini aku bertemu dengan orang- orang baik, orang- orang yang menuntunku untuk lebih dekat dengan Allah. Bersama mereka aku bahagia.

“ Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat – Ku), maka sesungguhnya ( azab-Ku ) sangat pedih “ Q.S ibrahim : 7
Dan aku percaya itu.

Aku Gagal karena Allah Sayang Aku
4.29 (85.71%) 7 votes

Profile Status
ACTIVE
Artikel ini sudah dilihat 0 kali
Share.